Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Hilang Ingatan


__ADS_3

Sherin membeku ketika menyadari Syakira semakin histeris ketika dia mendekat...


''Syakira..tenanglah...''


''Tidak...aku tak ingin ada orang lain bersamaku tidak..''


''Tapi aku adalah Mommy Sherin sayang, mengapa kau bersikap seperti ini..''Sherin terlihat sedih..


Syakira menutup telinga dan matanya dia menjerit keras sama sekali tak mau di temui siapapun.


''Pergilah aku mohon....aku tidak mengenalmu jadi jangan mendekat...''jerit Syakira dengan nada keras, sementara Sherin akhirnya mengalah..


''Baiklah...aku akan pergi...aku akan pergi sekarang okey...'


Sherin membalikan tubuhnya dan seketika keluar dari ruang perawatan Syakira dengan wajah beku..ia tak menyangka bahwa Syakira mengalami lupa ingatan...yah...Sherin harus segera memberitahu Alex dan Rive...wanita itu melangkah pergi namun sebelum itu dia mengatakan semua yang Syakira alami pada dokter yang menangani operasi..


************


''Apa....hilang ingatan...''jawab Alex dan Rive serentak.


''Yah...itu benar, dia begitu histeris ketika melihatku dan aku...tak menyangka dia akan melupakanku..''


Rive menundukan kepalanya, rasa bersalah kembali menuduhnya...


sementara kesedihan juga tergambar jelas di wajah Alex...dia tak menyangka kalau Syakira akan melalui semua ini..


''Baiklah...kita akan menemui dokter sekarang...'' ucap Alex hendak membalikan tubuhnya..


''Tuan Alex...aku ikut..''ucap Rive dengan tatapan penuh harap..


''Tapi kau bahkan masih sakit..''


Aku hanya mengalami luka namun bagaimana bisa aku tenang kalau Syakira tidak mengingat semua hal...aku tak bisa berdiam diri...''


Sherin dan Alex saling menatap....


''Aku rasa kali ini kita membutuhkan Rive..siapa tau dengan melihat Rive...Syakira bisa mengingat sesuatu...''


Alex akhirnya mengangguk,....tak lama kemudian salah seorang perawat melepas selang infusnya..mereka akhirnya keluar dari sana dan menuju ruang perawatan milik Syakira...


Ketika mereka hampir sampai...terdengar jeritan Syakira dari luar...rupanya beberapa dokter sedang memeriksanya..mereka akhirnya masuk namun doktr sudah menyuntikan obat penenang yang membuat Syakira menjadi tenang..

__ADS_1


Semua tampak cemas dan saling menatap...dokter Harri membalikan tubuhnya dan menatap mereka satu persatu....ia menghela nafas..


''Bagaimana keadaannya dokter..mengapa Syakira bisa melupakan kami..''tanya Sherin cemas..


Dokter Harri berdehem...


''Mari ikut ke ruangan saya, biarkan pasien istirahat...''ucap Dokter dengan singkat..


Mereka akhirnya keluar dari ruangan Syakira, sementara Rive masih menoleh dengan mata yang basah,...lalu keluar dari sana dengan wajah sendu...


***************


Dokter Harri menatap mereka masing-masing...


''Apakah sesuatu terjadi kepada Syakira dokter...mengapa dia bisa hilang ingatan..''tanya Rive penasaran...


''Pertama-tama, kami sudah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan hal serius yang terjadi pada tubuh pasien, namun yang harus kita tau adalah, operasi bisa memicu stres bagi pasien tertentu dan hal itulah yang berpengaruh pada ingatan, baik itu ingatan pasien jangka pendek atau jangka panjang...selain itu anastesi juga mempengaruhi otak dan hal itu yang menjadi salah satu penyebab hilangnya ingatan setelah operasi...''


'Penjelasan sang dokter membuat Rive menunduk...matanya berkaca-kaca, tentu saja Syakira begitu stres menghadapi operasi karna dia tau...dia atau bayinya yang tidak selamat...oh Tuhan...jangan biarkan ini terlalu lama....jangan biarkan Syakira yang terus menderita itu tidak adil bukan...biarkan dirinya yang menderita saja...


Rive mengusap wajahnya dengan kasar..


''Tentu saja...hal ini sangat berpengaruh dengan dukungan keluarga...hilangnya ingatan ini bisa saja hanya dalam jangka waktu pendek atau panjang, namun secara medis kami akan mendukung penuh pasien agar bisa segera pulih...''jelas sang dokter,..


