Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Mencoba Menerima.


__ADS_3

Pesawat akhirnya mendarat di sebuah kota yang menjadi tujuan Rive...Syakira membuka mata ketika seorang pramugari membangunkan dirinya, matanya langsung mencari sosok Rive namun ia berubah kecewa karna Rive sudah lebih dahulu turun mendahuluinya, Syakira akhirnya bangkit berdiri walau dia masih merasa sedikit pusing, wanita itu melangkah pelan dengan wajah tertunduk..ia mulai memperingatkan hatinya kalau ia harus bisa menerima sikap Rive kepadanya.


''Lewat sini nyonya...''


''Terimakasih..''balas Syakira lembut..


Syakira baru menyentuh tanah namun dia kembali harus menelan pil pahit ketika mobil yang di tumpangi oleh Rive sudah mendahuluinya jauh darinya..Syakira sungguh merasa nyeri, namun airmata coba ia tahan agar tidak mengalir lebih jauh..Syakira benar-benar sedih sekali..


''Tuan Rive akan melakukan pertemuan dengan klien bisnisnya...jadi nyonya Syakira di minta masuk ke mobil yang ini..''ucap anak buah Rive menundukan kepalanya penuh hormat..


''Aku mengerti...''balas Syakira mencoba tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.


****************


Sebuah rumah di tepi pantai menjadi lokasi rumah yang di bangun oleh Rive..rumah itu cukup luas, dan ada banyak pelayan yang menunduk hormat kepadanya ketika Syakira masuk..


''Selamat datang dirumah ini nyonya Syakira..''


''Terimakasih..'' jawab Syakira yang langsung di antar oleh salah seorang pelayan menuju kamarnya..


Lelah itulah yang di rasakan oleh Syakira, kehamilan yang dia rasakan sungguh tidak mudah dan membuat tubuhnya seakan remuk..


Syakira hanya ingin berbaring saja...


Setelah menaiki lift Syakira masuk ke dalam kamar dan membeku di dalam kamar mewah ini tampak begitu sepi...karna terlalu lelah Syakira segera mandi dan tertidur di ranjang,...


***********


Siang hari, Syakira memulai harinya dengan membuat makan siang, dia mengutip dari internet terkait cara memasak dan sebagainya, seorang pelayan membantunya..meski sikap Rive teramat menyakitkan untuknya namun Syakira memutuskan dia tak akan pernah membalas perbuatan Rive..sebaliknya bagi Syakira Mommy telah bersalah karna menyebabkan duka dan kehancuran bagi Rive dan keluarganya dan dia hanya menerima sedikit penolakan dari Rive...


''Tuan sudah menelfon akan pulang makan siang ini.''ucap salah satu pelayan.


''Baguslah, aku telah menyiapkan makanan untuknya...kau bisa membantuku membereskan semua yang ada disini..''


''Tentu saja nyonya Syakira ini tugasku..''


''Baiklah terimakasih......''


Syakira baru saja melangkah menuju ruang tengah namun langkahnya terhenti ketika ia menyadari kalau Rive tiba-tiba masuk tidak sendiri...namun bersama seorang wanita yang cukup cantik dan modis,..

__ADS_1


Rive melangkah melintasi ruang tamu dengan cuek seakan tidak memperhitungkan Syakira yang berdiri di hadapannya..


sementara sang wanita tampak menatap Syakira dari ujung kaki sampai rambut Syakira...


''Maaf apa kau adalah pelayan disini...''tanya wanita cantik itu kepada Syakira..


Syakira pun tersenyum dia menatap mata Rive yang tajam kepadanya seakan menunggu reaksinya...


Syakira kembali tersenyum..


''Terserah bagimu mau menganggapku apa....jika kau lapar kau bisa makan bersama Rive di sana,...aku telah memasak sesuatu yang enak..''


Syakira hendak melangkah......


''Tunggu,....aku ingin kita makan bersama..''ucap Rive dengan suara tegas..


Syakira mengigit bibirnya dengan gemetar dan berusaha kuat menekan airmatanya agar jangan jatuh...


''Rive....''


''Sekarang Syakira...'


''Dia istriku....Syakira..''ucap Rive memperkenalkan Syakira pada wanita yang datang bersamanya..


''Hai..namaku Sinta..aku adalah teman dekat Rive, kau tidak masalah dengan hal itu.''balasnya tersenyum dingin..


