
Rive keluar dari pintu Gereja dengan sedikit lebih baik, hatinya sudah lebih lega dari sebelumnya dan jiwanya teramat damai..pria itu kembali melangkah menyusuri trotoar dengan langkah yang berat..dokter bilang akan segera melakukan operasi, setelah Rive telah membubuhi tanda tangan nanti sebagai persetujuan sementara operasi akan di lakukan malam ini juga...
Menunggu...hal itu yang kini harus di jalani Rive sendirian, berusaha tenang sembari membunuh waktu yang setiap detik berlalu darinya...
Lokasi Gereja dengan rumah sakit hanya beberapa puluh meter, Rive kemudian berhenti di seberang jalan dan menunggu giliran untuk menyebrang, sementara dari arah berlawanan, ada seorang wanita yang mendorong kereta bayi menyusuri trotoar...sang ibu sedang menerima telp, sementara Rive memperhatikan dari jauh, dia sedikit tersenyum...jika Tuhan menginjinkan dirinya untuk melihat anaknya lahir dengan selamat maka pemandangan Syakira mendorong kereta bayi lah yang akan menjadi kesibukan barunya..Rive masih menghayal tentang hal itu..
Namun...entah bagaimana, sang ibu melepaskan kereta dari genggamannya, kereta meluncur kuat dari trotoar dan si ibu mulai panik..dia berlari sambil menangis ingin menggapai kereta itu...
Rive pun terkejut, tanpa aba-aba ia pun berlari membelah jalan di depannya..memaksa beberapa kendaraan berhenti di depannya dan membiarkan Rive lewat..
Pria itu menatap gusar kereta yang meluncur menuju jalan raya yang memang padat di siang itu...Rive melompat ketika kereta bayi itu hampir terlindas sebuah truk yang memang melaju kencang.......
''Tidak.............''jerit sang ibu ketika truck melintas di depannya..tubuhnya gemetar nyaris pingsan...airmatanya mengalir deras menyangka putranya sudah mati..
Namun...
Ketika mobil itu lewat, sang ibu juga beberapa pengendara lain terkejut ketika seorang pria berhasil menyelamatkan kereta bayi di depannya.
Rive memeluk bayi itu menenangkannya dari tangisan, rupanya dia terkejut....semua orang yang ada disana langsung bertepuk tangan, beberapa dari mereka mengabadikannya dalam ponsel mereka tentang seorang pahlawan baru yang telah menyelamatkan bayi...sang ibu berlari dan ketika sampai di depan Rive dia tersungkur jatuh..dengan ucapan syukur..
''Sungguh Tuhan begitu baik,...terimakasih karna tuan menyelamatkan nyawa putraku..terimakasih...''
''Terimakasih orang baik..''sambung yang lain..
Semua mengerubuninya..hingga Rive tersenyum canggung..
''Orang baik..''ulangnya dengan tak yakin tentu saja...dia bukan orang baik, bahkan dia pria yang sangat kejam..
''Tentu saja tuan adalah orang baik, karna itu tuan berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan anakku..''ucap sang ibu..
Rive tak menjawab satu katapun dan menyerahkan kembali anaknya..
''Jaga anakmu baik-baik...''
Rive lalu melangkah melewati sang ibu itu, namun lengannya tertahan..dia seketika menoleh..
Wanita di depannya tersenyum hangat..
''Aku tak tau apa yang sedang tuan hadapi..tapi...apapun itu semoga Tuhan menjawab setiap doamu yang tulus..''
__ADS_1
''Hah.....''
''Sekali lagi terimakasih tuan..''wanita itu membungkuk di hadapan Rive yang terpaku..
Untuk sesaat pria itu masih berdiri disana, dia memandang ke arah rumah sakit lalu ia menatap ke arah langit...matanya berkaca-kaca..
Tuhan.....hanya kali ini saja Tuhan..kasihanilah istriku....aku sungguh mengasihinya.. Batin Rive seolah berbicara lalu dia melangkah meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit..
Operasi akan segera di lakukan, jadi sebelum itu ia ingin bertemu dengan Syakira...
*********
Syakira tersadar dan menghela nafas ketika dia menyadari bayinya masih ada....wanita itu sudah berada di ruang sebuah rumah sakit...matanya berkaca-kaca...ingatan terakhirnya Rive memeluknya di dalam kamar..apakah Rive yang membawanya kemari...?
