PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN

PENGANTIN PENGGANTI DADAKAN
Bab 42


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian Ram nyaris ditabrak. Bagas, sudah menyuruh anak buahnya mencari siapa pelaku penabrak Ram.


Berkat kamera pengintai yang terpasang di sekitar komplek perumahan. Bagas mendapat info siapa pemilik mobil yang mengincar nyawa Ram.


Betapa murkanya Bagas ketika ia mengetahui jika itu adalah mobil Karla. Beruntung Bagas sudah melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib.


Mungkin karena rasa penasaran yang tinggi, hingga membuat pria itu mencari tahu sendiri, siapa pelaku tersebut. Padahal pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku.


Karla tertangkap lima hari setelahnya dengan kondisi mabuk berat. Bahkan, di tasnya terdapat tiga linting ganja, serbuk shabu dan tiga pil ekstasi. Kepemilikan barang haram yang begitu banyak membuatnya harus didekam di penjara cukup lama.


Tak lama tertangkapnya Karla. Ayahnya yang menjadi gembong narkoba ikut tertangkap Ternyata, Rendy Anugrah Bratama yang menyodorkan barang haram itu pada putrinya.


Bagas tak ambil pusing. Tertangkapnya Karla membuat ia bernapas lega. Bahkan, ia sangat yakin jika wanita itu tak akan bisa mengganggu sang istri selamanya.


"Gas!" panggil Anugrah.


"Iya Pa!" sahut Bagas.

__ADS_1


"Apa kau tahu jika Karla ditangkap?" tanya Anugrah.


Pria itu sama sekali belum tahu, jika Karla nyaris menabrak Ram, menantunya. Bagas sengaja tidak memberitahukannya.


Mendengar pertanyaan Anugrah, ayahnya. Bagas mengangguk.


"Iya, Pa. Aku tahu."


Anugrah menghela napas lega. Pria setengah baya yang masih mengeluarkan aura ketampanan juga gagah ini, bisa tenang ketika mendengar tertangkapnya Karla.


"Akhirnya anak itu, tak akan bisa menggangu lagi. Papa harap, selamanya ia tak mengganggu kita."


"Apa! Kenapa kau tak langsung memberi tahu!" teriak Anugrah marah.


"Ram tidak apa-apa, Pa. Untung dia ada bersamaku. Karla sengaja mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan ingin menabrak Ram. Aku yang tahu dan ada dekat dengan Ram langsung menariknya, hingga tabrakan itu tidak terjadi," jelas Bagas panjang lebar.


Anugrah hanya bisa mendengkus kesal. Mau marah juga percuma Kejadian sudah lewat, sedangkan pelakunya juga sudah tertangkap. Hukuman panjang akan dijalani wanita itu.

__ADS_1


"Oh ya, kandungan Ram sudah mendekati hari lahir, apakah kalian sudah mempersiapkan diri?" tanya Anugrah mengalihkan pembicaraan.


"Ram tidak mau operasi caesar, Pa. Dokter juga mengatakan jika Ram tak perlu melakukan itu," jawab Bagas.


"Tapi, apa tidak beresiko. Dia akan melahirkan bayi kembar loh!?" ujar Anugrah memperingati.


"Iya, tapi kata Dokter, Ram sangat siap untuk melahirkan secara normal. Bahkan letak bayi juga sangat sempurna. Sudah dijalurnya," jelas Bagas lagi.


Lagi-lagi Anugrah hanya bisa menghela napas panjang. Sungguh, ia ingin menantunya mendapat penanganan yang terbaik. Bahkan ia tak masalah jika Ram melakukan operasi caesar untuk melahirkan kedua cucunya. Bukankah sekarang caesar bukan hal tabu lagi.


"Baiklah jika Ram inginnya begitu. Kau sebagai prua harus menjadi suami siaga. Tetap dampingi istrimu," jelas Anugrah kemudian menepuk bahu Bagas.


"Iya Pa. Jangan khawatir, aku pasti menjaga istriku," ujar Bagas kemudian.


"Baiklah. Papa tinggal dulu. Setelah, Ram melahirkan. Mungkin Papa akan mengajukan pensiun dini. Papa lihat kepemimpinan kamu sangat bagus, malah membuat usaha kita makin maju," ujarnya. "Persiapkan dirimu lagi."


"Baik, Pa. Aku tidak akan mengecewakan Papa!"

__ADS_1


Anugrah menepuk bangga bahu putranya. Kini, ia makin menyayangi Ram. Dampak positif menantunya itu sangat mempengaruhi Bagas untuk jadi lebih baik lagi.


bersambung


__ADS_2