PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 43


__ADS_3

*Hai ... para readers. kemarin pada protes kenapa kok bikin bab yang Ram nya belum lahiran. Padahal bab sebelumnya sudah lahir.


mohon maaf ya, kemarin itu sebenarnya menceritakan kejadian setelah Ram nyaris ditabrak Karla, alias flashback. mau update ulang othornya kelupaan. jadi membiarkan kesalah-pahaman ini berlanjut.


nah sekarang, silahkan menikmati alur selanjutnya ya. Jangan lupa dukung terus karya othor dengan cara klik tombol likenya*.


**********


Acara cukur rambut sudah selesai. Ram mengundang seribu anak yatim dalam acara itu. Kebahagiaan terpancar di wajah Bagas dan Ram yang baru saja menjadi orang tua.


Bagas mengecup pucuk kepala sang istri dengan mesra. Mereka semua berada di ruang tengah. Adik Bagas dan suami serta anaknya juga sudah pulang.


"Oh ya, Ma, Pa. Mungkin sebentar lagi, kami akan pindah rumah. Bagas sudah mempersiapkan rumah untuk keluarga kami tinggal," ujar Bagas.


Baik Anugrah dan Almira hanya bisa menghela napas panjang. Mereka berat jika harus ditinggalkan anak-anak mereka. Tapi, tugas sebagai orang tua sudah selesai. Jadi Anugrah dan Almira harus mengikhlaskan kepergian anak-anak mereka untuk menempuh bahtera rumah tangga yang sesungguhnya.


"Mama Papa sih, terserah kamu. Kami tidak pernah keberatan jika kalian tinggal di sini selamanya. Iya kan, Pa?!"


"Iya, benar kata Mama kamu. Papa juga tidak keberatan untuk mengurus cucu, terutama Papa sudah mengajukan pensiun. Papa menganggur," ujar Anugrah.


"Eh ... nggak bisa gitu dong, Pa. Sudah saatnya Papa dan Mama itu istirahat, menikmati hari tua dengan damai dan tanpa ribet ngurusin kami," sela Ram menolak.


Bagas mengangguk membenarkan ucapan istrinya.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya Papa ajak Mama lagi bulan madu keliling Eropa, misalnya?" Bagas memberi usul.


"Kami sudah tua. Mana perlu bulan madu!" sela Almira.


"Mestinya kalian yang berbulan madu. Toh, kalian tidak pernah melakukan itu?" Anugrah membalik saran itu untuk menantunya.


"Belum bisa Pa. Mungkin dua bulan lagi bisa. Secara Aku masih banyak yang dikerjakan setelah pengalihan kepemipinan Papa sebagai CEO utama!" ujar Bagas.


"Papa Mama saja yang bulan madu. Jadi, pas lagi bermesraan tidak ada yang mengganggu seperti kemarin!" ujar Bagas.


Anugrah dan Almira melotot. Mereka lupa kejadian yang nyaris membuat mereka malu.


"Kejadian apa, Mas?' tanya Ram yang tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Eh, iya Ram. Apa kamu tidak merasa lelah? Bayi-bayi mu sudah kau susui? ini sudah melaju siang hari loh!" ujar Almira memotong pembicaraan Bagas.


Ram hanya bingung, sedang Bagas mulai terkikik. Muka Almira memerah menahan malu. Anugrah hanya bisa mengusap tengkuknya sambil terkekeh.


Almira membantu Ram menggendong salah satu cucunya. Ram juga sudah menggendong bayinya. Mereka berdua naik ke lantai atas untuk menidurkan di box masing-masing.


Kamar Bagas dirombak total karena harus menampung dua box bayi di dalamnya. Ram tidak ingin tidur dipisah dengan bayi kembarnya dan memilih untuk merawat mereka sendiri, tanpa bantuan perawatan atau pengasuh anak.


"Gimana Pa rasanya?' tanya Bagas ketika dua wanita yang terpenting dalam hidupnya sudah pergi naik ke kamar.

__ADS_1


"Masih hot!" jawab Anugrah terkekeh.


"Ish ... Papa malah membangkitkan gairahku saja. Aku masih harus menahan napsu hingga tiga puluh hari ke depannya, Ram baru melahirkan sepuluh hari lalu!" sungut Bagas.


Anugrah tertawa meledek.


"Itu deritamu. Papa, akan bersenang-senang dulu dengan Mama mu. Jangan menganggu ya!" ancam Anugrah.


"Ck ... tidak ingat umur!" sela Bagas sinis.


"Ngiri? Bilang Boss!' seloroh Anugrah kemudian tertawa.


Almira turun dari lantai dua. Anugrah menatapnya dengan penuh cinta sambil menjulurkan tangan meraih jemari istrinya.


"Pa!'


Almira menahan rona merah yang sudah menyeruak di wajahnya. Bagas makin keki. Anugrah meledek sang putra dengan mempertontonkan kemesraannya dengan mencium bibir sang istri dengan lembut.


"Hais! Kalian ini ya!" bentak Bagas keki kemudian berlari menuju kamarnya.


Anugrah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah putranya. Kemudian ia menarik istrinya menuju peraduan cinta mereka.


bersambung.

__ADS_1


masih berlanjut? masih dong ... hehehe ... tunggu ya satu episode lagi. Masih ingat Tiar kan?"


__ADS_2