Sungguh hal itu membuat Syakira sedih...apa yang di lakukan Rive percuma...hanya ada satu yang akan selamat..dirinya atau sang bayi..namun Syakira tak akan pernah menginjinkan Rive memilihnya..
Ceklek...
Pintu ruang perawatan itu terbuka dan Syakira menoleh ketika Rive berdiri disana..mereka saling memandang..
Syakira melebarkan matanya ketika Rive memegang sebuah bucket bunga..dan coklat kesukaannya..
Syakira menaikan sudut bibirnya...
Rive mendekati Syakira tanpa suara dan menyerahkan bunga untuk di cium Syakira..disaat itulah Rive baru sadar kalau perut Syakira memang terlihat lebih besar..memang..selama ini Syakira selalu menyembunyikannya dalam pakaiannya yang besar dan bisa menyamarkan kehamilan...di tambah lagi Rive yang memang tidak perhatian,.dia sama sekali tidak sadar kalau Syakira telah hamil...
''Trimakasih..'' balas Syakira tersenyum.
Rive pun lalu duduk di samping ranjang dan ia menatap mata Syakira dengan pandangan yang dalam..
''Syakira...aku tidak tau apapun, tentang kehamilanmun dan penyakitmu...aku minta maaf...''
''Tidak...jangan salahkan dirimu Rive...akulah yang bersalah...aku yang memilih merahasiakan ini.....Syakira terdiam seketika...ia menatap mata Rive yang sendu.....dokter sudah menemuiku tadi dan bilang kalau malam ini aku akan di operasi..''ucap Syakira menggantung..
Rive pun mengangguk...
''Jangan takut...kau hanya di tidurkan sebentar lalu ketika bangun semua akan baik-baik saja...'jawab Rive dengan mata yang basah..
Syakira mulai terisak..hal itu membuat Rive menoleh tak suka...dia tak ingin Syakira sedih lalu memikirkan apapun...
__ADS_1
''Syakira...jangan menangis sayang, aku tau kau pasti gugup karna ini operasi pertamamu...aku akan selalu ada disini untukmu..jangan khawatir sayang..''
Syakira mengangguk namun ia langsung menarik lengan Rive dengan tatapan tajam..
''Rive..apakah kau sudah membuat keputusan...''
Rive menoleh..
''Syakira...sebaiknya kau..''
''Aku ingin tau Rive..aku ingin kau memilih menyelamatkan anak kita dari padaku....''ucap Syakira dengan suara yang bergetar..
Kali ini Rive menatap Syakira dengan tajam...
''Syakira....kau pikir aku bisa mengurus anak kita sendiri, kau pikir aku kuat tanpamu....dengarkan aku Syakira...aku telah memutuskan yang terbaik...jadi kita tinggal melihat akhirnya..''
Syakira mengusap airmatanya dia menggeleng...
''Aku tak akan pernah bisa hidup tanpa anakku Rive....''
''Hentikan Syakira..''
''Ya...lagi pula...aku bahkan sudah siap untuk pergi..tapi aku tidak siap untuk kehilangan anakku..aku tidak bisa hidup...aku mohon padamu Rive...selamatkan anak kita.'' tangis Syakira pecah...
Rive mengerang...dia tau benar apa yang sedang mereka alami sekarang, jika dia terlalu memaksa Syakira dia takut istrinya akan cemas dan bisa mengganggu jalannya operasi...
Rive pun menganggukan kepalanya...
''Baiklah...kau pasti sudah lelah hidup bersamaku...Syakira, baiklah...kau pasti dendam padaku lalu memutuskan menyerah....''
''Tidak...jangan berkata begitu....aku mencintaimu Rive...kau pun tau itu, jadi tolong jangan bilang begitu..''isak Syakira dengan mata yang basah...
Syakira membuka tangannya lebar-lebar dan membiarkan Rive mendekapnya dengan erat..
''Rive...bagaimana ini...aku harus bagaimana,...''
Rive mengecup kening Syakira dengan lembut..
''Serahkan semuanya pada Tuhan..aku telah berdoa kau pun harus melakukannya....namun jangan memintaku untuk melepaskanmu Syakira...itu sama saja kau membunuhku..''desah Rive meneteskan airmata, keduanya menangis bersama...
__ADS_1
''Oh.....Rive....''isak Syakira di dalam pelukan Rive yang hangat...
Deg!!!!