Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Rasanya Menyakitkan


__ADS_3

Syakira merasa sesak ketika melihat garis positif di tespek miliknya, jantungnya berdegup kencang menyadari ia benar-benar hamil..


''Syakira.......aku akan mendobrak kalau kau tidak juga membuka pintu..''teriak Rive dari balik pintu..


Syakira mengangkat wajahnya dia teramat ketakutan...bagaimana sekarang, bagaimana kalau Rive tau dia mengandung anaknya...bagaimana kalau Rive membenci anaknya juga..bagaimana kalau Rive melakukan sesuatu pada bayinya karna kebenciannnya yang termat besar pada Syakira..


Airmata Syakira berguguran...ia lalu membuang tespek di dalam kantong sampah dengan wajah yang pucat,..tak ada pilihan selain menyembunyikan kehamilannya...


Syakira bangkit berdiri, mengusap airmatanya dan segera keluar dari sana..


Ketika dia membuka pintu, Syakira langsung mendapat tatapan tajam dari Rive,...


''Apa yang kau lakukan disana..apa kau sengaja ingin menghindari malam pertama kita...''


Syakira menggeleng sembari memegang pelipisnya..


''Aku hanya membersihkan diriku saja....aku tidak berusaha menghindar..'' rintih Syakira sedih..


''Bohong......'' teriak Rive murka.


''Mengapa aku harus berbohong, Rive...aku sudah tau mengapa kau menikahiku..di antara kita sudah tak ada yang perlu di sembunyikan lagi....aku lelah dan jika kau memang ingin menyentuhku maka aku...akan menerimanya...'' airmata Syakira menetes di wajahnya.


Hening........


''Dan kau pikir aku akan kasihan pada wajahmu....''


Rive mendekat dan mencengkram wajah Syakira hingga wanita itu menatapnya dengan tajam..


''Setiap melihat wajahmu maka aku akan ingat dengan ibumu, wanita sombong yang telah melemparkan uang dalam tas dengan penuh penghinaan....kau...akan membayar atas dosa yang dia lakukan pada keluargaku...atas semua rasa sakit yang keluargaku rasakan..''


Syakira mengangguk menyerah..dia benar-benar menyerah atas hidupnya sekarang..


''Bertahanlah....kita masih berada di kota yang sama dengan Daddy dan pamanku tinggal...minggu depan kau akan membawaku pergi kan....balas dendamlah sesukamu ketika kita sudah pergi....tapi kita baru saja menikah, dan aku tak mau mereka curiga pada wajahku yang terus menangis..karna berpura-pura bahagia itu butuh tenaga Rive....aku akan rela walau mungkin kau akan menyiksaku sampai mati disana...jadi...bertahanlah...''ucap Syakira mengigit bibirnya yang hampir berdarah...


Rive membeku mendengar jawaban pasrah yang di tunjukan Syakira..ia juga tersadar seketika...mereka baru saja menikah dan jika Syakira terus menangis bukankah hal itu akan membuat semua orang curiga..


''Kalau begitu lepaskan pakaianmu sekarang...''


''Rive....''


''Sekarang Syakira...''teriak Rive murka...


Syakira menangis lagi ketika dia tau dirinya sedang hamil, semoga Tuhan menguatkannya....ia tak ingin kehilangan anaknya...


Rive mendorong tubuh Syakira ke atas ranjang dan mendekatinya dengan sinar mata tajam...pria itu melepaskan jas berikut dasinya dengan tatapan membara........


Skip..........

__ADS_1


**********


Syakira duduk di ruang makan bersama Rive..mereka makan bersama, untuk sementara mereka masih tinggal di apartemen sebelum berangkat ke kota lain yang telah di siapkan Rive...


Syakira menatap makanan di depan matanya dengan tidak berselera..seluruh tubuhnya merasa nyeri, karna percintaan semalam yang di lakukan Rive dengan kasar..


''Mengapa kau tidak makan...''tanya Rive dari seberang meja,..


Syakira mengangkat wajahnya...bertemu dengan tatapan Rive yang tajam..


''Aku tidak suka makanan ini....mungkin nanti siang aku akan mampir kerumah Daddy....''ucap Syakira pelan..


Rive tertawa kesal....pria itu bangkit dan sesaat kemudian menjatuhkan semua makanan yang ada di atas meja, semua priang dan gelas jatuh berhamburan di lantai menimbulkan bunyi yang mencekam...


Hening...


Syakira terkejut sambil memegang dadanya..


''Bersikaplah seperti nona besar dan manja..perlu kau ingat ketika kita sampai di tempatmu yang sebenarnya maka kau tak akan pernah di layani seperti seorang putri,....apa kau mengerti..''teriak Rive dengan murka..


