Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Ampuni Aku


__ADS_3

Syakira membeku ketika Rive memeluk perutnya dengan erat dan membenamkan wajahnya dalam-dalam..


''Rive...apa yang kau lakukan...''


''Bunuh aku saja Syakira....aku adalah pria yang kejam, aku jahat...aku melakukan kesalahan besar padamu Syakira...aku bukanlah manusia,...aku sungguh....menyesal...''airmata Rive tumpah di pelukan Syakira...


Sementara Syakira menurunkan pistolnya dan menjatuhkannya ke atas karpet,...mana mungkin dia bisa membunuh Rive...mana mungkin dia lakukan hal yang paling menyakitkan untuknya...Syakira tak mungkin bisa menyakiti orang lain....apalagi Rive..


''Bagimana bisa aku membunuhmu Rive,....bagaimana bisa aku menghancurkan hatiku sendiri....aku bahkan telah memaklumi semua perbuatanmu Rive.....aku bahkan sudah memaafkanmu...''


Syakira mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Rive hingga pria itu menjauhkan tubuhnya, Syakira membimbing Rive berdiri dan mereka saling menatap dengan tajam...


Rive menarik Syakira mendekat hingga setengah memeluknya...


''Aku akan menebus kesalahanku Syakira...aku mohon...maafkan aku..''


Syakira terkejut ketika Rive mengambil sapu tangan dan menutup hidung Syakira dan dalam sekejap wanita itu jatuh tak sadarkan diri, Rive telah membiusnya..semua ini di lakukan Rive agar dia bisa tau sakit apa yang di derita Syakira,....yah...Rive tak ingin memaksa Syakira dalam keadaan sadar tapi jika wanita ini tertidur maka dia bisa melakukan apapun dan lebih gampang kalau Syakira tertidur,...


Rive menatap wajah Syakira yang tertidur pulas..wanita itu tampak pucat namun tetap saja dia sangat cantik...Rive mengusap airmatanya..


''Aku tak akan membiarkan dirimu seperti ini Syakira...aku akan menyelamatkanmu....kau dengar itu..aku tak bisa..kehilanganmu seperti ini...''desis Rive lalu mengangkat tubuh Syakira yang tak sadar dan membawanya keluar dari kamar menuju mobil..


Rive sendiri yang mengemudi mobilnya...dengan sedikit cepat dari biasanya..Rive benar-benar di liputi kecemasan yang begitu besar...di usapnya matanya berkali-kali..dadanya terasa sesak karna di liputi rasa bersalah yang menghantuinya setiap detik...


Memandang wajah Syakira yang tertidur membuat pria itu semakin hancur...


''Akan kulakukan segalanya Syakira...aku akan melakukan segalanya demi dirimu...''ucap Rive dengan penuh janji.


Setelah beberapa menit berkendara, Rive akhirnya sampai di sebuah rumah sakit besar di kota itu, lalu ia sendiri yang membawa tubuh Syakira turun dari mobil dan langsung di sambut beberapa dokter yang memang selama ini juga melayaninya..


''Tuan Rive,....silahkan tunggu di luar sebentar kami...akan memeriksanya..''


Rive mengangguk patuh, dia mengusap wajahnya..Rive terlihat seperti pria yang putus asa..dia menggertakan giginya karna tak bisa menemani Syakira...


''Lakukan yang terbaik dokter....aku mencintainya...''


''Aku mengerti tuan Rive...jadi...tuan Rive harus tenang sekarang...memang ini sedikit memakan waktu lama....karna kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh agar bisa memastikan apa yang terjadi pada nyonya Syakira..''


Rive akhirnya mengangguk pasrah...


''Dia selalu mengeluhkan perutnya...''


''Kami akan memeriksa..''

__ADS_1


''Bagus...aku akan menunggu kabar baik..''


''Tentu saja tuan Rive...''


Para dokter lalu mendorong tubuh Syakira masuk ke dalam igd dan pintu tertutup rapat..


Rive melangkah gontai menuju tempat duduk dan menyadarkan tubuhnya disana...ia tak bisa berhenti memikirkan Syakira walau hanya sedetik, senyumannya tangisannya, permohonan ampunnya ketika Rive menyakitinya sungguh membuat pria itu bahkan sulit bernafas....rasa bersalah terus menuduhnya tanpa jeda...membuat pria itu semakin terpuruk sendirian...


*******


Setelah beberapa menit menunggu, seorang dokter keluar dari dalam ruangan dan mendekati Rive..tatapan pria itu berubah menjadi serius...hingga Rive cukup cemas..


''Dokter....apa yang terjadi...''


Dokter Haris melepaskan kacamatanya dia menatap Rive dengan tarikan nafas yang berat..


