PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 32


__ADS_3

Sepasang suami istri itu sudah rapi. Ram telah selesai merapikan tempat tidur setelah mengganti spreinya. Wajah wanita itu tak lepas dari bias rona merah karena malu mengingat nyaris tiga jam bercinta di tempat tidur itu.


Bagas yang melihat wajah sang istri yang merona, tersenyum. Entah mengapa ia tak bisa lepas dari wanita yang mendadak jadi istrinya itu.


Namun, ia sangat bersyukur, bisa menikahi wanita seistimewa Ramalia Az-zahra. Wanita yang kini mengandung buah cinta mereka.


Bagas memeluk istrinya dari belakang. Meraba perut yang sudah mulai membuncit. Sore ini mereka akan memeriksa kandungan.


"Mas," panggilan mesra sang istri membuat Bagas makin berhasrat.


Ia mulai mencumbu leher istrinya. Ram kegelian dan segera melepaskan kemesuman suaminya.


"Mas ... sayang. Sudah, ah. Sebentar lagi kita mesti cek-up kandungan Ram," ujar wanita itu mengingatkan.


Bagas akhirnya menghentikan cumbuannya. Pria itu membalik tubuh sang istri agar menghadap padanya.


Ram berbalik. Netra mereka saling mengunci satu sama lain. Hidung mereka menempel. Bibir Bagas hendak mencium bibir yang sudah menjadi candu baginya itu. Ram langsung mengecup singkat kemudian berhasil melepaskan diri dari rengkuhan suaminya.


Bagas hanya bisa mendesah dengan napas berat. Menatap istrinya yang kini sudah berada di pintu kamar khusus di ruang kantornya.


"Ayo, Mas. Dokter Fania sudah menunggu. Dari tadi beliau kirim pesan apa kita jadi cek kandungan," jelas Ram.


Bagas akhirnya harus pergi mengikuti keinginan istrinya. Dengan langkah gontai. Pria itu menarik pinggang berisi Ram secara posesif.


Ketika membuka pintu kamar. Tiba-tiba.


Byur!


Muka keduanya basah. Bagas murka bukan main. Siapa yang berani-beraninya melakukan hal bodoh pada dirinya selaku CEO di sini.


Tiar langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Gadis itu mengira jika hanya Ram yang keluar, karena ia mendengar suara Ram yang dekat dengan pintu tertutup.


"Tiar!" bentak Bagas.


Wajah Tiar langsung pucat mendengar suara Bossnya yang menggelegar. Bio yang mendengar suara teriakan Bagas langsung lari menuju ruangan atasannya itu.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Bio melihat keadaan Boss bersama istrinya itu basah. Pria itu langsung tahu siapa pelaku tidak sopan itu.


"Tiar!" Bio lalu angkat tangan. Enggan membantu orang yang berani cari masalah dengan atasannya.


"P-pak!" cicit Tiar pelan.


"Bio. Berikan manusia kurang ajar ini surat pemecatan secara tidak hormat dan langsung black list dia seumur hidupnya!" titah Bagas tegas.


Mendengar kata-kata, blacklist. Tiar memucat. Gadis itu menggeleng keras. Tidak terima.


"Jangan lakukan itu, Pak. Saya ini cemburu sama perempuan yang ada di samping Bapak!' teriak Tiar tidak terima.


Ram melongo. Bagas hendak melayangkan tangan untuk menampar gadis kurang ajar itu. Tapi, langsung dihentikan oleh Ram.


"Mas," Ram menghentikan tangan suaminya.


"Bio, panggil satpam dan seret perempuan kurang ajar ini!" titah Bagas.


Bio melakukan titah atasannya. Pria itu hanya menyesali kelakuan gadis yang kini menangis meraung memohon maaf. Dua satpam datang langsung menyeret gadis yang kini bersimpuh dan meraung.


Ram tertawa terbahak-bahak melihat ada gadis gila yang bisa lolos seleksi bekerja di perusahaan besar ini.


"Kenapa kalian bisa memasukkan gadis gila itu ke perusahaan?" tanya Ram tak percaya.


"Dia adalah orang dari rekomendasi perusahaan Om Dion," jelas Bagas menahan kesal.


"Hahahaha ... sudahlah. Ayo kita berangkat. Kita sudah telat," ajak Ram menyeret Bagas.


"Tapi, baju kita basah, Sayang," rengek Bagas.


"Kan nggak sampai kuyup ini. Lagian jalan sampai mobil juga udah kering," jelas Ram.


Bagas akhirnya menuruti. Pria itu mengikuti istrinya.


Sedangkan Tiar langsung dijemput oleh Dion, ayahnya. Ya. Tiar adalah sepupu jauh dari Bagas. Dion merupakan saudara misan Anugrah. Pria itu tak berhenti mengocehi kebodohan putrinya.

__ADS_1


"Abis aku kesel sama perempuan itu, Pa!" teriak Tiar protes.


"Perempuan itu istrinya Bagas, Tiar!" teriak Dion kesal.


Tiar diam. Ia sebenarnya tahu jika perempuan yang dibawa Bagas itu adalah istrinya. Gadis itu memang sangat cemburu buta.


Tiar sangat membenci perempuan yang datang mengganggunya berdekatan dengan Bagas.


Ketika datang, Bagas langsung menempel seperti lem pada istrinya itu. Mengabaikan kehadirannya yang sudah berpenampilan habis-habisan.


Gadis itu mengenakan pakaian formal. Kemeja putih bahan satin yang super ketat, hingga kancingnya nyaris lepas karena membungkus tubuhnya.


memakai rok span yang panjangnya hanya sejengkal dari pangkal pahanya. kakinya dia lapisi dengan stoking warna hitam. Gadis itu berhias dengan sangat cantik dengan bantuan MUA ternama.


"Perempuan itu menggoda Mas Bagas, Pa!" adu Tiar, "masa dia ngajak suaminya bercinta di kamar khusus ruangan Mas Bagas. Emang kantor ini rumah bordil apa!"


"Tiar! Jaga ucapanmu! Tidak ada namanya istri menggoda suami. Jika pun ada memang itu adalah kewajibannya. Lagi pula itu kantor suaminya!" jelas Dion kesal bukan main.


Entah setan apa yang merasuki otak putrinya itu. Dulu betapa ia bangga akan Tiar, karena gadis itu lulus dengan hasil yang bagus. Tapi, ternyata kelakuannya nol.


"Sekarang, kamu sudah di-blacklist seumur hidup. Kamu nggak bisa kerja di manapun bahkan di perusahaan kecil," ujar Dion masih dengan kekesalan.


Tiar hanya diam. Mukanya tertekuk. Gadis itu masih tidak terima dengan perempuan bernama Ramalia itu. Perempuan yang dalam pandangan Tiar sangat tidak pantas berada di sisi pria yang ia idamkan selama ini.


"Kali ini, Papa tidak bisa menolongmu," lanjut Dion menghela napas panjang. Pria itu tahu, jika putrinya tak mendengarkan dirinya sama sekali.


Dion akhirnya menyerah. Pikirnya, membiarkan gadis itu hingga ia kembali dalam kenyataan jika Tiar tidak akan bisa mendapatkan Bagas.


"Aku yakin bisa menyingkirkan wanita itu, dan menjadikan Mas Bagas milikku!' sungut Tiar.


Dion hanya menghela napas. Pria itu hanya takut jika putrinya nanti bisa gila, karena keinginannya tidak akan tercapai.


bersambung.


hmmm ...

__ADS_1


kok gue malu ya Ama kelakuan Tiar.


__ADS_2