
Setelah tiba di rumah Anna langsung masuk ke dalam dan menuju dapur menghampiri Teh Lina dan Mbak Mimin yang sedang memasak.
Tanpa diminta Anna pun menceritakan tentang kejadian tadi barusan yang dilihatnya.
Sementara Teh Lina tangannya sedang sibuk mengupas bawang merah, bawang putih dan bumbu dapur lainnya kemudian Teh Lina pun ikut bercerita.
"Eh, aku juga pernah lho, ngalamin kejadian sial seperti itu. Waktu itu aku mau berangkat kerja naik angkot. Nah, di dalam angkot itu kebetulan cuman ada aku dan satu orang lelaki yang duduknya berhadapan langsung. denganku sama sopir angkot yang duduk di depan. Awalnya biasa dan normal-normal saja tuh, orang sama sekali gak memperlihatkan gelagat aneh. Tapi, makin lama tiba-tiba saja dia pamerin alat vitalnya sendiri seolah ingin dilihat olehku. Aku waktu itu langsung minta turun saat itu juga ke pak sopir," tutur Teh Lina kemudian ikut menceritakan yang ternyata pernah mengalami pengalaman yang serupa dengan Anna. Sementara tangannya masih aktif mengulek bumbu di coet batu hitam berukuran jumbo.
Tak lama kemudian Mbak Mimin pun yang sedang menggoreng ikan lele ikut nimbrung.
"Sama, lho. Dulu aku waktu masih sekolah SMA, kan, biasa jalan kaki menuju Alan raya. Pas aku lewat kebun singkong aku lihat ada lelaki yang sedang berdiri di kebun kosong itu sambil pamerin alat pribadinya itu. Saat itu aku langsung lari," ujar Mbak Mimin kemudian.
Sedangkan Anna yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia saja lebih kaget lagi. Tak menyangka ternyata bukan hanya dirinya saja yang mengalami hal seperti itu.
Karena selama ini dirinya tinggal di tempat perkampungan yang jauh dari kota yang Anna ingat dan Anna tahu tidak pernah sama sekali ia melihat dan bertemu dengan orang macam seperti orang stress itu.
Anna kemudian berjalan ke luar rumah menuju teras depan karena ada panggilan telepon di ponselnya yang diletakkan di dalam saku bajunya. Yang ternyata dari Lukman.
"Lagi apa?" tanya Anna berbasa-basi.
"Lagi Facebook-an." Lukman menjawab spontan.
__ADS_1
"Owh, enak banget, ya, sekarang mah udah punya mainan baru. Facebook-an saling berbalas komen dan inbok-an sama cewek-cewek cantik di luaran sana," tutur Anna tanpa tedeng aling-aling.
Walaupun Anna saat itu belum tahu apa itu Facebook dan bagaimana cara mainnya. Tapi, ia sedikit banyak sudah tahu dari sahabatnya, yaitu Yuli yang sudah memiliki aplikasi berlogo huruf F berwarna biru itu sejak dari tahun 2010 lalu.
Yuli pernah bilang ke Anna melalui Facebook katanya kita bisa mengenal satu sama lain dengan siapa pun walaupun itu sekadar hanya di dunia maya.
"Enggak, lah. Kan, aku cowok setia. Gak mungkin inbok cewek yang belum dikenal dan belum pernah ketemu." Lukman mengelak.
"Iya, setia. Setiap tikungan ada," jawab Anna ketus.
"Kenapa, sih, marah-marah melulu dari tadi?"
"Ya, gimana gak marah aku di sini jenuh nunggu kamu datang buat nikahin aku. Kamu sendiri di sana malah enak-enakan facebook-an sama cewek cantik." Anna masih meluapkan kekesalan yang sedari tadi bercokol dalam dadanya.
Kekesalan hati Anna sedikit mereda setelah dirinya mendengar Lukman katanya akan membuatkan Facebook untuknya.
Agar mereka berdua bisa saling komunikasi melalui aplikasi biru itu selain via SMS dan panggilan telepon doang.
Lukman pun kemudian meminta Anna untuk menutup teleponnya karena dirinya akan mulai mencoba mendaftarkan akun Facebook untuk gadis itu.
Karena Anna sendiri belum paham bagaimana caranya bisa membuat aplikasi facebook. Apalagi saat itu ia hanya memakai ponsel jadul yang belum ada jaringan internet nya. Karena hape yang tukar pinjam dengan Lukman sudah rusak karena beberapa kali nge-blank terkena virus.
__ADS_1
Tidak sampai satu jam kemudian Lukman kembali menghubungi Anna dengan menelponya. Memberitahukan jika Facebook Anna sudah jadi. Lukman pun menyuruh Anna agar membukanya dengan meminjam ponsel Yuli yang sudah memiliki jaringan internet dan sudah ada fitur aplikasi facebook di dalamya.
Anna pun menjelaskan kepada lelaki itu jika dirinya kini sedang berada di Tangerang sedang tinggal di rumah teteh sepupunya.
Karena penasaran Anna pun kemudian meminjam ponselnya Hetty untuk bisa melihat aplikasi facebook miliknya yang katanya sudah jadi.
Kebetulan hape Hetty pun sudah agak sedikit canggih karena sudah ada jaringan internet di dalamnya walaupun bukan type hape yang mahal.
Beruntung Hetty dengan lapang hati bersedia untuk membukakan Facebook Anna di ponsel miliknya itu.
Dipandu oleh Hetty kemudian Anna mulai memasukkan nomor telepon dan kata sandi yang tadi sudah dikirimkan oleh Lukman sebelumnya melalui pesan SMS.
Karena Lukman membuat akun facebooknya Anna dengan menggunakan nomor telepon miliknya bukan dengan menggunakan email.
Dalam hitungan menit karena signal yang lancar kemudian terlihat Facebook Anna dengan nama profil Anna Thea serta fhotto profil wajah Anna yang sedang mengenakkan hijab berwarna putih yang memang sudah tersimpan sebelumnya di dalam ponsel Lukman yang baru.
Anna pun senyum-senyum sendiri melihat upaya Lukman untuk berusaha menyenangkan hatinya dengan cara memberikannya hiburan melalui media sosial yang satu itu.
Tidak hanya itu Lukman pun berjanji nanti akan berkunjung ke rumah Anna jika Anna nanti sudah pulang ke kampungnya. Tujuannya lelaki itu akan kembali memberi Anna ponsel yang sudah ada jaringan internet walaupun hanya ponsel second saja. Katanya dengan harapan agar Anna tidak mengeluh merasa jenuh, bosan dan lain sebagainya.
Jika melihat pengorbanan yang sudah banyak sekali diberikan oleh Lukman kepada dirinya dari hal yang sepele hingga hal terbesar lainnya seperti itu. Hati Anna pun akan kembali luluh dan percaya jika Lukman itu type lelaki yang sangat setia, baik hati serta bisa menerima dirinya dengan apa adanya. Tanpa syarat apa pun. Dan yang lebih terpenting bagi Anna Lukman juga termasuk type pria yang bisa menjaga kehormatan Anna sebagai perempuan yang memang harus dijaganya dengan sepenuh hati hingga mereka nanti sudah berada dalam status yang halal di mata agama maupun di hadapan hukum negara.
__ADS_1
Semua pengorbanan materi yang sudah diberikan oleh Lukman untuk Anna memang benar-benar tanpa pamrih apapun selain pria itu hanya meminta Anna untuk selalu setia menunggunya hingga mereka nanti bisa mewujudkan impian ke jenjang pernikahan yang pastinya selalu menjadi angan untuk setiap anak muda di mana pun berada yang masih menyandang status single.