Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Tanda Tanya


__ADS_3

Akhirnya Syakira bisa bernafas lega ketika rasa sakit itu mereda, tubuh Syakira masih bersandar di tembok dengan airmatanya yang menetes....awalnya hanya pelan namun lama kelamaan berubah menjadi isakan yang teramat pelan dan takut-takut..kehamilan ini sama sekali tak mudah baginya, hari demi hari Syakira tak bisa melaluinya tanpa rasa sakit yang menyiksa dirinya...


Syakira memegangi permukaan perutnya yang mulai terlihat menonjol...dan menghela nafas berat..Syakira memejamkan matanya ketika sekali lagi airmatanya menetes...


Oh...anakku, bisakah kau menolong ibu, bisakah kau bertahan disana...ibu bisa melalui ini bersamamu sayang, please...kau harus bertahan demi ibu...tak mengapa, jangan takut...rasa sakit ini bukanlah apa-apa di banding denganmu...ibu akan berjuang disini untukmu, jika nanti..ibu tak punya waktu bersamamu kau harus kuat karna Ayah pasti tak akan meninggalkanmu oke...


Ayo kita berjanji untuk menjadi kuat hum....ibu sangat mencintaimu..sangat mencintaimu sayangku...anakku...kau harus tau betapa besar harapan ibu bisa melihatmu hidup dan tumbuh...jadi..kuatlah....demi ibumu, anakku...


Syakira berbicara dari dalam hatinya, mulai mencoba untuk membangun komunikasi dengan bayinya yang bahkan masih kecil..dan tak lama kemudian Syakira merasa lebih baik...dan kuat..hingga akhirnya dia menjadi lega luar biasa...dan membuka mata..


Deg!!!


Syakira membuka mata dan membeku ketika melihat Rive berdiri di hadapannya dengan berbagai ekspresi di wajahnya, sontak Syakira berusaha bangun dan menegakan tubuhnya...ia tidak menduga kalau RIve terbangun...


''Rive...''


''Apa yang terjadi padamu..''


Kata-kata itu membuat Syakira menghela nafas, dia menggeleng...


''Aku baik-baik saja..''


''Kau berbohong padaku..aku melihatmu kesakitan dari tempat tidurku, lihatlah dirimu Syakira..kau pucat dan....''


''Aku baik-baik saja Rive..jangan pikirkan aku, sekarang tidurlah dan maaf aku mengganggumu..''ucap Syakira memallingkan wajahnya yang basah..


Syakira lalu mengambil obatnya dan meletakan kembali dalam tas dan menguncinya....Syakira lalu melangkah melewati RIve namun tak mudah karna pria itu kembali menariknya hingga keduanya bertatapan...


''Syakira..katakan dengan jujur apa yang terjadi...''


''Lepaskan aku Rive..airmata Syakira menetes di wajahnya yang sembab...apa yang akan kau lakukan jika aku jujur..bukankah semua ini akan semakin memudahkanmu..''


''Apa maksud perkataanmu Syakira..mengapa kau mengatakan hal yang aneh....apa kau sakit..''


''Hentikan Rive...aku sakit atau tidak bukankah itu tak ada gunanya bagimu....kau melukaiku demi balas dendam karna perbuatan Mommy..meski kau tau aku tidak bersalah namu sekali lagi kau mengabaikan fakta itu dan semakin menyiksaku...Rive...bahkan kau berbohong padaku kalau kau mencintaiku padahal tidak sama sekali..jadi...jangan mencoba perduli padaku sedikitpun, dan abaikan aku saja..anggap saja kau sedang melihat drama di tv...itu hanya sekedar hiburan...kau tak harus perduli..'' Syakira meneteskan airmata..

__ADS_1


Sesuatu yang kuat seakan memukul telak dada Rive hingga menimbulkan rasa sakit baginya...pria itu mengeraskan wajahnya...apa maksud Syakira sebenarnya mengapa dia malah berteka-teki..


''Jangan berputar kata-kata denganku Syakira..sekarang katakan apa yang terjadi denganku...''


''Aku baik-baik saja puas, karna aku masih akan merasakan rasa sakit yang akan kau berikan kepadaku...jadi jangan pernah mengasihaniku Rive..karna aku bahkan sudah siap bahkan untuk mati...''


Syakira melangkah begitu saja melewati Rive yang membeku di tempatnya..


