Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
Dilabrak


__ADS_3

Anna sedang membereskan meja kerjanya ketika ponselnya bergetar ada panggilan masuk. Tanpa pikir panjang ia langsung menekan tombol jawab dan meletakan telepon genggamnya itu di telinga sebelah kanan.


Belum sempat perempuan itu mengucap salam dan menanyakan siapa yang sedang menelponnya itu tiba-tiba Anna dikejutkan dengan suara caci maki dari suara seorang wanita di seberang telepon sana.


"Heh ... Dasar pelakor! Gak laku Lo ya, sampai ngerayu dan menggoda suami orang!" hardik pemilik suara itu tanpa basa-basi terlebih dulu.


Anna yang tidak menyangka akan mendapat makian secara bertubi-tubi itu seketika membisu. Mencoba mencerna apa yang sudah dikatakan oleh perempuan yang tidak dikenalnya itu.


Setelah berpikir lebih jernih lagi Anna baru bisa menangkap dengan apa yang diucapkan kepadanya barusan. Pikiran Anna langsung tertuju kepada Adi. Tak salah lagi pasti yang sedang menghubunginya saat ini adalah istrinya Adi.


"Dasar cewek gatel! Bisa-bisanya kamu mau menghancurkan rumah tanggaku! Coba pikir Mbak, kalau posisinya dibalik situ yang jadi aku. Suaminya digoda wanita lain perasaan Mbak sendiri gimana?" cecar perempuan itu tanpa memberikan ruang kepada Anna untuk memberikan penjelasan.


Karena merasa terus disudutkan dan dipojokkan Anna pun mulai terpancing emosi. Awalnya gadis itu mencoba untuk lebih bersabar saat dicaci perempuan yang menelponnya itu. Tapi, logikanya mulai berontak. Anna merasa tak terima jikap hanya dirinyalah saja yang disalahkan.


"Hey, Mbak. Sebelum Anda menyalahkan saya. Tanya dulu sana suami Mbak. Siapa yang menggoda duluan?" jawab Anna dengan nada tak kalah tinggi dari suara perempuan tadi.


"Suami saya kalau gak diladenin dari awal sama situ tidak mungkin pergi dari rumah, Mbak," sangkal wanita itu semakin berang.


"Saya mana tahu kalau suami Mbak itu ternyata sudah punya istri. Karena sebelumnya dia tidak ngasih tahu status yang sebenarnya." Anna berusaha memberikan penjelasan dengan apa adanya.


"Halah kamu, tuh, ya. Sudah tahu salah masih nyoba ngeles terus! Mana ada maling ngaku!" Sepertinya istri Adi sudah terlanjur tersulut emosi hingga perempuan itu tak bisa mendengarkan penjelasan yang dikatakan oleh Anna.

__ADS_1


"Ya, terserah Mbak. Mau nilai saya gimana. Itu hak Mbak. Masih beruntung saya kemarin memutuskan untuk mengambil langkah menghindar dari suami Mbak setelah saya tahu jika dia ternyata sudah memilki keluarga," pungkas Anna kemudian.


Anna merasa percuma jika terus harus melayani wanita yang sedang dilanda api cemburu itu. Semua penjelasan yang coba ia berikan pasti akan sia-sia belaka walaupun sampai berbusa juga perempuan itu tidak akan bisa menerima pengertian dari Anna. Karena yang ia tahu Anna lah penyebabnya yang membuat suaminya berani bermain serong di belakangnya.


***


Sementara di tempat terpisah.


Laki-laki berperawakan tinggi menjulang tinggi itu tengah mematut diri di depan kaca lemari pakaian di kamarnya. Rambutnya yang klimis tersisir rapi. Badan kekarnya dibalut kemeja berwarna navy lengan panjang dengan celana berbahan katun warna senada. pria berusia 28 tahun itu benar-benar terlihat begitu tampan paripurna.


Hari ini bagi Farid merupakan hari bersejarah untuknya. Karena sebentar lagi ia akan meminang sang gadis pujaan hati yang sudah lama ia nantikan. Tak ada kebahagiaan yang lebih sempurna selain impiannya untuk hidup bersama gadis pilihan bisa terwujudkan tanpa ada aral lintang.