''Baiklah terimakasih atas penjelasannya...dokter..''


''Baiklah tuan Rive, tuan Alex dan nyonya Sherin...bayi perempuan nyonya Sherin sedang berada di dalam inkubator....untuk sementara demi menjaga kondisi bayi agar tetap steril..keluarga hanya bisa melihat dari kaca...''


Rive kembali berkaca-kaca menyadari kalau putrinya benar-benar telah lahir kedunia dengan penuh keajaiban, sementara bagi Sherin dan Alex mereka juga bahagia karna sekali lagi..mereka mendapatkan cucu pertama dari keluarga Steward...


''Terimakasih dokter...''ucap ketiganya dengan senyuman lega.


*********


Melalui pintu kaca....


Ketiganya menatap seorang bayi mungil yang tertidur di dalam inkubator...tubuhnya lebih besar dari bayi prematur lainnya...dia cantik sekali..hal itu membuat Rive kembali berkaca-kaca..


''Kau sangat cantik putriku...''bisik Rive tanpa sadar airmatanya menetes...


Alex dan Sherin juga terharu...mereka meminta seorang perawat bayi untuk mengambil gambar putri kecil mereka...dan menjadi takjup..putri kecil itu sangat cantik dan mirip dengan Rive....

__ADS_1


''Aku ingin membunuhmu tadi Rive...tapi..melihat wajah malaikat itu rasanya semua amarahku hilang.''Alex mengusap airmatanya..


Rive juga menangis bahagia dia menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Aku tidak berani bersumpah di hadapan tuan Alex dan nyonya Sherin..tapi aku tak akan mampu menyakiti mereka lagi..aku memohon ampun...hari ini di depan anakku...aku akan menyrahkan hidupku pada Syakira dan putriku.''Rive kembali menjatuhkan diri di hadapan Alex dan Sherin...


''Yah...kau sudah menjadi seorang ayah sekarang, jangan merendahkan dirimu...semua orang punya masa lalu dan aku tak akan pernah mengingat masa lalumu Rive...aku juga bukan pria yang suci...tapi aku akan memilih percaya kepadamu...''ucap Alex sembari memeluk istrinuya Sherin...


''Jaga baik-baik istri dan anakku Rive...''ucap Sherin..


''Baik Nyonya...''


''Panggil aku Mommy...karna kau juga anak kami sekarang, berbahagialah dan jangan pernah saling menyakiti lagi..''


''Aku akan mengingat semua kata-katamu Mommy Sherin,...terimakasih..''ucap Rive menundukan kepalanya dalam-dalam..


**********


Setelah memastikan kondisi Syakira sehat, walau ingatannya masih belum kembali...Alex dan Sherin akhirnya kembali pulang ke kota mereka...ada banyak kesibukan yang menanti keduanya belum lagi anak-anak..jadi Rive mengerti itu..


Setelah pulang dari bandara untuk mengantar Alex dan Sherin, Rive akhirnya kembali ke rumah sakit, seperti biasa dia akan singgah ke ruang bayi dan cukup puas menatap sang putri dari jauh...setelah puas, dan waktu kunjung selesai maka Rive menuju ruang perawatan Syakira...pria itu menggelengkan kepalanya seraya tersenyum...bagaimana ketika ia dan Syakira seperti orang asing...


Pintu ruang perawatan itu terbuka dan pria itu melangkah masuk, ia langsung melihat Syakira sedang menatap ke luar jendela...dia tampak bosan..


''Selamat pagi...''sapa Rive mengantar sarapan pagi yang sehat untuknya..


Syakira menoleh dengan wajahnya yang polos...ia kesal sekali melihat pria tidak tau diri ini yang selalu datang meski dia telah mengusir...


''Mengapa kau selalu datang, apa kau tidak punya pekerjaan lain...astaga..'' Syakira memilih berbaring miring membelakangi Rive hingga pria itu memejamkan matanya..


Sabar........


''Kau belum sarapan Syakira...aku.......''


''Berhenti....jangan mendekatiku, kau benar-benar tidak punya malu yah....menjauhlah dariku aku kesal sekali melihat wajahmu......''jerit Syakira memberi peringatan..


Rive hanya mampu mematung di tempat apakah dia sedang menuai badai...mengapa menyakitkan sekali melihat tatapan tajam dari istri yang biasanya selalu sabar, tersenyum dan takut padanya..


Rive menghela nafas.....


''

__ADS_1


__ADS_2