''Apa yang terjadi.....dokter..''


''Bisakah tuan Rive ikut aku keruangan, ada yang harus aku jelaskan sekarang dan ini sangat penting dan serius,..''


Rive akhirnya mengangguk patuh lalu melangkah menguikuti dokter sampai ke ruangannya...dan mereka duduk bersama...


''Katakan apa yang sebenarnya terjadi pada istriku dokter..''


''Apa kau tidak melihat perubahan istrimu sendiri tuan Rive...''


''Apa maksudmu dokter, katakan dengan terus terang karna aku tidak mengerti apa maksud dokter,...''


Dokter Harry menghela nafas sebelum bicara dia lalu mengangkat bahu...


''Aku punya berita baik dan buruk dan ini sama sekali tidak bagus tuan Rive..''


Rive melonggarkan tenggorokannya sepertinya ini bukanlah hal yang ringan...hal itu bisa di lihat dari tatapan mata dokter Harry...


''Baiklah....aku akan mengatakannya kepadamu dengan jujur tuan Marco..sebenarnya nyonya Syakira sedang mengandung.''


Deg!!!!!


Rive melebarkan matanya dengan tatapan tak percaya..


''Hamil...bagaimana mungkin itu terjadi dokter..bukankah kau tau sendiri...aku sempat menelfonmu dan memberitahu kalau Syakira...telah melakukan tes dan dia tidak hamil..''


Dokter Harry menggeleng...

__ADS_1


''Syakira telah menutupi kehamilannya karna...disaat kau tau dia hamil maka kau harus memilih...''


''Apa maksud dokter dengan memilih, apa yang terjadi pada Syakira dan bayi kami....''


''Ada sel kangker di dalam rahim Syakira dan tuan Rive harus memilih dari sekarang, antara menyelamatkan hidup Syakira atau anakmu sendiri dan aku yakin Syakira tak ingin kau memilihnya karna itu dia merahasiakan semua ini darimu......''


''Apa......'' Rive begitu terpukul mendengar ucapan sang dokter...


Rive menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi dan memejamkan matanya..ya ampun disaat dia kesakitan, Syakira masih berpikir untuk mengorbankan dirinya...Syakira masih berpikir untuk memberikan Rive seorang anak....bukankah hal itu tak masuk akal..


Memang Rive menginginkan anak tapi...dia tak ingin kehilangan Syakira tentu saja....tak ada yang lebih berarti dari Syakira termasuk anaknya..


''Aku akan memilih menyelamatkan Syakira dokter...lakukan sesuatu, selamatkan nyawanya....''


Dokter Harri kembali menatap mata Rive dan kali ini lebih serius...


''Tuan Rive harus ingat kalau ada resiko setelah operasi karna ketika tuan Rive memutuskan menyelamatkan ibunya maka tuan Rive harus rela selamanya tak akan pernah mendapatkan seorang anak, karna rahim nyonya Syakira akan di angkat...apakah tuan Rive sudah memikirkan itu semua..''


Mendengarkan hal itu membuat Rive berkaca-kaca....ia menatap mata sang dokter yang memang biasa menanganinya itu dan tersenyum lirih..


''Anak memang penting bagiku Dokter namun, aku tak bisa menukarnya dengan Syakira...tidak bisa....aku terlalu mencintainya dan aku sadar...kalau aku tak akan pernah bisa hidup tanpa dirinya.....


Dokter Harry cukup terenyuh mendengar ucapan Rive yang cukup tegas...


''Kami akan berusaha menyelamatkan keduanya....karna usia kandungan nyonya Syakira sudah hampir 7 bulan...'


Rive mengangguk benar-benar pasrah....pria itu menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Lakukan sebisanya namun....aku memilih Syakira untuk di selamatkan lebih dahulu....aku tak ingin kehilangannya...''ucap Rive dengan tajam...


Dokter Harry mengangguk patuh...dia bisa melihat sinar ketulusan yang tergambar jelas di wajah Rive saat ini...


''Berdoalah tuan Rive...''ucap sang dokter dengan tatapan sungguh-sungguh...


Deg!!!!!


Rive melangkah memasuki sebuah Gereja yang tak jauh dari lokasi rumah sakit, pria itu melangkah gontai dan menjatuhkan dirinya di hadapan Altar seperti seorang pendosa...


Wajahnya tertunduk dalam-dalam...


Tuhanku...aku datang padamu, ampunilah dosaku dan bisakah kau memberiku kesempatan.....walau hanya sekali saja.....


Airmata Rive jatuh disana...dengan hati yang hancur.....

__ADS_1


Deg!!!!!


__ADS_2