PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
KENYATAAN


__ADS_3

Di malam yang sama. Armanto tengah duduk termenung di balkon. Menyesapi kopi yang disediakan istrinya.


"Mas," panggil sang istri.


Arman hanya berdehem, menjawab panggilan istrinya.


"Kemarin Mas sama Pak Dirman itu ada masalah apa?' tanya istrinya.


Arman hanya menghela napas berat. Sesekali Ia mendengkus mengingat kejadian nyaris satu tahun itu. Kejadian yang membuatnya malu bukan main.


"Pak Dirman tadinya calon mertuanya Ram. Tapi, ketika hari pengantin tiba. Mereka tidak ada yang datang. Bahkan tidak memberi kabar sama sekali," jawab Arman dengan tatapan kesal.


"Kau tau. Nama suami Ram yang sekarang sama dengan nama calonnya Ram. Bagas," lanjutnya. "Suami Ram bernama Bagaskara Raditya Anugrah sedang calon suami yang harusnya menikahi Ram adalah Bagas Aditya."


Wanita berhijab itu cukup terkejut dengan nama yang sama.


"Bukan hanya itu. Bahkan tanggal lahir mereka juga sama. Yang berbeda hanya nama ayah mereka," jelas Arman lagi.


"Bagaimana, Bagas. Maksudku, suami Ram menikahi kemenakan kita hari itu?" tanya sang istri.


"Mereka mendatangi rumah kosong yang diaku oleh calon istri Bagaskara," jawab Arman.


Lagi-lagi istri Arman terkejut.


"Jadi keduanya ditinggal ketika akan menikah?" Arman mengangguk.


"Apa Ram mengetahui jika suaminya kini, sebenarnya bukan laki-laki yang harus menikahinya?" tanya sang istri. hati-hati.


"Tidak. Dan tidak perlu!"

__ADS_1


"Bukan itu maksudku. Apa Ram tidak menyadari jika suaminya kini bukanlah laki-laki yang seharusnya?" Lagi-lagi Arman menggeleng.


"Sepertinya Ram lupa dengan wajah pria yang semestinya menikahi dirinya. Gadis itu tidak pernah bertemu, baik dengan Bagas atau pun dengan orang tuannya," jelas Arman panjang lebar.


"Lalu mengapa ia mau dijodohkan dengan pria yang ia tidak kenal?" tanya wanita cantik itu.


"Aku yang setengah memaksanya. Mereka saling mengetahui melalui sebuah foto. Kau tahu sendiri Ram tidak dekat dengan laki-laki lain selain Kenan?!" Sang istri mengangguk, ia tahu betul jika kemenakannya menjaga pergaulan dirinya dengan lawan jenis.


"Lalu. Bagaimana jika nanti Ram mengetahui yang sebenarnya?" tanya sang istri.


"Aku harap, Ram tidak pernah tahu. Jika ia tahu. Aku akan membela suaminya sekarang. Akan kucari penyebab kenapa anak Pak Dirman batal datang ketika hari H," tekad Arman.


Pria itu masih penasaran. Karena ia tidak mengetahui apa alasan Bagas Aditya tidak jadi datang ke pernikahannya sendiri.


Sedang di tempat lain. Aditya yang tengah berlari menggoda sahabatnya, tanpa sengaja menabrak seorang wanita.


"Aduh!" keduanya mengaduh.


"Ah ... maaf-maaf. Saya tidak lihat," ujar Bagas Aditya yang berusaha membantu sosok itu bangkit.


Deg!


Jantung Ram berhenti. Suara itu sangat dia kenali sebelumnya. Laki-laki yang memaksa mengingat dirinya akan sosok yang kini hendak membantunya.


"Eh ... saya tidak apa-apa, Tuan."


"Ram? Kamu Ram?"


Ram berdiri. Ia melepaskan tangan Bagas Aditya yang memegang kedua tangannya. Tapi, pegangan itu berubah menjadi cekalan.

__ADS_1


"Aku ingin bicara dengan mu!" ujar Bagas Aditya


Saat yang tepat menurut Aditya. Ram tengah jauh dari jangkauan sang suami.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan Tuan!" tolak Ram dengan suara tegas.


"Tapi kita harus benar-benar bicara Ram!" ujar Aditya memaksa.


"Lepas!" bentak Ram menepis kasar cekalan pria aneh menurut wanita berjilbab itu.


"Tidak sebelum kau tahu yang sebenarnya!' tolak Aditya.


Plak!


Ram berhasil melepas cekalan Aditya dengan menghentak keras tangan dan sedikit membuat pukulan berputar pada lengan Aditya.


Nyut .. nyut! tangan Aditya sampai berdenyut sakit.


"Ram! Apa kau tidak apa-apa?" tiba-tiba Bagaskara datang dengan wajah cemas.


Bagaskara menatap Bagas dengan mata tajam dan menusuk. Sebenarnya hati Bagas Aditya itu sedikit takut. Tapi ....


"Ram. Seandainya kau tahu. Bahwa laki-laki yang menikahi mu adalah aku Bagas Aditya. Bukan Bagaskara Raditya!"


Langkah Ram terhenti. Bagaskara sangat marah. Tapi, tubuhnya bergeming.


bersambung.


hoohohoho ....

__ADS_1


__ADS_2