Keluarga besar Farid kini sudah tiba di rumah kediaman Zaskia. Semua tamu disambut dengan suka cita dan ramah.


Zaskia terlihat anggun dan cantik dengan kebaya maroon dengan hijab warna senada. Semua orang yang melihat kedua muda mudi yang sama-sama rupawan itu pasti akan mengatakan sebagai pasangan yang sangat serasi.


Mia, sebagai teman dekat Zaskia sudah sedari pagi tadi berada di rumah sahabatnya itu. Mia tak menyangka saat Zaskia menyuruhnya datang ke rumah temannya itu ternyata sedang ada acara lamaran Zaskia.


Terlebih yang membuat Mia lebih terkejut lagi saat matanya menangkap sosok Farid yang baru turun dari kendaraan roda empat diapit ke dua orang tuanya lalu melangkah pelan namun pasti menuju rumah Zaskia yang sudah dipadati oleh banyak orang tua muda, laki-laki dan perempuan.


Seketika Mia merasa hatinya patah. Lelaki yang pertama kali dilihatnya saat bermain bersama Zaskia ke rumah Mia beberapa Minggu yang lalu itu ternyata calon suaminya sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Padahal, saat waktu pertama kali Mia memandang Farid dalam hati gadis itu sempat berkata, "Pria ini ganteng sekali. Pasti suatu saat dia akan jadi calon suamiku." Begitu kata hati Mia pada waktu itu yang sangat terobsesi dengan sosok Farid yang tampan juga terlihat sangat kharismatik.


"Zas, kenapa kamu gak bilang kalau Mas Farid itu pria yang akan meminangmu?" bisik Mia tepat di sebelah telinga kiri Zaskia. Ketika mereka berdua sedang berdiri bersisian akan menyambut kedatangan rombongan keluarga besar Farid yang baru saja datang.


"Kan, sengaja buat kejutan," jawab Zaskia dengan berbisik juga di telinga Mia.


"Gak lucu, tahu!" sungut Mia kemudian.


"Dih, why? Ada apa dengan dirimu, kawan?" Zaskia mengernyitkan dahi mulusnya pertanda belum mengerti dengan tanggapan dari Mia, sahabat dekatnya itu.


"Gak apa-apa, sih." Tuh, Mas Farid terlihat ganteng banget ya, Zas, pake batik itu. Serasi banget sama kamu." Mia mencoba mengalihkan percakapan di antara mereka sambil jari telunjuknya mengarah kepada Farid yang sedang membenahi peci hitam yang dikenakan pria itu


Zaskia hanya tersenyum malu mendengar ungkapan dari Mia. Hati Zaskia pun selalu berdebar halus tiap kali bertemu dan memandang sosok Farid. Apalagi di acara yang sangat spesial untuk Zaskia seperti saat ini.


Sementara Mia mati-matian berusaha menata hatinya sendiri agar tidak terlalu kentara oleh Zaskia dan yang lainnya jika dirinya sudah menaruh hati kepada Farid dari semenjak pandangan pertama.


Mia berusaha bersikap sebaik dan senormal mungkin di depan Zaskia. Gadis itu mencoba selalu menampakkan wajah cerah dan bahagia seolah dirinya bisa ikut merasakan suka cita di hari bersejarah bagi sahabatnya sendiri.


Kini Farid beserta keluarga besarnya sudah memasuki ruangan yang sudah disediakan oleh keluarga Zaskia. Semua sudah duduk di tempat kursi masing-masing yang sudah di tata rapi secara berhadap-hadapan antara tamu dengan tuan rumah.


Sementara Zaskia duduk di deretan kursi paling depan diapit oleh kedua orang tuanya sendiri. Sedangkan Mia memilih menepi ke bagian tempat duduk bagian belakang di sebelah pojok ruangan mepet dengan tembok dinding rumah sembari meratapi nasibnya sendiri yang harus menelan kecewa tanpa ada orang lain yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2