
🌺 Keesokan paginya🌺
Robby yang tertidur di sebelah pak Bastian akhirnya terbangun karena terik sinar matahari. Polisi mendatangi kantor MYU dan menggeledah kantornya.
Polisi menemukan dompet Pak Bastian dan Robby di laci meja. Polisi hutan mencari dengan bantuan anjing pelacak dengan mencium bau dompet Pak Bastian dan Robby.
Para polisi menangkap Pak Anwar dan anak buahnya. Pak Anwar dan anak buahnya tidak mengakui kejahatan mereka.
"Dari mana kalian mendapatkan dompet Pak Bastian dan Garry?" tanya polisi.
"Kami tidak tahu, kami menemukannya di hutan." Kata Pak Anwar.
"Kami akan periksa surat - surat kalian." kata pak polisi.
"Pak Anwar dan anak buahnya langsung ditahan sebagai saksi, karena menunggu pemeriksaan surat - suratnya dan menemukan korban dulu.
Anjing pelacak berjalan mendekati ke arah jurang, saat di tepi jurang anjing menggonggong.
"Apakah ada orang di bawah?" tanya polisi hutan.
"Iya kami ada di sini, tolong kami." kata Kata Robby.
Para polisi hutan berkumpul dan seorang polisi turun menggunakan tali tambang yang diikat di pohon. Polisi itu menemukan Pak Robby dan Bastian yang sedang lemas.
"Tolong Bos saya lebih dulu." Kata Robby.
Polisi itu membawa 2 tali yang sudah terikat di pohon saat diatas tadi. Polisi memberikan talinya untuk Robby agar mengikat dirinya sendiri.
Polisi mengikat tali ke perut Bastian, dan merangkul Bastian agar dapat naik ke atas.
Robby berusaha menaiki jurang yang penuh rumput dan tanah berlumpur.
15 menit kemudian mereka bertiga sampai di atas jurang. Bastian dan Robby di bawa masuk ke mobil ambulans menuju ke rumah sakit.
Perawat telah mengganti pakaian Bastian, dan sedang diinfus. Garry yang baru sampai mendarat di Kalimantan langsung naik taksi menuju ke rumah sakit.
"Perawat saya mau mencari kakak saya Bastian dan asistennya yang baru ditemukan di hutan oleh polisi." Kata Bastian.
"Oh yang baru diantar oleh polisi itu ya. Mereka di lorong sebelah kiri terus cari tulisan VIP Room." Kata Suster.
Robby berjalan menyusuri lorong dan menemukan kamar yang dijaga oleh polisi.
__ADS_1
"Saya adalah adiknya Bastian, mau melihat kakak saya." Kata Robby.
"Boleh lihat kartu identitasnya." Kata polisi.
Asisten Robby datang dan memberikan keterangan kepada polisi bahwa Garry adalah adiknya Bastian. Garry menyerahkan kartu identitas kepada polisi.
"Pak, Dia adalah Garry adiknya Bastian." Kata Robby.
"Kalau begitu silahkan masuk." kata Pak polisi.
Garry dan Robby masuk ke dalam kamar Bastian yang sedang tidur dan dipasang infus. Garry duduk di sebelah Bastian, dan mengeluarkan ponselnya untuk menelepon secara Video Call kepada Melly.
📽️ " Halo Garry, Bagaimana kabar Suamiku sekarang?" kata Melly yang sedang cemas.
📽️ "Lihatlah, Kak Tian sedang tidur. Sekarang kamu harus banyak makan dan istirahat dengan tenang. Ingat kamu harus menjaga bayi dalam perutmu." Kata Garry.
Bastian yang sedang tidur seakan mendengar suara istrinya. Bastian berusaha untuk membuka matanya dan menggerakan tangannya.
"Robby lihat jari kak Tian bergerak." Kata Garry.
"Kak, bangun kak. Ingat Melly dan anakmu yang masih di dalam perut istrimu." Kata Garry.
"Siang pak Robby, kelihatannya anda sudah sehat. Adik pak Bastian yang akan menemani kakaknya sekarang. Anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian." Kata Polisi.
"Ya pak saya akan memberikan kesaksian." Kata Robby
"Bos saya pergi dulu." Pamit asisten Robby.
