
Usai memeriksa kandungan. Pasangan itu diliput kebahagiaan yang luar biasa. Bagaimana tidak. Dokter baru mengetahui jika Ram memiliki dua kantung janin dalam rahimnya, jadi kemungkinan besar Ram mengandung anak kembar sepasang. Walau bisa jadi sama jenisnya entah laki-laki atau perempuan.
Sampai rumah, Bagas langsung ditarik oleh Anugrah, ayahnya. Pria itu dicecar berbagai pertanyaan dari perihal kandungan Ram, istrinya sampai perihal Tiar, misan jauhnya.
'Bagas jawab satu-satu ya, Pa," jawab Bagas dengan helaan napas panjang.
"Pertama. Kandungan Ram baik-baik saja. Bahkan kemungkinan bayi kami adalah kembar sepasang atau sejenis," lanjutnya.
"Apa! Kembar!" teriak Anugrah tak percaya.
"Iya, Pa. Minta doanya ya biar dua-duanya sehat," pinta Bagas yang ditanggapi anggukan oleh ayahnya.
"Tentu, Papa doain. Lalu kenapa kau blacklist Tiar seumur hidup?"
"Tiar menyiram Bagas dan Ram. Anak sinting itu cemburu sama Ram," jawab Bagas.
"Ah ... bocah itu. Semoga Dion menghukumnya cepat, jika tidak, Papa tidak bisa menjamin Ram akan nyaman selama kehamilannya," ujar Anugrah.
Bagas mengangguk membenarkan perkataan ayahnya.
"Ya, sudah. Sana bersih-bersih, sudah itu gabung untuk makan malam. Adik beserta suami serta anaknya akan datang," ujar Anugrah.
"Oh ya. Kapan mereka sampai dari New York, Pa?" tanya Bagas antusias.
__ADS_1
"Kemarin. Mereka di sini kan punya rumah sendiri," jawab Anugrah.
"Oke deh. Bagas bersih-bersih badan dulu. Trus mau ngejar maghrib."
Pria itu langsung melesat ke kamarnya. Garis merah sebentar lagi hilang dari cakrawala. Pria itu tak mau tertinggal sholatnya. Anugrah menghela napas lega. Putranya sudah berubah jauh lebih baik semenjak menikah dengan Ram.
Tiba-tiba terlintas pikiran yang mengganjal, hingga tak mengenakkan hatinya.
"Bagaimana jika Ram tahu, sebenarnya suaminya sekarang bukanlah suami yang seharusnya menikahi dirinya?"
Ketakutan itu ada. Masalahnya Bagas Aditya termasuk pengusaha yang cukup sukses. Walau tak bisa bersaing dengan putranya. Tapi, sepertinya kejadian sesungguhnya harus diungkapkan.
'Aku harus membicarakan ini dengan istriku,' gumamnya dalam hati.
Ketika di kamar, Almira tampak termenung mendengar kegundahan suaminya. Ia melihat benda bulat di dinding. Pikirannya buntu.
"Nanti kita bicarakan lagi. Sekarang Mama mau bantuin Bibi buat nyiapin makan malam," ujar Mira meninggalkan suami di kamar.
Anugrah hanya bisa pasrah. Waktunya memang belum tepat. Tapi, pria itu takut semua akan terlambat. Anugrah takut ada penyesalan jika terus ditunda.
Makan malam usai. Ram begitu terhibur dengan datangnya kemenakan dari suaminya.
Kenzo Aprilio Sheraton. Bocah berusia dua tahun itu sudah pintar mengoceh, walau belum jelas.
__ADS_1
Ram berkali-kali menciumi pria kecil yang tampan itu. Karena sang istri lebih banyak waktu untuk kemenakannya, membuat Bagas cemburu.
Pria posesif itu berkali-kali menyuruh Kenzo untuk tidur. Tapi, pria kecil itu makin menempel pada Aunty kesayangannya. Bahkan Kenzo merengek minta digendong oleh Ram ketika ia sudah mengantuk.
Dengan penuh kesabaran. Ram mengendong Kenzo sambil bershalawat. Pria itu tampak tenang. Bahkan langsung tertidur lelap tanpa meminum susunya.
Setelah memberikan Kenzo pada ibunya untuk ditidurkan. Barulah wanita hamil itu diajak masuk kamar oleh suaminya.
Ketika di kamar. Bagas memanjakan dirinya pada Ram. Minta diciumi seperti istrinya lakukan pada Kenzo.
"Mas ... kok nggak mau kalah kayak Baby Ken, sih?"
"Hmmm ... ayolah, sayang. Kan hanya minta cium, bukan minta macam-macam," rengek Bagas.
Ram mengalah. Wanita itu menciumi wajah juga mengelus punggung suaminya. Tentu saja pria kecil akan berbeda dengan pria dewasa yang sudah merasakan tubuh wanita berkali-kali itu.
Jika pria kecil layak Kenzo akan langsung tertawa senang dan langsung tertidur. Jika Bagas, yang diperlakukan seperti itu, memang dia senang tapi dia tidak akan tertidur. Justru akan terbangun.
Dan Ram harus bekerja keras hingga mendesah untuk menidurkan Bagas.
bersambung.
ck ... gue jomlo ... apa ya yang gue pikirin pas nyeritain bab ini?
__ADS_1