Penyamaran Sang Mafia Kejam

Penyamaran Sang Mafia Kejam
Sakit Sekali


__ADS_3

Ucapan Syakira seperti sebuah kekuatan yang memukul Rive dengan sangat kuat..pria itu terdiam lama disana..masih berusaha mencerna kata-kata Syakira yang tak dapat di terimanya, Rive sungguh merasa kalau apa yang Syakira katakan tidak masuk akal, atau Syakira sedang ingin mengancamnya agar Rive tidak jadi membalaskan dendam padanya...


''Kau berbohong tidak mungkin kau sakit keras dan.....'' Rive tak dapat meneruskan kata-katanya.


Rive mendekat menatap mata Syakira yang sayu dan lemah, pria itu lalu menatap keseluruhan Syakira yang memang berbeda...dia terlihat selalu lemah dengan wajah pucat...


Rasanya tak ada yang lebih menyakitkan dari ini semua...bagi seorang Rive....


''Kau akan melihat kenyataannya sendiri Rive..tapi perlu kau tau kalau aku...pasrah..''


Syakira mendorong tubuh Rive menjauh darinya...sementara Rive masih tak dapat percaya perkataan Syakira..tidak..airmatanya menetes di wajahnya dan membuat Rive membeku...dia tak mengerti rasa sakit yang dia alami sekarang dan hal itu cukup mengganggunya..di pandangnya lagi wajah Syakira dalam-dalam...


''Syakira....kau harus ikut kerumah sakit denganku sekarang..''Rive melangkah mendekati Syakira namun gadis itu menggeleng enggan.


Isakannya menjadi lebih keras...


''Kau tak bisa merubah apapun Rive...kau tak bisa merubahnya..jadi sebaiknya kau mengadakan pesta dan berhenti perduli padaku...biarkan aku sendiri dan menderita sendirian...dendammu terbalas..''ucap Syakira melangkah meninggalkan Rive yang terpaku di sana,...sendirian..


Hening............


Pria itu pun memejamkan matanya ketika tubuhnya tersungkur jatuh ke lantai, jiwanya seakan hancur bersama perkataan Syakira...


Tidak,......memangnya dia sakit apa....tidak mungkin, ini tidak mungkin...batin Rive masih tidak percaya....


Pria itu lalu bangkit dari sana dan memanggil anak buahnya dan para pelayan untuk membuka cctv, dan mendengar pengakuan para pelayan itu..


Rive menatap mereka satu persatu dengan tatapan beku...


''Apa kalian pernah melihat Nyonya sakit...''


Rive mengepalkan tangannya mencoba menguatkan hatinya...sambil mendengarkan pengakuan para pelayan...


''Aku beberapa kali membantu nyonya Syakira...nyonya tampak sakit sekali dan memegangi perutnya...pelayan itu bercerita dengan isakan yang terdengar jelas, aku ingin membantu nyonya karna kasihan nyonya begitu kesakitan...aku ingin melapor tuan namun, nyonya Syakira tidak mau melakukannya...nyonya bilang semua akan baik-baik saja..''


''Aku juga pernah melihat nyonya jatuh di taman...sama sepertinya nyonya juga memegangi perutnya dan tampak kesakitan, lalu nyonya memintaku mengambil obat di dalam tas milik nyonyam lalu setelah minum, nyonya merasa lebih baik..''

__ADS_1


Semua informasi itu sanggup menghancurkan hati Rive....ia meminta para pelayan dan anak buahnya pergi meninggalkannya di ruang kerjanya..Rive meneteskan airmatanya...dia tidak hanya meneteskan airmatanya namun pria itu menangis sendirian di ruang kerjanya..


Bayangan kesakitan Syakira malam itu mulai menari di benaknya dan memberi rasa bersalah yang besar untuknya...Rive sama sekali tak membayngkan kalau balas dendamnya malah berujung rasa sakit yang di alami Syakira istrinya...


Apakah Tuhan sedang menghukumnya sekarang.......??


Rive menundukan kepalanya, hatinya sudah hancur lebur namun dia harus melihat cctv dan membuktikannya sendiri...dan ketika cctv di putar di layar tv, hati Rive seperti di remas dengan kuat menyadari beberapa kali di cctv Syakira terekam camera sedang mengerang sakit, bahkan dia sampai tersungkur jatuh ke tanah karna tak mampu menahan rasa sakitnya..lalu beberapa pelayan membantunya berdiri...


