PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 30


__ADS_3

Ram saat ini tengah membeli keperluan rumah tangga. Seperti sabun mandi dan lain sebagainya. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh salah seorang maid di rumah mertuanya. Tapi, ia ingin jalan-jalan mengusir kebosanan.


Wanita itu tengah memilah-milah barang yang akan dia beli. Seketika ia berhenti di sebuah rak berisi pakaian bayi. Mata Ram langsung berbinar melihatnya. Wanita itu begitu gemas. Bahkan ia menciumi baju-baju berukuran kecil tersebut.


Perlahan ia mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Ia beruntung kehamilannya saat ini tidak membuatnya kesusahan. Karena Bagas yang mengalami trimester pertama.


Ya, pria gagah itu harus masuk ICU gara-gara tidak bisa makan dengan benar karena muntah setiap lihat makanan.


Ram sampai menangis melihat penderitaan suaminya. Walau Bagas dirawat hanya satu hari. Tapi, membuat wanita itu sangat khawatir.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kini aku lebih menghargai perempuan. Bagaimana sulitnya mereka merasakan kehamilan ini. Belum lagi nanti ketika melahirkan," ujar Bagas.


Ram sangat terharu. Bahkan wanita itu tak keberatan untuk mengurusi Bagas, suaminya. Padahal ia juga butuh dirawat karena ini kehamilan pertamanya.


Ram menaruh kembali baju-baju berukuran kecil yang menggemaskannya itu.


Belum waktunya aku membeli perlengkapan bayi. batinnya.


Wanita itu kembali mendorong troli. Ia kembali mengambil beberapa barang yang dibutuhkan.


Ram sangat sadar jika dirinya kini tengah ada yang mengawasinya. Wanita menoleh arah sosok yang mengawasinya.


Sosok yang mengawasinya sembunyi. Ram sangat mengetahui itu.


Ram acuh. Wanita itu berjalan menuju kasir. Membayar semua belanjanya.

__ADS_1


Kemudian dengan bantuan troli juga ia membawa barang belanjaannya tadi diantar oleh salah satu karyawan supermarket.


Ketika sampai mobil. Ram menaruh semua belanjaannya ke bagasi. Setelah selesai, ia menutup bagasi, kemudian berjalan menuju kursi kemudi.


Setelah menutup pintu dan memasang sitbelt. Ram melajukan mobilnya keluar dari halaman parkir supermarket.


Ketika di jalan. Ram melihat spion. Ia melihat mobil hitam berplat sama terus mengikutinya.


Ram melihat kanan kiri. Ketika tempat yang ia rasa aman terlihat. Wanita itu langsung membelokkan mobilnya kemudian berhenti.


Melihat ada mobil masuk dan tiba-tiba berhenti membuat beberapa petugas kepolisian mendatangi mobil Ram.


Ya, Ram membelokkannya ke kantor kepolisian terdekat. Ram keluar dari mobil melihat jalan raya dan melintaslah mobil yang mengikutinya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya mobil itu tahu jika Ram membelokkan mobil ke tempat di mana ia tidak bisa mengikutinya.


"Maaf. Selamat siang, Ibu. Ada apa berhenti di kantor kami. Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang polisi.


"Selamat siang, Pak. Maaf, tadi mobil saya ada yang mengikuti. Karena merasa tidak nyaman, makanya saya langsung membelokkan mobil ke sini," jelas Ram dengan hormat.


"Oh begitu, apa ada bukti kalau mobil itu mengikuti Ibu?" tanya polisi bernama Jaka tersebut.


"Sayangnya tidak, Pak. Tapi, saya mencurigai jika mobil itu mengikuti saya," jawab Ram sedikit menyesal.


"Tapi, sepertinya mobil Ibu ada kamera di belakang deh," ujar Jaka kembali.


"Ram melihat benda kecil bulat yang ada di belakang dekat lampu sen.

__ADS_1


"Ah, sebentar. Apa itu berfungsi. Karena saya tidak menyentuh tombol apa pun ketika mobil ini diberikan oleh suami saya," jelas Ram lagi.


"Boleh saya lihat, Bu?" pinta polisi Jaka.


Ram menyingkirkan tubuhnya. Polisi Jaka memeriksa dalam mobil. Salah seorang polwan membawa Ram ke dalam untuk duduk dan memberikan minum.


"Duduk dulu, Bu. Biar satuan kamu memeriksanya," jelas Polwan tersebut.


Ram menganggukkan kepala. Polwan itu duduk menemaninya. Mereka sedikit berbincang ringan. Mungkin untuk menenangkan Ram yang sedang shock karena tadi mobilnya dibuntuti orang asing.


Polisi Jaka ke dalam dan memberi laporan pemeriksaannya. Pria gagah itu mengatakan jika memang ia selalu diikuti oleh mobil dengan plat yang sama.


"Apa Ibu ingin melaporkannya?" tanya polisi Jaka.


Ram sedikit berpikir. "Boleh saya telepon suami saya?"


"Silahkan Bu!"


Ram menelpon Bagas, suaminya. Menceritakan kronologi kejadian. Hal itu membuat Bagas sangat khawatir. Pria itu menyuruh istri untuk melaporkan kejadian itu pada polisi. Kemudian menyuruh istrinya menunggu untuk dijemput.


Ram akhirnya mendaftarkan laporan tersebut. Dengan bukti yang ada. Polisi akan melakukan tindakan penyelidikan.


Ketika Bagas datang, pria itu langsung membawa Ram pergi. Sedangkan mobil Ram dibawa oleh supir yang tadi bersama Bagas.


bersambung.

__ADS_1


ih siapa tuh yang ngikutin Ram?


__ADS_2