
Syakira memandang alat tespek di atas meja dengan penuh perhitungan lalu menatap mata Rive yang teramat tajam lalu menghela nafas...
''Mengapa kau ingin melakukan ini, apa yang ingin kau pastikan Rive...jika aku hamil apakah kau akan menyiksa anakku...atau kau senang dengan kehamilanku..Syakira mengigit bibirnya dengan sedikit kuat..atau jika aku tidak hamil kau akan melepaskanku atau bahkah bahagia karna bisa terus menyiksaku....''airmata Syakira menetes sekali lagi..
Rive menghela nafas...dia terdiam sebentar...
''Kau tak punya hak bertanya atau meminta jawaban dariku Syakira...jika aku meminta kau untuk melakukan tes maka kau harus melakukannya Syakira...apa kau dengar itu..''bentak Rive hingga Syakira terkejut..
Di saat itulah Syakira baru sadar kalau Rive sama sekali tidak menginginkan anaknya..tidak....betapa hancur hati Syakira saat ini..menyadari sudah tak ada harapan baginya dan Rive pria ini tidak punya perasaan kasihan kepadanyam terbukti dari caranya membentak...
Syakira kehilangan kata, dia pun menyambar alat tes kehamilan itu dan melangkah menuju toilet sementara...Rive menunggu dengan sabar di tempat duduknya hatinya berdebar cemas..jika memang Syakira hamil maka dirinya akan menghentikan balas dendamnya tentu saja...
Namun jika Syakira tidak hamil maka Syakira akan terus menerima penyiksaan batin darinya, Rive mengenang semalam ketika Syakira kesakitan..ah mungkin dia sakit biasa..selama ini Syakira sehat dan baik-baik saja..tak ada pengeluhan sebelumnya jadi Rive tak akan membiarkan perasaannya menguasainya dan melupakan rencana awalnya...
Setelah menunggu beberapa menit, Syakira kembali dari toilet dan membawa hasil yang di pegang di tangannya...ia mendekati Rive dan meletakan tespek itu di hadapan Rive hingga pria itu mendekat...
''Apa hasilnya Syakira...''
''Maaf....aku harus mengecewakan dirimu Rive karna aku tidak hamil...''ucap Syakira dengan wajah sendu.
Rive pun menghela nafas dengan berat, ia sedikit kecewa menyadari Syakira tidak hamil...namun pria itu menyembunyikan kesedihannya di dalam tatapan dinginnya..ia pun mengambil tespek itu dan mengangguk...
''Baiklah...aku senang melihat hasilnya jadi aku tidak perlu menahan diriku untuk memberi rasa sakit kepadamu Syakira...aku berkata benar...''
Syakira pun mengangguk pasrah....pria itu kemudian bangkit berdiri dan menatap Syakira sebentar...
''Aku menginginkanmu malam ini Syakira..pastikan kau siap untukku..''desis Rive dengan tatapan kejam..
''Hah........''
Syakira membeku mendengar ucapan dari Rive..pria itu pun pergi dan meninggalkan dirinya dalam ketakutan..bagaimana kalau ketika Rive menyentuhnya bayinya akan kesakitan..
Hoh...bagaimana ini....apa yang harus dia lakukan sementara, Syakira sudah membohongi Rive sejak awal...tubuh Syakira jatuh dan terduduk di atas kursi taman dan memejamkan matanya, ini teramat menyedihkan untuknya..bagaimana caranya menghindari percintaan ini...haruskah dia mengalah dan meminta maaf kalau ternyata dia sudah berbohong..
Syakira menggeleng dengan kuat....ia menjadi sangat bingung dengan keadaannya sendiri..
********
__ADS_1
Makam malam...
Syakira makan malam tanpa suara hanya gesekan sendok dan garpu di atas piring yang bekerja sama untuk mengangkut makanan ke mulut...
Sementara Rive juga sama..dia makan dalam diam dan meski begitu....sesekali dia masih melirik Syakira dari depan meja miliknya..
Serena mencoba melahap semua makanan yang ada di atas meja meski dia tidak ingin....rasa mual kembali mengirim sinyal padanya...namun Syakira mencoba menahan rasa mualnya..
''Apa yang terjadi...''
