PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 27.


__ADS_3

WANITA PENGGANGGU 2.


Ting tong!


Suara bunyi bell berkali-kali memekak telinga. Ram yang sedang berada di ruang keluarga berjalan untuk membukakan pintu.


Salah seorang asisten rumah tangga berlari dari dapur.


"Biar saya saja, Mba!" ujar Ram.


Asisten rumah tangga itu, mengangguk sambil mengucap terima kasih kemudian ia kembali ke dapur.


Ram membuka pintu. Sosok cantik dengan balutan super seksi. Berjalan masuk tanpa menggubris Ram yang membukakan pintu.


"Mana, Nyonya Mira?" tanyanya angkuh sambil melepas kacamata.


"Beliau sendang keluar," jawab Ram.


Wanita itu menoleh Ram. Ia menelisik sosok cantik dengan hijab instan berwarna hijau dengan branded nama artis papan atas. Netra yang terlapis softlens warna biru itu turun ke bawah melihat gamis lebar berwarna kuning gading, juga keluaran designer artis papan atas Indonesia.


Wanita itu tersenyum miring meremehkan penampilan Ram. Dalam pikirnya. Ada juga pembantu memakai baju dengan harga di atas satu jutaan.


"Maaf, Anda siapa ya?" tanya Ram dengan dahi mengkerut.


"Nggak usah pengen tau. Kamu tuh cuma babu. Sekarang ambilin gue minuman dingin. Cepat!" titahnya angkuh.


"Oh ... Anda salah. Saya ini menantu rumah ini," ujar Ram memberitahu.

__ADS_1


Wanita menatapnya tak percaya. Lagi-lagi ia memindai Ram sambil geleng-geleng kepala.


"Jangan kepedean kamu! Babu kok mimpi jadi Nyonya muda!" hinanya.


"Sepertinya anda harus keluar dari rumah ini. Di sini bukan tempat orang numpang minum," ejek Ram sinis.


Wanita itu membelalakkan mata. Tidak ada satu pun orang yang menghinanya.


"Hai ... kau tidak tahu dengan siapa kau berurusan?!" tanyanya kesal.


"Aku adalah Karla Putri Bratama, aku adalah kemenakan dari Tuan besar Anugrah!"


Ram hanya mengendikkan bahu. Wanita yang tengah hamil muda itu tak memperdulikan siapa yang berdiri di hadapannya.


Melihat Ram berlalu. Membuat Karla kesal. Ia pun menarik jilbab Ram.


Ram yang ditarik jilbabnya, langsung memegang tangan Karla, kemudian diputarnya tangan itu ke punggungnya, hingga ia merintih kesakitan.


"Hei ... apa yang terjadi?! Ram?"


Ram melepas kunciannya, kemudian membenahi jilbabnya. Karla langsung berlari memeluk Almira.


"Tante, aku disakiti olehnya. Padahal aku tidak melakukan apa-apa. Dia sangat jahat Tante!" adu Karla.


Mendengar fitnahan Karla. Ram berkacak pinggang sambil tertawa datar.


"Mama bisa lihat CCTV kan?" ujarnya sambil menunjuk kamera kecil yang menyempil di sudut plafon.

__ADS_1


Almira mengangguk sedang Karla langsung melepas pelukannya.


"Mau apa kau kemari, Karla?" tanya Almira datar sambil berjalan menuju sofa dan meletakan beberapa paper bag dengan logo branded ternama.


Karla langsung duduk dan menggelayut dengan manja pada Almira.


"Aku rindu sama Tante. Masa nggak boleh sih, aku ke sini?" jawab Karla sambil matanya menelisik paper bag yang ada di atas meja.


"Bukan nggak boleh. Tapi memang kamu tidak berkepentingan lagi untuk datang ke sini. selamanya!" Almira menekan kata terakhir.


Karla mulai mencebik bibirnya. Matanya berkaca-kaca, ia memulai drama.


"Aku tau, aku banyak salah. Tapi, apa tidak ada kata maaf dari Tante, hiks?" ujar Karla sendu.


Almira memutar matanya malas. Ia sangat tahu tabiat wanita yang kini tengah melakukan aktingnya tersebut.


"Saya sudah maafkan. Tapi, maaf. Kamu tidak boleh lagi datang ke sini untuk mengganggu," ujar Almira tegas.


"Tapi, Tante," Karla mencoba menyanggah.


"Tidak ada tapi. Sebaiknya kamu pulang, sebelum, Om kamu datang melihatmu," usir Almira.


Karla mulai terisak. Mencoba merayu tantenya. Hingga tiba-tiba.


"Mau apa kau kesini!"


Karla menelan saliva. Suara yang paling ia takuti. Anugrah memang sangat membenci kemenakannya itu. Bahkan ayah dari Karla yang merupakan adik sepupunya saja ia sudah tidak mau berhubungan lagi. Karena tabiat keluarga Karla.

__ADS_1


bersambung.


aih apa yang terjadi ... mohon maaf baru update


__ADS_2