PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 21


__ADS_3

RESEPSI PERNIKAHAN


Bagas langsung menyuruh asisten pribadinya untuk mengurusi keperluan-keperluan resepsi.


Hari yang ditentukan pun telah tiba. Semua undangan datang. Para kolega dan pejabat setempat tumpah ruah dalam pesta tersebut.


Para wartawan berkumpul. Bagas yang didampingi Ram, sang istri mengadakan konferensi pers.


Keduanya mengumumkan status mereka di kalangan publik.


Bagas yang tampan dengan balutan Koko dan songkok warna Navi bersanding dengan Ramalia yang memakai gamis dan hijab senada dengan suaminya.


Mereka sangat serasi. Yang satunya tampan dan satunya lagi begitu cantik.


Penampilan mereka di salah satu stasiun televisi, menjadi tontonan. Bagas Aditya yang tengah bersantai dengan mamanya terperangah melihat hal itu.


"Loh kok?!"


Rasna sang mama juga ikut kaget melihat berita itu. Langsung saja ia berteriak memanggil suaminya.


Dirman yang sedang ada di kamar langsung buru-buru keluar, ketika istri berteriak memanggil.


"Ada apa sih, Ma. Kok teriak-teriak?!" sungut Dirman.


"Lihat, Pah!" teriak sang istri memberi tahu sambil menunjuk layar televisi.


Dirman melihat berita di televisi. Ia hanya tertegun tanpa kata. Tak lama berselang, ia hanya menghela napas berat.

__ADS_1


"Pa kok bisa, Ram menikah dengan lelaki itu!" ujar Bagas tak rela. "Bukankah aku yang dijodohkan untuknya, kenapa ia menikah dengan pria lain!"


"Diam!" bentak Dirman emosi.


Bagas langsung terdiam. Matanya memerah menahan luapan emosi.


"Apa kau tidak sadar! ini semua karena kesalahanmu!" teriak Dirman sewot sambil menunjuk wajah putranya itu.


"Apa kau pikir Ram mau menunggumu?!" teriaknya lagi. "Kau tak datang ketika hari pernikahan, bahkan kau menikah dengan wanita lain?!"


Bagas langsung terduduk lemas. Ia sangat yakin jika pernikahan itu batal secara langsung karena ia tak hadir. Tapi ini?


Bagas tidak terima. Ia menutup semua rasa bersalahnya.


"Ram adalah milikku. Aku yang tercatat di kantor KUA. Bukan pria itu!" sungutnya tak terima.


Pria setengah baya itu tak habis pikir dengan jalan pikiran putranya. Begitu dangkal dan naif.


"Aku nggak peduli, Pa!" teriaknya tak terima. "Ram adalah milikku. Hanya milikku!"


Bagas langsung bangkit dari duduknya dan bergegas keluar.


Brak!


Kedua orang tuanya sangat terkejut ketika pintu dibanting. Dirman langsung memegang dadanya.


"Pa ... sabar, Pa!" Rasna langsung berdiri dan mengelus dada suaminya, ketika melihat itu.

__ADS_1


"Urus putramu. Jangan lagi dia buat malu. Sampai sekarang aku belum berani menghubungi sahabatku, gara-gara dia!" ujar Dirman kesal memberi perintah pada istrinya.


"Iya, Pa, nanti Mama akan kasih tahu pelan-pelan, Papa yang sabar ya," ujar Rasna memenangkan suaminya.


"Papa kan tahu, betapa keras kepala Bagas itu," lanjutnya.


"Iya, aku tahu. Makanya kau urus dia!' sungut Dirman Sewot sambil melotot.


"Iya Pa, Iya!" ujar Rasna lagi, "Papa jangan marah-marah terus dong. Ingat jantung Papa belum sembuh benar."


"Hmm ... baiklah, aku serahkan dia padamu. Jangan sampai dia buat malu," ujar Dirman kemudian ia berjalan kembali ke kamarnya.


Rasna langsung menghela napas berat. Ia kemudian mematikan televisi. Sungguh berita itu mengagetkanya.


Bahkan tadi juga dijelaskan siapa Ram sebenarnya.


"Apa benar, Ram adalan CEO dari PT. Sinar Berkah?" gumamnya.


Pikiran Rasna kalut. Sungguh jika berita itu benar. Maka sungguh penyesalan tidak akan bisa memperbaiki semuanya.


"Kenapa sih, pake ada nama sama dengan putraku?" sungut dia lagi bermonolog. "mana pria itu lebih keren juga lebih kaya dari putraku lagi!"


Ya, semua mengenal siapa Bagaskara Raditya Anugrah. Separuh penduduk bumi mengenal pria tampan dan mapan itu.


bersambung


mohon maaf yaa telat banget update nya.

__ADS_1


__ADS_2