Bersiap untuk mati...apa maksud perkataan Syakira mengapa rasanya begitu mengerikan...namun jika semua penyiksaannya membawa kematian untuk Syakira apakah..dia akan baik-baik saja...


Rive merasa sesak nafas hanya dengan membayangkannya, pria itu pun memejamkan matanya dengan kesedihan yang begitu tergambar di wajahnya.


Syakira.....


Rive menoleh melihat Syakira sudah lebih dahulu tidur membelakanginya, pria itu lalu mendekat dan segera naik ke ranjang, ia menatap punggung Syakira dari belakang dan kembali mengerutkan kening...sungguh hal ini membuatnya semakin melemah..bahkan untuk menyakiti Syakira lagi membuatnya ngilu...


Apakah dia harus berhenti sekarang....


Rive kembali menatap Syakira dari belakang...dan kemudian memejamkan matanya...Rive menyentuh ujung gaun Syakira agar dia bisa tidur sejenak karna ketika dia menyakiti Syakira dia tak bisa tidur dengan tenang...balas dendam ini sungguh melelahkan untuknya..


*********


Hari-hari selanjutnya mulai tenang, wanita yang pernah di bawa Rive sudah tak pernah datang, meski masih dingin..tatapan Rive mulai berbeda dia terlihat menahan sesuatu di dalam dirinya, sejak malam itu Syakira menjadi lebih tenang meski dia tak ingin terlena, sikap Rive bisa berubah begitu cepat...


Syakira lebih memilih mengasingkan dirinya, dan mencoba tidak terlihat oleh Rive..jika Rive berada di luar maka Syakira memilih di dalam, jika Rive di dalam rumah maka Syakira akan berada di kamarnya..begitu seterusnya hingga ia meenjadi lebih baik, yah...semua ini di lakukannya sekaligus untuk membiasakan Rive tanpanya agar jika waktunya tiba Rive tidak terlalu menderita...meski dia tau pria itu tidak mencintainya..


Syakira sedang melahap beberapa potongan buah yang asam dan segar, dia berada di taman yang ada beberapa macam buah yang dia makan, sendirian Syakira berada disana...ketika, sebuah mobil memasuki halaman dan Syakira tidak menyadarinya...wanita itu terus tenggelam dengan pikirannya tentang bagaimana hidupnya selanjutnya...


pandangan syakira terangkat ke atas langit sore yang indah..matanya berkaca-kaca sesaat ketika dia menyadari betapa rapuhnya dirinya sebagai manusia..bahkan dia sudah tau prediksi dokter atas hidupnya...airmata Syakira mulai menumpuk dan hampi jatuh ketika sebuah suara menegurnya di belakangnya..


''Syakira...''


Syakira menoleh ketika airmatanya tepat untuk menetes...ketika menyadari siapa yang datang Syakira buru-buru menghapus airmatanya dan bangkit merapikan buah miliknya dia hendak pergi...


''Duduk Syakira.''titah Rive dengan tegas..

__ADS_1


Syakira menghela nafasnya..meletakan kembali buah miliknya dan duduk dengan kaku....


Rive lantas mengambil tempat di depan wanita itu dan mereka saling menatap...


''Apa yang kau makan ini..''


''Buah..''ucap Syakira polos..


Rive mengigit bibirnya, astaga mengapa pertanyaannya bodoh sekali jelas dia melihat Syakira sedang makan buah..


''Maksudku, tumben kau makan buah banyak sekali..''


''Ehm....aku sedang ingin...''


''Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku..''


''Tidak.....''sanggah Syakira menggeleng lagi-lagi dengan wajah polos..


Rive tersenyum....


''Ngomong-ngomong aku penasaran, mengapa siklus bulananmu lama sekali..''


Syakira mengangkat wajahnya dia menggeleng sekali lagi...


''Aaa...aku baik-baik saja maksudku, datang bulanku teratur....''


Rive menyipitkan matanya dengan tajam lalu melemparkan alat tes kehamilan di depan Syakira...


''Aku ingin kau....melakukan tes sekarang..dan aku ingin membuktikannya sendiri..''desis Rive tajam..


Syakira menjadi lemah seketika..


''Tapi....Rive...aku...''


''Lakukan sekarang Syakira....''

__ADS_1


__ADS_2