Usai berkata Rive meninggalkan ruang makan dengan aura dingin yang luar biasa mencekam..airmata Syakira sekali lagi harus jatuh...


Mendengar bunyi pecahan gelas dan piring dari ruang makan, seorang pelayan datang menghampiri Syakira dan menatapnya dengan sedih..


''Apa yang harus aku lakukan...''jerit Syakira gemetar,..


Syakira mengangguk dengan tatapan hancur, Serena bangkit dan melangkah lemah menuju balkon dan kembali menangis disana,...Syakira memejamkan matanya, jemarinya menahan dadanya dengan ketakutan...


Rive terlihat begitu kejam dan seolah kehilangan kasih sayang dalam dirinya, entah dimana perasaan itu..atau memang sejak awal Rive tidak pernah mencintainya dan hanya ingin membalas dendam..sungguh hal ini membuat Syakira tak mampu bertahan..


''Anakku...maafkan ibu....maaf, ayahmu tidak bersalah..jangan marah padanya okey...beri ayah waktu untuk menyembuhkan luka di hatinya...Ibu rela menjadi pelampiasan rasa sakit ayahmu yang terpenting adalah dia akan lebih baik nanti...''


Syakira menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha tenang..meski dia baru saja mengalami badai yang diciptakan suaminya...


Syakira memilih merelakan dirinya, toh...ini semua terjadi karna perbuatan Mommy Nessa...dan ia bertekad akan menebus kesalahan Mommy sebagai alat balas dendam...


**********


Untuk kesekian kalinya, Syakira merasakan kram di perutnya dan tidak nyaman...karna itu dia memutuskan ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungannya dan juga rasa sakit yang tak kunjung berhenti...Syakira pergi ke dokter sendirian tanpa ingin di temani siapapun termasuk Rive yang sedang sibuk dengan kepindahan mereka yang akan di lakukan 3 hari lagi..


Sampai di rumah sakit, oleh dokter Syakira di minta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kandungan..sedikit lelah namun Syakira mencoba untuk kuat...Syakira juga sengaja mematikan ponselnya agar Rive tidak tau kemana dia pergi..


''Duduklah Nyonya Syakira..''ucap sang dokter kandungan perempuan bernama dokter Dewi..


''Terimakasih dokter..lalu bagaimana dengan kandungan saya..''


Dokter Dewi melepaskan kacamatanya dan menatap mata Syakira dengan dalam...

__ADS_1


''Ada dua berita untuk di dengar sore ini...''


Wajah Syakira berubah cemas...


''Apa maksud dokter...''


''Nyonya Syakira..memang benar nyonya sedang hamil saat ini dan usia kehamilannya sudah 3 bulan..''


Syakira tersenyum walau tak lama..dokter terus melanjutkan pembicaraannya..


''Lalu apa berita buruknya dokter..''


''Setelah di lakukan pemeriksaan lanjutan, kami menemukan sel kangker ganas di rahim anda,...dan mau tidak mau kita harus melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawa anda nyonya..''


Deg!!!!


Bagai petir di siang hari, ucapan sang dokter mampu membuat Syakira membeku...


''Apa...apa maksud dokter...aku akan mati jika tidak melakukan operasi..''


''Yah.......''


''Apakah aku bisa hamil lagi dokter...''


''Sayangnya tidak karna kami harus mengangkat rahim nyonya...aku minta maaf...''


Syakira menggeleng enggan, lebih baik dia mati dari pada membunuh bayinya..


''Aku tidak akan mau dokter..''


''Tapi kehamilan ini sangat beresiko untuk anda nyonya...bukankah hidup anda lebih berharga..''Dokter berusaha membujuk.


Syakira menggeleng...


''Tidak....aku tak akan pernah melakukannya, dokter...hidupku tidak akan berharga jika tanpa anakku...''isak Syakira terbata-bata..airmatanya kembali berguguran..


Syakira menyentuh jemari Dokter itu dengan penuh permohonan..


''Aku mohon..rahasiakan ini dari semua orang, dokter Dewi aku mohon...aaku tak bisa hidup tanpa anakku...aku ingin melihatnya aku...bahkan sudah merasakan detak jantungnya tadi...bagaimana bisa aku membunuhnya..tidak...aku tak bisa dokter..ini pilihanku dan aku tak akan menyerah...''


Dokter Dewi ikut sedih dan meneteskan airmatanya..


''Bagaimana aku bisa mengatakan padamu kalau hidupmu dalam bahaya..''ucap sang dokter memohon..


Syakira menggeleng...


''Aku tidak mau kehilangannya...aku tidak mau..''isak Syakira sedih...

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2