Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
Lanjutan


__ADS_3

Dini terus berjalan dengan cepat, tanpa menghiraukan Gibran yang sedari tadi mengejar dan memanggil namanya.


Ya dara sakit hati mendengar ucapan Dini, bagaimana tidak baru pertama kali Dara di perlakukan seperti itu. bukannya dara tidak mau membalas ucapan Dini tetapi Dara bukanlah tipe orang yang mau membalas perilaku tidak sopan wanita seperti Dini.


"*Dar, Daraaaa,...


tunggu aku, ucap Gibran.


Gibran langsung belari dengan cepat dan Gibran menarik tangan Dara.


mau apa lagi sih ucap Dara, urus tu pacar kamu tak usah perdulikan aku.


Dara, dini itu bukan pacar aku tepatnya dia mantan pacar aku,..

__ADS_1


terserah kamu,.. emang apa peduli aku itu urusan kamu ucap dara. Udah pergi sana aku mau pulang bentak dara. nggak kamu harus pulang sama aku kita pergi bareng pulang juga bareng. nggak aku mau pulang sendiri sambil melepaskan pegangan Gibran. Gibran langsung menarik tangan Dara dan memeluknya. Gibran berkata dengan lembut.


Dara, aku mohon pulanglah bersamaku. aku tau hati kamu sakit mendengar ucapan Dini. Tapi melihat sikapmu seperti ini aku merasakan hati ku hancur tolong pulang lah bersamaku. Gibran melepaskan pelukannya dan menuju ke parkiran sambil menggengam tangan dara.


Dara hanya mengikuti Gibran entah apa yang membuat dara meredamkan emosinya.


didalam mobil mereka hanya diam saja tak ada pembicaraan sedikit pun tampak Gibran yang sesekali melihat kearah Dara yang selalu memalingkan wajah ke arah jendela mobil tanpa menghiraukan Gibran di sampingnya.


"Dara langsung menoleh kearah Gibran dan Gibran langsung merangkul dan melumat bibir Dara yang tipis dan terus berusaha ingin membuka bibir dara. tampak dara yang kaku seakan tidak tau apa yang mesti di lakukan. bagaimana tidak ciuman itu adalah ciuman pertama bagi dara. dara hanya terdiam, Gibran yang melihat hal tersebut melepaskan ciumannya dan berkata " I love you" dan melumat bibir dara lagi, yang agak sedikit terbuka karena dara kaget mendengar apa yang dikatakan Gibran. perlahan Dara mulai mengikuti irama ciuman gibran dan dara menikmati ciuman yang di berikan Gibran.


Di sela- sela ciuman mereka terdengar suara perut dara yang berbunyi... Gibran langsung memberhentikan ciumanya dan berkata kepada dara, kamu lapar dar??? dara hanya menganggukan kepala. bagaimana tidak makanan yang di pesan tadi belum sempat mereka makan gara- gara dini datang menghancurkan semua.


ayo kita cari makan dulu ucap gibran, kamu mau makan apa dara, terserah kakak aja dan mereka berhenti di restoran untuk memanjakan perut mereka yang sedari tadi meronta- ronta untuk di isi.

__ADS_1


setelah selesai makan Gibran langsung mengajak dara pulang. walau bagaimana pun Gibran merasa tidak enak pulang terlalu malam. apalagi dia tinggal di rumah dara.


sesampai di rumah Mama vina yang sedang menonton bersama papa aris, langsung menyambut mereka.


kalian udah pulang??? kok cepet banget tanya mama vina.


iya tante, jawab Gibran mala saya merasa takut pulang terlalu malam. nggaka enak sama om dan tante. nggak papa kok nak Gibran hari ini kan malam minggu besok dara juga libur ucap papa aris. tapi hari ini terakhir dara boleh keluar malam ucap papa aris karena tidak lama lagi dara mau ujian.


ya udah dara ke kamar dulu ya pa, ma, kak dara mau istirahat . kamu juga istirahat gibran ucap mama Vina. Gibran juga pamit ya om, tante mau istirahat.


mereka berdua pun menuju ke kamar masing- masing.


setelah mereka pergi, mama vina berkata sama papa Aris sepertinya usaha kita berhasil*.

__ADS_1


__ADS_2