Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
Permintaan Kado dari Mia


__ADS_3

[Teh, Mia besok pengen ketemu]


Chat dari Mia melalui inbok dibaca oleh Anna sesaat setelah dirinya mengakhiri sambungan telepon dengan Lukman.


[Iya, Mi, nanti diusahakan]


Anna dengan cepat membalas SMS dari Mia barusan.


Mia sengaja pagi sekali sudah di perjalanan menuju rumah Anna. Ia ingin mengajak Anna ke suatu tempat agar bisa ngobrol empat mata.


Anna yang terkejut dengan kedatangan Mia di depan rumahnya merasa heran. Khawatir Mia membawa berita yang tak mengenakan hati.


"Teh, aku mau traktir Teteh mie ayam, mau, ya?" tawarnya setelah Anna mempersilahkan masuk.


"Mau, sih. Tapi Teteh belum mandi," jawab Anna kemudian.


"Cepat mandi sana! Biar gak kelamaan," titahnya.


Anna pun meminta Mia untuk menunggunya di dalam kamar sambil memainkan ponsel. Sementara Anna sendiri langsung melesat menuju kamar mandi setelah sebelumnya menyambar handuk warna hijau miliknya yang tergantung di tempat jemuran.


Hampir lima belas menit Anna baru keluar dari kamar mandi. Kini wajahnya terlihat sudah fresh tidak seperti tadi yang sedang menyapu halaman sambil bermandikan keringat ketika Mia datang.


Setelah mengenakan pakaian dengan rapi. Anna langsung mengajak Mia untuk segera berangkat. Hampir tiga puluh menit di perjalanan Anna dan Mia kini sudah sampai di kedai mie ayam langganan mereka berdua.

__ADS_1


Mia langsung memesan dua mangkuk mie ayam dan dua gelas teh manis hangat untuk minumnya atas permintaan dari Anna. Karena Anna sudah biasa jika setelah makan makanan yang berlemak seperti mie ayam atau bakso maka minumnya harus memilih yang hangat agar tidak menyumbat peredaran darah. Karena yang ia tahu Meminum minuman dingin atau es setelah makan berlemak sangat tidak dianjurkan dan akan berdampak buruk karena bisa menyumbat aliran darah yang berada dalam tubuh manusia.


"Mau ngomongin apa, sih, Mi? Sampe ngajak aku ke tempat ini segala?" tanya Anna mulai membuka obrolan di antara mereka berdua setelah memilih tempat duduk lesehan di sebelah pojok ruangan berukuran cukup lumayan besar itu.


"Mau ngasih kabar gembira, dong, makanya aku mau sekalian ntaktir Teteh" jawab Mia semringah.


"Kabar apa, tuh?" selidik Anna penasaran.


Mia pun mulai mulai memberitahu Anna jika dalam waktu dekat dirinya akan dilamar dan akan menikah dengan Farid.


Setelah mencerna semua dengan yang sudah Mia barusan ungkapkan. Anna malah terlihat terdiam membisu sambil menunduk dalam.


Dalam hatinya ia berkata sendiri, 'Kenapa orang lain seakan gampang dan mudah sekali untuk menuju ke pelaminan? Berbeda sekali dengan diriku yang sangat sulit untuk menempuh jalan ke arah pernikahan dengan lelaki yang selama ini kuharapkan?' batin Anna seorang diri tanpa ada yang tahu.


"Lha, Teteh, kok, malah diam, sih? Gak seneng, ya, denger bahagia dari aku?" Pertanyaan dari Mia barusan seketika membuat Anna terperanjat.


"Teteh yang sabar aja dulu. Nanti kalau si Aa Lukman udah lulus pasti langsung ngelamar dan nikahin Teteh," ucap Mia berusaha memberikan semangat kepada Anna.


Obrolan antara Mia dan Anna terjeda ketika ada seorang pria muda dengan nampan di tangannya menghampiri meja tempat mereka berdua. Lalu meletakkan dua mangkuk mie ayam yang bertoping ceker itu di hadapan Mia dan Anna.


Anna mulai mengaduk mie yang masih mengepulkan asapnya itu lalu kemudian menambahkan sedikit sambal cabe rawit ke dalam mangkuknya.


Sedangkan Mia setelah menambahkan kecap dan saos sambal langsung melahap mie yang terlihat masih panas itu, untuk mendinginkannya Mia meniup-niup menggunakan mulutnya yang mengembuskan hawa seperti angin dari kedua bibirnya.

__ADS_1


Melihat hal seperti itu terjadi di hadapan matanya. Anna pun tak tinggal diam. Anna langsung menegur sikap Mia yang menurutnya salah.


"Mi, makanan yang masih panas itu gak boleh ditiup-tiup pake mulut. Selain dilarang agama kita, menurut medis juga gak baik," ungkap Anna sambil berbisik ke sebelah kiri telinga Mia.


"Masa, sih, kok, aku belum tahu, ya?" jawab Mia.


Ada dalil yang menerangkan larangannya juga, lho, dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)." ) Anna membacakan cuplikan hadits yang ia ketahui untuk meyakinkan Mia.


Sedangkan menurut keterangan medisnya sudah kita ketahui, di mana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.


Seiring dengan menurunnya pH darah, pernapasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.


Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Begitu kurang lebih tentang bahaya meniup makanan dan minuman yang pernah Anna baca dari berbagai sumber ilmiah yang ia ketahui.


"Duh, makasih banyak, ya, Teh, atas ilmunya. Aku kurang suka baca jadi gak pernah tahu larangan dan bahaya meniup makanan dan minuman yang masih panas ini," ungkap Mia dengan tulus.


Mia pun kemudian membiarkan mienya agar dingin dengan sendirinya dengan cara diaduk-aduk menggunakan sendok dan garpu yang berada di mangkuk miliknya. Tidak dengan cara meniup menggunakan mulutnya lagi. Setelah tadi mendapatkan penjelasan yang panjang kali lebar dari Anna.


"Teh, nanti kalau aku jadi nikah sama Mas Farid, Teteh mau ngasih kado apa buat aku?" tanya Mia di sela-sela suapan mie ayamnya.


Hampir saja teh hangat di dalam mulut Anna menyembur ke arah Mia jika saja ia tak membekap mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangannya setelah mendapat pertanyaan mendadak dari Mia barusan tadi.


"Ya, terserah Mia sendiri mau minta kado apa nanti?" jawab Anna berusaha menutupi kegugupannya dengan pertanyaan Mia.

__ADS_1


"Aku mau minta kado seprei sekaligus bad covernya," ucap Mia dengan muka semringah.


"Iya, nanti Insya Allah Teteh usahakan, ya." Anna mengiakan permintaan dari wanita yang kini duduk berhadapan dengannya itu Berharap Mia tidak terus memberikan pertanyaan yang lain lagi kepada dirinya.


__ADS_2