
Sementara itu...
Syakira menghabiskan waktu bersama Maya sahabatnya, hari ini mereka memutuskan bertemu di sebuah toko eskrim yang paling terkenal di kota itu...
Siang yang panas sama sekali tidak dirasakan keduanya karna asiknya bercerita..
''Jadi akhirnya kau jadi menikah dengannya Syakira...''tanya Maya serius..
''Semua terjadi begitu cepat di dalam hidupku Maya...aku juga tak menyangka kalau Rive adalah jodohku.''
Maya mengangguk sambil mengaduk eskrim miliknya...
ia menatap Syakira dengan pandangan yang penuh tanya..
''Syakira....entah informasi ini benar atau tidak...aku bahkan takut mengatakannya kepadamu tapi aku merasa tidak enak jika tidak mengatakannya..''
''Katakan saja Maya kau membuatku takut...'' sambung Syakira dengan wajah serius..
''Aku tak mau melakukan kesalahan yang sama padamu Syakira...bahkan dari kejadian kemarin aku belajar banyak..jadi anggap saja ini informasi untukmu...aku belum pasti tau kebenarannya namun kau perlu waspada...''ucap Syakira dengan tatapan berbeda.
Maya pun menyentuh jemari Syakira untuk menenangkannya..
''Kau tidak perlu khawatir Syakira...mungkin hanya perasaanku saja..''ucap Maya dengan tatapan tak terbaca sementara Syakira pun tersenyum sedih..mengapa dia menjadi takut sekarang..
''Baiklah...katakan apa yang kau ketahui Maya...''
Maya berdehem,....
''Jadi adikku adalah teman sekelas Shanon..dia pernah bercerita kalau mereka punya dendam dengan keluarga Steward..''
''Dendam...''ulang Syakira membeku di tempatnya..
''Yah...dendam pada salah satu keluarga itu..''
''Tapi dendam apa,...apa Daddy dan Paman,...''
''Tidak...bukan Daddy dan Pamanmu Syakira...dia bilang seorang wanita...''
''Kapan peristiwa itu terjadi Maya...mungkin saja bibiku...''
''Peristiwa itu 20 tahun lalu dan di lakukan oleh seorang wanita yang sombong dari keluargamu..''
Syakira menyandarkan tubuhnya....itu artinya, bukan Mommy Sherin atau juga Mommy Nia...lalu siapa....
Maya pun mencoba untuk membuat Syakira tenang..
''Aku bersalah karna telah membuat pikiranmu terganggu Syakira...namun, tak usah lagi memikirkannya...Syakira...kau akan menikah jadi jangan terpengaruh kata-kataku..''ucap Maya tersenyum..
''Tentu saja Maya...aku hanya sedang penasaran..mengapa ini semua terjadi padaku maksudku..aku baru saja akan menikah..mengapa ada cobaan...''
''Kau harus ingat satu hal kalau tuan Rive mencintaimu..''
''Tapi bagaimana kalau dia menikahiku karna dendam..''
__ADS_1
Maya dan Syakira saling menatap....
''Astaga aku menyesal memberitahumu Syakira...''
'Justru aku senang kau memberitahuku sebelumnya Maya...setidaknya aku punya alasan untuk mencari tau segalanya...''
''Baiklah tapi aku juga tidak yakin dengan informasi ini Syakira jadi kau benar-benar harus tenang Syakira....''
Syakira pun menganggukan kepalanya dalam-dalam meski hatinya sedikit nyeri membayangkan kalau apa yang di takutkan olehnya benar-benar terjadi kalau Rive sebenarnya menikah dengannya karna dendam..
Syakira pun akhirnya tersenyum getir sambil menghela nafasnya,...
''Yah...semoga saja apa yang aku takutkan tidak benar Maya..karna aku sungguh mencintai Rive,...''ucap Syakira mengambil sesendok eskrim penuh dan memasukannya ke mulutnya...Syakira pun menghela nafas....matanya berkaca-kaca..
''Semua akan baik-baik saja Syakira...''ucap Maya merasa bersalah karna dirinya telah membuat sahabatnya sedih....
''Mari jangan pikirkan apapun...apalagi perkataanku Syakira..kau akan menjadi pengantin yang berbahagia dan tuan Rive akan melindungimu dengan nyawanya..''ucap Maya menghibur...
''Yah..kau benar...RIve tak mungkin menyakitiku...''Syakira berusaha menepis keraguan di dalam hatinya...yah Rive tidak akan melakukannya kan..?
