Penyamaran Sang Model Berakhir.

Penyamaran Sang Model Berakhir.
Episode 25 Menyelesaikan Skripsi


__ADS_3

Melly menerima video call itu dan muncullah wajah Bastian yang sedang tersenyum dan melihat Melly sedang berendam.


"Ada apa kamu senyum - senyum, kamu tidak tahu aku butuh berendam air hangat dan mencium aromaterapi biar tidak lelah lagi." Kata Melly.


"Aku ingin kita segera menikah dan bisa berendam bersama. Kelihatannya aku nanti malam mimpi basah nih." Kata Bastian.


"Sudah malam, kamu tidak mengantuk nih." Kata Melly.


"Kamu lupa ya kalau aku setiap malam sebelum tidur selalu meneleponmu atau mengantarmu pulang. Supaya kamu mimpi tentang aku." Kata Richard.


"Tadi kita kan sudah makan bersama sangat lama, sudah ya aku tutup dulu teleponnya. Bye ...bye." Kata Melly.


"Bye....bye .." Kata Richard. Melly segera mematikan teleponnya.


Melly segera memakai handuk dan berpakaian. Melly mengeringkan rambutnya dan memakai krim malam, lalu menjatuhkan diri di atas kasur.


🌺 Keesokan harinya🌺


Hari Minggu yang cerah, Matahari telah terbit. Orang tuanya Melly dan Besan telah bangun sibuk membereskan barang dan hendak pulang. Si pengantin belum bangun pasti lembur di malam hari untuk melalui malam pertama mereka.


Mamanya Melly mendorong kursi roda dimana suaminya duduk. Ibu Mai mengetuk pintu kamar selama semenit. Ibu Mai menelepon Melly berkali - kali.


Melly yang sedang tidur pulas mendengar bunyi telepon. Melly meraba mencari Hp di atas meja rias. Melly mengangkat teleponnya.


"Halo ada apa ma." Jawab Melly.


"Ayo cepat buka pintunya." Kata Bu Mai.


Melly membuka mata dengan berat, lalu pergi membuka pintu. Melly segera masuk ke kamar mandi. Bu Mai membawa masuk kursi roda lalu keluar lagi mengambil koper yang ada di kamarnya. Barang Melly dijadikan satu di koper Bu Mai.


Melly selasai mandi dan berpakaian, lalu merapikan rambut palsunya itu agar lebih rapi. Melly memakai celana jeans menarik tas koper beroda berisi pakaian gaun Melly dan Orang tuanya.


"Kita harus sarapan dulu ma, kan kalau menginap di hotel dapat paket sarapan." Kata Melly.


"Iya kita sarapan dulu daripada masak di rumah capek sudah." Kata Bu Nai


BuMai dan Melly yang membawa kursi roda turun dengan lift. Saat mereka sampai di restoran sudah ada Orang tua Aldi dan Adrian sedang sarapan juga.


"Selamat pagi, ternyata kalian sudah sarapan duluan." Kata mamanya Melly.


"Iya, kami harus membantu membawa barang - barang juga." Kata Mamanya Aldi.


Saat Melly duduk makan, terlihat Aldi dan Sarah datang menghampiri.


"Selamat pagi mama dan papa." Kata Sarah kepada orangtuanya Aldi.


"Selamat pagi mama dan papa." Kata Aldi kepada Orangtuanya Sarah.

__ADS_1


"Selamat pagi juga." Jawab orang tuanya Aldi dan Sarah.


"Ayo cepat sarapan, kalian kan mau berangkat bulan madu ke Bali." Kata mamanya Aldi.


"Iya ma." Jawab Sarah.


Sarah dan Aldi mengambil makanan prasmanan yang telah tersedia. Mereka duduk berdua di meja tersendiri. Melly hanya tersenyum melihat kakaknya.


Orang tua Aldi dan Adrian sudah selesai makan, dan pamit untuk pulang.


"Kami bertiga sudah selesai sarapan, kami mau ke atas ambil barang - barang ditunggu sopir dan pelayan di depan kamar." Kata Mamanya Aldi.


"Iya, silahkan lebih dulu." Kata Bu Mai.


Melly dan orangtuanya sudah selesai sarapan juga, dan pamit pulang kepada Sarah dan Aldi.