''Aku selesai Rive...cukup bagiku karna aku sudah kenyang..''
''Kau belum makan apapun..''
''Tapi aku tak bisa makan Rive...''
''Cih....kau mulai bertingkah...kau pikir aku akan membiarkan kau pergi dari sini tanpa makan...lagi pula kau butuh banyak makanan karna malam ini aku sedang bergairah..''lirik Rive dengan binar mata yang membara..
Syakira memijit pelipisnya dia mulai ketakutan dan menjadi cemas...terlalu memikirkan bayinya membuat Syakira menjadi mual..
Dan tak bisa menunggu Syakira lalu bangkit berdiri dan berlari menuju wastafel dan mem*ntahkan semua yang dia makan...hal itu tentu saja membuat Rive heran...mengapa Syakira mual...apakah Syakira benar-benar sakit sekarang dan hal itu membuatnya lemah..
hal itu membuat Syakira terkejut dan menghindari sentuhan Rive di bahunya..
''Aku baik-baik saja Rive...''rintih Syakira pelan..
Namun Rive terus memaksa agar dia membantu Syakira..hingga Syakira mengalah lagi pula ia butuh pijitan Rive karna dia benar-benar lemah sekarang..
Rive membantunya membersihkan wajah Syakira...hingga tubuh Syakira menjadi lemah dan tak bertenaga..
''Apa yang sebenarnya terjadi padamu Syakira....''
''Aku hanya masuk angin..aku terlalu banyak...''
Ue.....ue..........
Syakira kembali lagi menyentuh wastafel,..dan hal itu semakin menguatkan dugaan Rive kepadanya kalau memang terjadi sesuatu kepada Syakira, jadi Rive menunggu sampai Syakira menjadi tenang...
Ketika Syakira membasuh wajahnya, Rive baru sadar bahwa wajah Syakira benar-benar pucat...tanpa menunggu Rive menarik Syakira menuju pintu keluar..
__ADS_1
''Rive...tunggu...Rive apa yang kau lakukan ini..''
''Kita harus ke rumah sakit sekarang..''
Rumah sakit artinya penyakitnya akan di ketahui, Rive akan sangat marah padanya..tidak Syakira tak akan membiarkan itu terjadi..
Dengan sisa tenaga wanita itu menghempas pegangan Rive padanya hingga mereka berdiri saling menatap tajam.
''Ikut aku sekarang Syakira..kita harus ke dokter,...''
''Aku tidak mau...aku baik-baik saja Rive...'
Rive mengusap wajahnya dengan kasar..
''Yah...mengapa kau sangat keras kepala....aku yakin bahwa kau mungkin saja sakit....''
''Apa perdulimu Rive..bukankah lebih baik bagimu mengetahui aku sedang sakit..''
Rive mengerutkan kening dia mulai curiga...mengapa jantungnya berdebar takut..
Syakira tampak seperti seorang prajurit yang siap mati...apa artinya..
''Jangan bermain-main denganku Syakira..atau aku akan....''
Di saat itulah Syakira tak mampu menahan gejolak dalam dadanya...
''Yah....sepertinya takdir berpihak padamu Rive...selama ini kau selalu membenciku bukan, kau bahkan menyakitiku dengan sangat besar...kau tak tau betapa sakitnya aku menerima semua perlakuan kasarmu.....''
''Syakira....apa maksudmu..katakan apa maksudmu..kau membuatku gila Syakira..ya kau benar..bahwa aku membencimu setengah mati...aku..menginginkan kau menderita seperti yang pernah aku rasakan bersama keluargaku, perbuatan ibumu tak bisa aku maafkan Syakira jadi kau harus menanggungnya...apa kau dengar itu Syakira...''
''Yah.....kau boleh puas sekarang Rive karna..sepertinya semua kebencianmu akan mencapai ujungnya..aku..tak akan hidup lama bahkan sampai tahun depan.......''isak Syakira dengan tatapan hancur..
Bagai petir di siang bolong...ucapan Syakira membuat Rive begitu terkejut hingga ia kehilangan suara...lama Rive berdiri disana dengan tatapan yang sulit di artikan..
Sakit.....itulah yang di rasakan hatinya saat ini...
''Apa...'' suara Rive begitu tersiksa di sana.........
__ADS_1