Walau sepanjang hari itu Syakira sama sekali tak bisa tenang, tentu saja hatinya selalu di liputi tanya kalau mungkin benar kalau Rive mendekatinya untuk balas dendam, hal itu membuat Syakira merasa sakit kepala...
Namun keduanya tetap melanjutkan makan siang di hari itu dengan tawa dan canda...
Ketika hari sudah selesai...Syakira dan Maya keluar dari restoran dengan penuh senyum sementara...
''Jangan lupa hadir di pesta pernikahanku Maya..aku ingin kau menjadi pengiring pengantinku..''
''Aku harap kau akan menemui jodohmu disana...''bisik Syakira penuh harap..
''Aku harap juga begitu..''balas Maya terkekeh..
Keduanya sampai di halaman parkir sampai akhirnya sebuah mobil mewah mendekati mereka dan sosok Rive keluar dari sana dan mendekati Syakira penuh senyum..sementara gadis itu menatap mata Rive yang terlihat misterius,...
Apakah pria ini benar menikahinya karna cinta....yah..pertemuan mereka sangat singkat di tambah lagi jarak untuk jatuh cinta juga terlalu dekat hingga Syakira menjadi bimbang...yah....ia akan hancur jika pria ini benar menipu cintanya..
''Sayang......''
Rive memeluk Syakira dengan lembut dan mengecup dahinya dengan posesif..
''Kita pulang sekarang...''
''Baiklah sayang..''balas Syakira lalu memandang Maya dan berpamitan..
''Jangan lupa untuk datang ke pesta pernikahanku..''ucap Syakira menuntut.
''Baiklah...aku akan pergi...''
Maya lalu menunduk hormat ketika melihat Rive tentu saja dia sangat segan pada Rive yang menatapnyan dengan datar teringat dengan penghiatannya di masa lalu..
Mereka pun masuk ke mobilnya dan meninggalkan Maya...hingga gadis itu menghela nafasnya..
''Ya ampun Syakira...jangan sampai dugaanku benar..''ucap Maya dengan matanya yang tajam..
__ADS_1
'Sementara di dalam mobil, Syakira pun menoleh menatap Rive yang sedang fokus menyetir ia pun berdehem..
''Rive...''
''Ya sayang....'' Rive mengecup punggung tangan Syakira sembari menyetir..
''Aku ingin tau tentang keluargamu...kita akan menikah jadi....tak masalah kan kalau aku....ingin tau tentang dirimu..''ucap Syakira...
Ucapannya membuat Rive menghentikan laju mobilnya...Syakira menyadari ada perubahan di wajah Rive yang dia sembunyikan dalam senyuman..Rive meremas stir mobilnya sedikit lebih kuat..
''Syakira.....tak ada yang istimewa...aku adalah seorang yatim piatu dan punya seorang adik perempuan bernama Shanon...''
''Aku ingin mengunjungi makam orang tuamu...''
Hening.....
''Mengapa kau ingin mengunjunginya...''
''Bukankah aku adalah calon menantu mereka...''
Rive merenung sebentar lalu mengangguk patuh....
''Baiklah aku akan membawamu kepada mereka...''ucap Rive berusaha tenang..
Syakira pun menganggukan kepalanya...
''Ehm.....Rive...''
''Ada apa sayang...''
Keduanya bertatapan...
''Apakah ayah dan ibumu meninggal sudah lama...''
Rive terdiam cukup lama, bicara tentang orang tuanya seakan membuka luka lamanya...yah....Rive begitu terluka karna kehilangan ayahnya...ia kehilangan pegangan dan percaya diri cukup lama...
''Ayahku meninggal cukup lama, karna kecelakaan.''
Deg!!!!
''Kecelakaan...''ulang Syakira merasa jantungnya berdebar takut yah...dia sungguh takut sekali menyadari kalau Rive terlihat begitu terluka...
''Yah....seseorang yang begitu kejam menabrak ayahku hingga meninggal.....dia adalah manusia paling kejam...''Rive seperti menahan emosinya..
Entah mengapa Syakira mulai merasa takut, yah...dia takut sekali apa yang akan terjadi...dia takut kalau apa yang di katakan Maya adalah benar...seseorang dari keluarganya telah membuat duka itu menganga lebar yang membuat luka itu tergambar jelas di mata Rive...meski dia tidak tau siapa orang itu.
''Apakah seseorang itu sudah di hukum..''tanya Syakira dengan suara serak..
Rive menoleh dengan menahan geram....
''Dia belum tersentuh hukum tapi aku akan pastikan waktunya sudah dekat...'' desisnya dengan aura dendam yang membara.
Syakira membeku...........
__ADS_1