Robby Keluar dari kamar mengikuti para polisi. Sesampainya di kantor polisi, Robby memberi kesaksian yang memberatkan Direktur dan keempat anak buahnya, karena seorang anak buahnya tidak ikut di dalam mobil.
Perusahaan kayu lainnya juga diperiksa surat - suratnya. Perusahaan kayu di Kalimantan dan Papua juga diperiksa. Banyak perusahaan yang memalsukan surat - surat penebangan.
Bastian yang menginap di rumah sakit selama 3 hari akhirnya bisa keluar dari rumah sakit. Mereka bertiga menginap di hotel dekat kantor polisi.
Bastian memberi kesaksian yang sama untuk memberatkan hukuman Pak Anwar dan anak buahnya.
"Pak Bastian, kami sudah menggeledah rumah Pak Anwar dan geng. Kami menemukan ponsel Hp milik pak Bastian dan Robby." Kata polisi sambil memberikan ponsel yang sudah terbungkus plastik.
"Kami amankan dulu ponsel kalian untuk diambil sidik jari pelaku. Kami juga akan mengumpulkan bukti pembicaraan pertemuan kalian dengan Pak Anwar." Kata polisi.
"Pak Bastian dan Robby harus datang ke kantor pengadilan besok untuk memberikan kesaksian lagi." Kata pengacara.
__ADS_1
Setelah proses pemeriksaan di kantor polisi selesai. Mereka pulang ke hotel untuk mandi sore dan istirahat. Bastian selesai mandi dan berpakaian langsung mengambil ponsel Garry untuk menelepon Melly dengan Video Call.
📽️"Sayang, apa kabarnya?" Kata Bastian.
📽️"Kupikir yang meneleponku adalah Garry. Kamu harus beli ponsel baru lagi. dan pindahkan datamu." Kata Melly.
📽️ "Saya menunggu sidang besok dan setelah itu Hp- ku dikembalikan. suamimu ini akan beli Hp baru dengan nomor yang baru. Biarlah no yang lama tersimpan di Hp yang lama." Kata Bastian.
📽️"Jadi kamu akan memberi tahu para klien nomor telepon mu ganti yang baru." Kata Melly.
📽️"Apakah kamu sudah makan? Ingat untuk menjaga kesehatanmu dan anak kita." Kata Bastian.
📽️"Iya saya sudah makan. Saya tinggal di rumah papa dan mama. Mereka yang menjagaku dan menghiburku. Padahal orang tuamu juga butuh penghibur karena terjadi sesuatu denganmu yang merupakan anak kandung mereka." Kata Melly.
📽️ "Aku merindukanmu, mungkin lusa atau 3 hari lagi baru bisa pulang. Saya tutup dulu teleponnya." Kata Bastian.
📽️ " Selamat malam sayang." Kata Melly.
Setelah Robby dan Garry bergiliran mandi, mereka bertiga makan di hotel dan istirahat.
Keesokan harinya mereka bertiga menghadiri kantor pengadilan sebagai saksi. Sidang pengadilan negeri berlangsung selama 2 jam.
Pak Anwar dan anak buahnya sudah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan denda 1 Milyar akibat penjualan kayu ilegal, pemalsuan surat dan percobaan pembunuhan.
"Pak Bastian dan Robby terimakasih atas kerjasamanya, ini ponsel kalian berdua. Kami tahu kalian butuh ponsel untuk bisnis." Kata polisi.
"Kami yang seharusnya berterima kasih karena kalian telah menyelamatkan kami dari jurang." Kata Bastian.
"Kapan kalian akan pulang." Kata Polisi.
"Kalau bisa sekarang saja, Kami dijemput dengan pesawat pribadi oleh seorang klien kami." Kata Bastian.
" Kalau begitu kami akan mengantarkan kalian ke bandara." Kata Polisi.
"Kami ke hotel dulu untuk mengambil barang kami dan check out." Kata Bastian.
Polisi mengantar mereka bertiga ke hotel lalu ke bandara. Mereka bertiga sudah ditunggu oleh kliennya Bastian naik pesawat pribadi pulang ke Jakarta.
( Keluarga Bastian tidak punya pesawat pribadi karena jarang ada kegiatan ke luar negeri dan ke luar kota).
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. minta like, vote dan komentar 🙏.
__ADS_1