
Rive membeku melihat seekor kecoa yang tersesat di dalam toilet...dia telihat pasrah jika mungkin Rive akan mengambil hidupnya...
''Cepat ambil dia...''jerit Syakira tak sabar..
Rive kembali menatap Syakira dan kecoa silih berganti..lalu muncul sebuah ide nakal di dalam kepalanya....ia pura-pura hendak menangkap kecoa itu tapi malah meloloskannya..kecoa itu malah melarikan diri dan mendekati Syakira yang semakin ketakutan...
Karna terlalu takut Syakira melompat ke arah Rive dan membuat pria itu sontak menggendongnya...
Deg!!!!!!!!
Syakira gemetar dan semakin erat memeluk Rive, pria itu tersenyum...ini pertama kalinya mereka berpelukan setelah sekian lamanya..
''Mengapa kau salah menangkapnya..astaga..kau membuatku kesal..''jerit Syakira masih memeluk tubuh Rive....
''Dia terlalu lincah..lantas apa yang kau lakukan disini...''
''Aku ingin mandi...''
''Mandi...yang benar saja..luka operasimu...''
''Aku baik-baik saja...''
''Tidak...bagaimana kalau kita bertanya pada dokter...''
''Tapi..........''
Rive membawa Syakira keluar dari kamar, meski Syakira protes dan mendekati tempat duduk..sepanjang jalan itu Syakira bisa melihat otot tegas dari pria ini..dia sangat kuat dan berat badan Syakira seolah bukanlah penghalang baginya...dia mengangkat Syakira seolah dia ringan seperti kapas..
Waaooowww....
Tubuh Syakira di dudukan kembali sementara wanita itu memalingkan wajahnya ke arah lain, dia tampak malu-malu....
Rive setengah berlutut agar sejajar dengan tubuh Syakira keduanya bertatapan...
''Jika kau mau ke toilet untuk apapun kau harus memanggilku..''
''Tidak...aku tidak mau tuan Rive..''
''Tuan Rive...mengapa kau memanggilku tuan Rive...aku suamimu..''
''Tapi aku tidak merasa seperti itu...aku tidak ingat apapun..''
''Meski kau tidak mengingat apapun tapi kau tak bisa mengabaikan fakta kalau kita suami istri..''
Rive kedapatan memandang permukaan dada Syakira yang tertutup handuk..wanita itu sontak menutup mata Rive dengan cepat...
''Apa yang kau lakukan....''
''Meski kau bilang kita sudah menikah, aku sudah melahirkan anakmu tapi..kenyataanya adalah aku tidak ingat apapun tentang dirimu, mengapa begitu...apakah kau punya dosa besar padaku..''desis Syakira lalu membuka mata Rive..
__ADS_1
Pria itu mendesah malu...
''Kau melihat dadaku, astaga betapa mesumnya dirimu..aku yakin kau pasti memperkaosku dulu dan memaksaku menikah...''ucap Syakira menyindir..
Rive tak mampu untuk menahan tawanya, bagaimana tidak..ucapan Syakira membuatnya lucu, ia bahkan tak bisa membayangkan kalau di depannya adalah Syakira..
Pria itu kemudian memasang wajah serius hingga Syakira menjadi gugup..ia mendekatkan wajahnya....
Rive mengangkat tangannya dan menyentuh permukaan dada Syakira dengan posesif...
''Tuan Rive...''
''Jangan lupa tubuhmu adalah milikku Syakira Roman...'' bisik Rive lembut,...
''Syakira Roman...''ulang Syakira tak terima..namun dia tak sempat menghindar ketika
Dalam sekejap pria itu mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Syakira dengan lembut dengan penuh perasaan cinta yang membara..yah dia sudah merindukan Syakira dengan begitu besar, selama ini dia selalu menyntuh Syakira dengan kasar dan sedikit menuntut namun kini berbeda..Rive ingin menyentuh Syakira dengan lembut dan penuh perasaan cinta..., sementara itu Syakira terkejut setngah mati..wajahnya merah padam..beraninya Rive memanfaatkan dirinya, beraninya Rive melakukan ini padanya..meski dia mengaku sebagai suami tapi Syakira tidak menyimpan memory bersamanya jadi bukankah hal ini keterlaluan..?
Pria ini sudah gila, apakah Rive sengaja ingin memanfaatkan dirinya..benarkah itu sial.......
Syakira tak terima....ketika Rive sedang asik mencumbunya, pria itu terkejut ketika dia merasakan tendangan kuat yang di arahkan Syakira di perutnya...karna memang dia sedang tidak siap, tubuh Rive terdorong ke belakang dengan dramatis..pria itu mengangkat wajahnya dengan tatapan tak terbaca..ia cukup terkejut ketika Syakira berani menendangnya..