Syakira pun mencoba tersenyum...ia menatap mata Sinta dan Rive bergantian..


''Jika Rive menginginkanmu maka...aku tak bisa melawan...''


Rive memperhatikan jemari Syakira yang bergetar ketika mencoba makan...Syakira terluka....Rive tau itu..


''Hahah...aku akui hanya kau satu-satunya istri yang tidak marah ketika aku dekat dengan suamimu, kau wanita yang langka Syakira.''


Syakira mengangguk, dia menatap mata Rive dan mencoba untuk kuat..


''Tak ada yang bisa menebak hari esok Sinta....aku akan melakukan yang terbaik sebagai istri..jika suamiku tidak menginginkan aku lagi...aku bisa apa..'' keluh Sinta dengan mata berkaca-kaca..


Syakira berdiri...

__ADS_1


''Nikmatilah makanannya dan santailah, aku sedikit pusing dan aku ingin istirahat..''ucap Syakira sambil melangkah meninggalkan Rive dan Sinta yang saling menatap tajam..


Sinta menghela nafas...


''Mengapa aku merasa bersalah begini Rive..aku tidak tega padanya..''bisik Sinta menggeleng..


Rive pun sebenarnya tidak tega..tatapan Syakira seakan menusuk jantungnya dan menggetarkannya..


Rive bisa menyadari itu, ia memijit pelipisnya...mengapa dia ikut bersalah..


''Ini bahkan baru saja di mulai Sinta..''


''Terserah padamu Rive..lagi pula aku tak mengerti mengapa kau menyakiti wanita yang kau nikahi..bukankah hal itu sangat aneh...''


Rive memijit pelipisnya.....


''Kau sama sekali tidak mengerti Sinta...semua perbuatan akan ada akibatnya..''desis Rive tak peduli..


Sinta hanya mengangkat bahunya....


***************


Tengah malam, pintu kamar terbuka dan Rive melangkah masuk pandangannya langsung jatuh pada Syakira yang sedang tertidur lelap disana...Rive segera mendekat dan menatap wajah Syakira yang pucat, sejak kejadian tadi pagi Rive tidak kembali ke kamar lagi ia sengaja membiarkan pikiran Syakira berkembang disana...yah...bukankah dia ingin menyakiti, jadi Rive tak akan pernah melunak pada Syakira meski ia juga merasa nyeri...


Mengapa Syakira terlihat pucat, tidak seperti biasanya...Rive menggeleng, tidak tidak mungkin terjadi sesuatu dengannya...mungkin dia memang lelah karna penerbangan yang cukup jauh..Rive memutuskan untuk mengabaikan rasa perasaannya..pria itu segera bangkit dan membersihkan dirinya lalu kembali untuk tidur di samping Syakira hingga tak berapa lama kemudian..


Syakira terbangun tengah malam dengan rasa sakit di perutnya...dan hal itu sungguh membuatnya mengeluh...Syakira merintih hingga tanpa sadar dia membangunkan Rive yang membuka mata dan mengawasinya...Rive terdiam dan menatap Syakira yang bergerak tak nyaman di posisi tidurnya..


Ada apa dengan Syakira...itulah yang terlintas di pikiran Rive saat ini...pria itu lalu menatap Syakira.....


''Aaaw......sakit..''desah Syakira dengan pelan...


Syakira sempat melirik Rive yang menutup matanya, syukurlah kalau pria ini masih tertidur...Syakira bangkit perlahan dan melangkah mendekati tasnya, jemarinya gemetar mengambil obat dan mulai mengunyah...keringat membasahi wajah Syakira....ia menyandarkan tubuhnya di tembok dan memegangi perutnya..


''Oh Tuhan....sakit sekali..''desah Syakira dengan mata yang basah..


Syakira tersungkur disana sambil memegangi perutnya dan berharap jika sakitnya akan mereda, seluruh tubuhnya gemetar menahan sakit hingga Rive terdiam di atas ranjangnya, hatinya seperti di remas dengan kuat menyadari Syakira tampak kesakitan...


Lama Rive menunggu Syakira sampai wanita itu mulai tenang kembali dan masih berdiri disana dengan kerutan di dahinya,.apa yang terjadi apakah Syakira sedang sakit...

__ADS_1


__ADS_2