
"Tiba di rumah.
Dara, kok sudah pulang ucap mama Vina.
" iya ma tadi pulang cepat, guru- guru mau rapat. oh gt, ya udah ganti seragam mu terus makan. Dara udah kenyang ma, tadi mampir makan dulu sama Keisya dan kak Gibran.
Gibran??? kok bisa ucap mama Vina.
iya tadi ketemu di sana nggak sengaja ma.
Oh gitu,.. ya udh Dara ke kamar dulu ya ma.
sepertinya mereka sudah mulai dekat, mama Vina tersenyum tipis.
Hari sudah pukul 19.00wib.
__ADS_1
*Tok..Tok..Tok,...
Daarraaa,...
iya, ucap dara.
dara membuka pintu kamarnya. Dara hanya terdiam setelah melihat Gibran berpenampilan tak seperti biasanya. Gibran langsung memainkan jarinya dan membuyarkan lamunan Dara.
Eh,.. kak Gibraaan. katanya mau nonton kok belum siap. iya kak aku lupa?? ya udah aku siap- siap dulu ya kak. Ok,.. aku tunggu ya?? Gibran mengedipkan mata sebelah kanannya. Dara langsung menutup pintu kamarnya.
Oh my good,,.. itu benar kak Gibran beda banget,.. nggak- nggak gw nggak boleh berpikiran yang macem- macem.
Kak ayok ucap Dara ke Gibran. Gibran hanya menganggukkan kepalanya. Duh cantiknya anak mama melihat penampilan anaknya, maksih ma ucap dara. oh iya om tante kita pergi dulu ya, iya hati- hati ya ucap papa Aris dan mama Vina. Dara dan Gibran langsung mencium tangan mama vina dan papa aris untuk berpamitan.
Dildalam mobil, Gibran tak henti- hentinya mencuri pandangan ke arah Dara karena dia masih terpesona akan kecantikan bidadari di sampingnya. Ya tuhan ucap Gibran kenapa jatung ku ini seperti meraton saja, aku tidak boleh tampak gugup dihadapan dara guma ia dalam hatinya.
__ADS_1
Gibran langsung memarkirkan mobilnya.
ia langsung cepat- cepat turun untuk membukakan pintu mobilnya dan ingin membukakan pintu Dara. Makasih kak, ucap Dara. Gibran hanya tersenyum.
Mereka berdua berjalan bersama, tiba- tiba Gibran langsung memegang tangan Dara.
Deg,.. Deg,.. Deg,.. sekarang jantung dara yang terasa seperi habis meraton. Dara hanya diam dia ingin menolak tapi batinnya merasa nyaman ketika tangannya di genggam oleh Gibran. Kamu kenapa kok diam gitu ucap Gibran kamu risi ya aku pegang tangannya Dara hanya diam tak menjawab ucapan Gibran. Kamu jangan berpikir aneh- aneh ya?? aku megang tangan kamu supaya kamu nggak hilang. Dara langsung mengereyitkan dahinya dan berkata emang aku anak kecil. Gibran tertawa melihat tingkah dara. mereka berdua langsung mebeli karcis, dan tak lupa Gibran membelikan makanan dan minuman untuk mereka di dalam nanti. Mereka berdua hari itu memilih film Horor karena pada saat itu film yang ingin di tonton lagi trending topik. sebenarnya dara takut tapi rasa penasarannya tidak mengubah keinginannya untuk menonton film horor tersebut. banyak mata- mata lelaki dan perempuan melihat kearah mereka. sehingga membuat dara agak sedikit risi. bioskop sudah di buka mereka pun masuk ke dalam dan mencari kursi yang akan di dudukki mereka. Kak Gibran, iya dara ada apa?? bisa nggak lepas tangannya kayaknya aku nggak bakal hilang deh di dalam ini. Gibran melepaskan tangan Dara agak sedikit berat mengingat gibran masih ingin memegang dan melindungi Dara dari mata laki- laki yang sedari tadi memandang ke arah dara. lampu bioskop langsung di matikan pertanda film akan segera di mulai.
Dara langsung mengeryit kan dahinya dan menggengam tangannya karena takut. Gibran hanya tersenyum melihat tingkah bidadari yang ketakutan tersebut. Tiba-Tiba semua orang berteriak termasuk dara karena Hantunya seperti ingin keluar dari layar lebar tersebut dan dara langsung memeluk Gibran yang berada di sampingnya dan tak sengaja mencium pipi Gibran. Gibran hanya terdiam apa yang di lakukan oleh dara kepadanya. kak takut ucap dara, melihat dara yang ketakutan Gibran membalas pelukan Dara seakan ingin melindunginya. Setelah film selesai Dara langsung melepaskan pelukannya dara baru sadar kalau sedari film di putar dia memeluk Gibran. kak maaf,.. ucap dara. dan Gibran hanya tersenyum dan menggengam tangan Dara lagi dan dara hanya diam melihat Gibran memegang tanganya. mereka berdua pun keluar dari ruang bioskop tersebut.
Dara kita makan dulu yuk, ucap gibran
ayo kak, aku juga udah laper kita pergi dari rumah tadi juga belum makan. mereka menuju tempat makan dan memesan sesuai selera mereka. tiba- tiba datang seseorang wanita yang ke meja mereka dan langsung mencium Gibran. Dara yang melihat hal tersebut tidak bisa berkata apa- apa. karena bukan dara saja yang melihat
ada beberapa pengunjung restoran melihat dan menyaksikan adegan tersebut. kamu apa- apaan sih Din, tampak penolakan Gibran terhadap Dini. Dini adalah mantan pacar Gibran. Dini terobsesi untuk mendapatkan Gibran kembali setelah ia kedapatan berselingkuh di depan mata Gibran.
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu sayang,..
shittt,.. sudah din diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi ucap Gibran. apakah kau menolakku karena wanita jalang ini sayang apa dia lebih hot dari aku. jaga ucapanmu Dini aku tidak suka kamu bicara seperti itu. mendengar ucapan dini, dara langsung meninggalkan Gibran dan dini.