''Haisss....mengapa kau menciumku, aku beritau yah aku tak bisa di tipu...aku tak akan pernah mau kau manfaatkan.''desis Syakira menantang..
Syakira lalu bangkit dan melangkah meninggalkan Rive yang terdiam...pria itu mengepalkan tangannya..mengapa sikap Syakira berubah drastis...mengapa dia berubah kejam...Rive memejamkan matanya...
Sekali lagi dia harus sabar.......
Bagaimana cara menghadapi Syakira,..??
********
Dokter Harry tertawa mendengar ucapan Rive pdanya, sejak Syakira di bawah pengawasan rumah sakit, mereka berubah menjadi teman yang akrab..
''Tak ada obat yang bisa memulihkan ingatannya dokter..aku sungguh menderita...''keluh Rive frustasi..
Dua minggu berlalu tapi Syakira menjauhnya seperti virus, yah..wanita itu ketakutan ketika berdekatan dengan Rive..
''Aku hanya bisa memberi vitamin untuk mendorong daya ingatnya, kau ingat tentang ingatan jangka pendek dan panjang, mungkin saja kau sedang apes sekarang tuan Rive...ingatan nyonya Syakira cukup lama.''
Rive menggeleng frustasi..
''Aku menderita....''
''Bersabarlah...itu karna sebelumnya nyonya Syakira mengalami tekanan yang cukup mengganggu jiwanya karna itu ketika di alam bawa sadarnya, nyonya Syakira ingin melupakan ingatan pahit itu tapi malah dia melupakan semua ingatan tentang tuan Rive..bersabarlah dan jangan putus asa...lagi pula..ada putri kalian yang akan menjadi pengikat..''
Rive mengangkat bahu..
''Bisakah aku merasa pesimis...dia akan membenciku selamanya...''ucap Rive sedih..
__ADS_1
Dokter Harri tersenyum kembali...
''Beri nyonya Syakira waktu, kata orang waktu akan menyembuhkan luka bukan..jadi...bersabarlah..''ucap dokter Harri memberi penghiburan..
''Aku akan mencobanya Dokter...dan aku benar-benar berharap penyiksaan ini tidak lama..''
''Kita akan liat nanti tuan Rive...''
**************
Sudah hampir dua bulan, setelah putri mereka lahir dan akhirnya waktu yang di tunggu oleh Rive tiba..putri kecilnya bertumbuh dengan baik dan semakin sehat hingga bisa di bawa keruang perawatan yang di gunakan Syakira dan Rive selama dua bulan...
Syakira tak mampu berkata apapun, selain dia terharu melihat makluk kecil yang manis yang berada di depan matanya, hal yang sama di rasakan Rive,...melihat bayi mereka membuatnya semakin kuat menjalani hidup..tentu saja meski tak mudah...apalagi harus sabar menghadapi Syakira..Rive yang menggendong tubuh kecil itu karna Syakira masih sedikit takut..
''Jadi nyonya dan tuan masih akan berada di penginapan rumah sakit sampi seminggu ke depan, agar dokter memastikan nona Steward baik-baik saja...''
Syakira mengangguk patuh...
''Terimakasih suster..'
''Baiklah..oya...nona Steward belum di beri nama jadi silahkan tuan dan nyonya berdiskusi..aku akan kembali besok pagi untuk pemeriksaan bayi..''
''Baiklah....terimakasih...kami akan memikirkan nama yang cantik.''balas Rive lembut.
''Baiklah kalau begitu..''
Suster itu meninggalkan penginapan mereka dan Syakira segera menutup pintu...
Pria itu membawa tubuh kecil itu menuju sofa dan duduk dengan hati-hati sementara Syakira mendekat..
''Dia cantik sekali...''bisik Rive terpana..
''Dan mirip denganmu..''bisik Syakira pelan..
''Kau yakin sekarang dia anakku..''
Syakira mengangguk sambil mengigit bibirnya..
''Ehm...kau akan menamai dia...''
''Anastasya Roman...''ucap Rive dengan mata yang berbinar...
Syakira hanya mengangguk patuh..
''Nama yang bagus..''balasnya pelan..
Dan Rive menatap Syakira dengan tatapan tulus...
''Terimakasih Syakira...meski kau belum mengingat siapa aku dan hubungan kita..tapi...dari dalam hatiku aku sungguh ingin minta maaf dan terimakasih karna kau sudah melahirkan anakku..''tatap Rive dengan mata berkaca-kaca...
__ADS_1
Syakira membeku mendengar ucapan Rive yang lembut...mengapa hatinya berdebar...