Mama dan papa duduk dulu di kursi tamu dekat resepsionis. Saya ke atas yang mengambil tasnya.


Keluarga Melly pulang dengan taksi yang parkir di parkiran hotel.


"Nanti siang Sarah dan Aldi pergi bulan madu di Bali. Akhirnya tinggal kamu Melly 2 Minggu lagi menikah."


"Ah ibu, saya sebenarnya tidak mau cepat menikah, tapi mamanya Bastian mendesak


jika terlalu lama menikah nanti ada saja halangan seperti putus, selingkuh seperti mantan Bastian." Kata Melly


"Halo" Jawab Melly.


"Halo Sayang, kamu sedang apa?" kata Tian.


"Sedang kerjakan Skripsi, ini tinggal ngeprint saja, saya mau ke rental untuk ngeprint." kata Melly.


"Aduh kenapa harus ke rental, saya mau ke rumahmu. Saya bawain printer saya ke rumah mu. Jangan kemana-mana ya." kata Bastian.


Setengah jam kemudian Bastian datang dengan diantar sopir. Bastian mengambil ponsel untuk menelepon Melly.


"Saya sudah sampai di depan rumah, tolong bukakan pintu." kata Bastian di telepon.


"Oh, tunggu sebentar ya." jawab Melly.


Melly keluar membuka pintu pagar.


Bastian dan sopir yang membawa printer masuk ke dalam rumah Melly.


Sopir meletakkan printer dan kertas ukuran A4 satu rim atau 500 lembar di atas meja tamu. Lalu si sopir keluar menunggu di mobil.


Bastian mencolokkan kabel printer ke stopkontak colokan listrik. Melly membawa laptop dan kabel untuk dicolokkan.

__ADS_1


Bastian membantu mengeprint skripsi Melly.


Sebenarnya sudah ada yang diprint di bab 1.


akhirnya kegiatan mengeprint selesai.


"Akhirnya selesai juga tinggal menjilid saja. saya harus ke tempat penjilidan di dekat kampus besok. sekarang hari Minggu pasti tutup." kata Melly.


"ayo kita bereskan, saya panggil pak Yono di mobil." kata Bastian. Bastian mengeluarkan ponsel lalu menelepon pak Sopir.


"Pak Yono, kemari angkat printer ke dalam mobil!" kata Bastian.


Lalu pak sopir membawa printer ke mobil. Bastian belum mau pulang, Tian ingin berada di dekat Melly.


"Kapan kita beritahu dengan jujur siapa sebenarnya saya kepada Gerry." kata Melly.


"Tau ah gelap, saya masih belum siap. Lagipula Garry hari ini pergi bersama teman - temannya." Kata Bastian.


" Jika kita beritahukan identitas sebenarnya saya adalah Catherine, apakah dia akan marah lalu meminta kita membatalkan pernikahan. kamu tidak apa-apa kan." jawab Melly penuh harap. Karena Melly ingin menunda pernikahan.


" Kita coba beritahu dia besok sore setelah saya pulang dari kantor." Jawab Bastian.


"Oh ya mama kamu mana?" tanya Bastian.


"Di kamar sedang menemani papa menonton TV." kata Melly.


"Tolong titip salam sama mama ya. saya mau pulang." kata Bastian.


Melly lalu masuk ke kamar memanggil Mamanya. Lalu mamanya keluar dari kamar menemui Bastian.


"Oh nak Tian, ternyata bertamu ke sini. " kata Bu Mai.


" Saya permisi pulang dulu ma." Kata Bastian.


"ya, hati - hati di jalan ya." jawab Bu Mai.


Lalu Bastian keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil.


" Ma, tadi kak Tian membantu mengeprint tugas skripsi saya, jadi tinggal fotocopy dan menjilid nya besok." Kata Melly sambil memamerkan tugas skripsi nya.


"Syukurlah kamu sudah menyelesaikan tugas." kata Bu Mai.


Melly, Bu Mai dan papanya makan malam. Lalu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.


*Suasana rumah sangat sepi jika tidak ada kak Sarah. Biasanya kami selalu ribut bertengkar. Kak Sarah pasti senang menikmati bulan madu di Bali .


* Kata hati Melly.

__ADS_1


Lalu Melly tertidur dengan pulas.


__ADS_2