Oh Tuhan....inikah yang dia inginkan, balas dendam yang ia rasakan pada Syakira sirna dalam sekejap di ganti perasaan hancur yang menyakitkan dirinya...


''Apakah dengan melihat Syakira mati baru kau puas Rive,....apa kau puas sekarang, wanita itu akan pergi....apakah kau puas..''teriak RIve sendirian di ruang kerjannya pria itu kini teramat menyesal, sungguh-sungguh menyesal...


Membayangkan akan hidup tanpa Syakira membuatnya hilang arah....Syakira, apakah benar dia tidak mencintai wanita itu....


Rive menundukan kepalanya dalam-dalam, di dalam ruang kerjanya yang sepi Rive seakan berbicara dengan dirinya sendiri...pria itu tak bisa melanjutkan semua rencana gilanya yang bahkan sejak awal sudah salah...


Rive benar-benar takut kehilangan Syakira...


***********


Sementara Syakira mengunci diri di dalam kamar, tepat di pintu menuju balkon wanita muda itu duduk di lantai sambil memandang ke arah langit yang biru dan kembali meneteskan airmatanya..


**


Airmata Syakira kian mengalir deras membasahi wajahnya....


Aku bahkan belum melakukan kebaikan apapun...suara Syakira menjadi lirih..ia kembali menatap ke arah langit dan memejamkan matanya mencoba mencari sosok Tuhan di dalam doanya..


Tuhanku.....tapi aku masih mau disini, apakah boleh...bolehkah aku merawat anakku....aku mohon...bisakah Tuhan mengabulkan doaku....


Syakira membuka matanya...


Jangan marah dengan permintaanku, Tuhan...lakukan apapun saja yang menurut Tuhan baik..aku akan menjalaninya....terimakasih Tuhan...


Amin.........

__ADS_1


Syakira membuka matanya ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar yang mengejutkan dirinya...


Syakira menoleh...


Dan ia mendengar suara Rive di balik pintu..


''Syakira..buka pintunya atau aku akan menghancurkannya...Syakira....'' teriak Rive putus asa di balik pintu..


Syakira pun tersenyum sedih...


Apalagi yang dia inginkan...apakah dia akan tetap menyiksa Syakira....? Wanita itu berdiri dan menyandarkan tubuhnya sebentar untuk mengumpulkan kekuatannya, kehamilannya yang membesar membuat tubuhnya seakan remuk...namun Syakira memilih bertahan...


Syakira melangkah mendekati pintu kamar yang sedikit jauh sementara Rive semakin tidak sabar di balik pintu..


''Syakira...buka pintunya...'


Pria itu selalu saja tak bisa menahan kesabarannya...Syakira hanya menggeleng lemah, dia melangkah pelan menuju pintu....


Namun belum sempat dia buka..Syakira terkejut setengah mati ketika mendengar suara tembakan yang di lepaskan Rive dari luar pintu....Syakira hanya membeku di tempatnya ketika melihat pintu kamar itu hancur dan dalam sekejap pintu kamar terbuka dan menampakan sosok Rive yang berdiri di depannya sambil memegang pistol di tangannya...


Mereka berdiri saling menatap tajam hingga Syakira mencoba tersenyum...


''Rive apa yang terjadi...apa yang kau inginkan dariku, apakah kau ingin membunuhku..yah aku tak akan menghindar..'' ucap Syakira dengan pasrah....


Inilah yang selalu membuat Rive hancur, selama ini Syakira tidak pernah mengeluh atau protes ketika ia tersakiti dengan kejam..Syakira selalu sabar menghadapinya,...hal itu membuat Rive bingung, terbuat dari apakah hati istrinya..


Rive melangkah mendekati Syakira yang berdiri bagai patung, dia pasrah kalau memang Rive ingin mengabisi nyawanya sekarang...Syakira memejamkan matanya...ketika Rive mendekatinya...


Pria itu kembali menatap wajah Syakira yang begitu cantik namun terlihat begitu pucat...jantungnya seakan di remas dengan kuat...


Rive mengambil tangan Syakira dan meletakan pistol di dalam genggamannya lalu pria itu tersungkur dan di hadapan Syakira...


''Tembak aku Syakira....aku sungguh pria yang jahat...dan saat ini aku memberikanku kebebasan untuk membunuhku...''ucap Rive dengan tiba-tiba memeluk perut Syakira dan menenggalamkan wajahnya...


Syakira membuka matanya dan mulai terisak disana.....

__ADS_1


''Rive...apa maksudmu...'' desahnya dengan gemetar....



__ADS_2