
🌺 Rumah Bastian🌺
" Kamu butuh pengacara, telpon Pak Lucky untuk datang ke kantor polisi." Kata Bu Amel.
" Iya ma, saya pergi cari dulu lokasi kantor polisinya di mana." Kata Bastian.
"Kamu kan diantar sopir, Jemput pak Robby di kantor untuk turun tangan mencari penculik itu." Kata Bu Amel.
"Pa, ma, saya pergi dulu ya." Kata Bastian
Bastian lalu pergi bersama sopir menjemput pak Robby. Bastian menelepon pak Lucky untuk bersiap - siap menangani kasus penculikan.
"Pak Lucky tolong tangani kasus penculikan tunanganku. Lokasi kantor polisi mungkin di dekat Universitas Phoenix. Saya tunggu di sana ya." Kata Bastian.
Setelah mendapatkan Jawaban dari Pak Lucky, Bastian menutup teleponnya. Bastian segera menelepon asisten Robby.
"Robby kamu tunggu di pos satpam, aku jemput kamu menangani kasus penculikan tunanganku di kantor polisi." Kata Bastian.
"Pak, lebih baik saya pakai mobil saya sendiri saja. Saya takut kasusnya sampai malam, jadi bisa langsung pulang ke rumah." Kata Asisten Robby.
"Saya tunggu di kantor polisi dekat Universitas Phoenix ya." Kata Bastian
🌺 Universitas Phoenix🌺
Melly yang dari tadi menunggu di ruang kesehatan ingin kembali ke kelas.Melly mau mengenakan kembali wignya, tapi dilihat Wig ini kotor berdebu karena jatuh di tanah tadi.
Lagipula hampir semua temannya sudah tahu siapa saya. Melly cuma merapikan rambut panjang yang agak kecoklatan yang telah terikat.
Melly yang tinggi memiliki kaki yang panjang mengenakan celana kain dan kacamata. Terlihat sosok yang sederhana walaupun wajahnya cantik seperti model.
Wajah secantik apapun walaupun bajunya compang - camping, celana sobek akan tampak menjadi suatu model yang baru. Makanya itu majalah remaja dan Fashion memakai model yang cantik dan ganteng walaupun pakai celana jeans sobek akan jadi terlihat keren bahkan dianggap model baru.
Melly menunggu teman- temannya keluar dari kelas. Melly duduk bdi kursi depan kelas. Akhirnya 15 menit kemudian kuliah selesai Melly menghampiri temannya Nora yang berkacamata dan agak gendut untuk pinjam catatan.
Para lelaki yang kebanyakan dari keluarga hokay yang kuliah di universitas Phoenix mulai menyukai Melly dan memandangi Melly.
"Nora pinjam catatan mu tadi ya, hanya kufoto saja." Kata Melly. Melly merasa risih dengan cara para mahasiswa memandang dirinya.
__ADS_1
Nora Mengeluarkan catatannya, Nora sudah tahu siapa Melly sekarang karena tadi pagi menyaksikan adegan action di depan pagar kampus.
Melly menerima catatan Nora, lalu memfoto 4 halaman catatan Nora. Lalu mengembalikan Catatan kepada Nora.
"terimakasih ya, Nora." Kata Melly.
"Sama- sama" Jawab Nora.
Lalu para Mahasiswa yang merasa tampan - tampan mendekati Melly, mereka berebut jabat tangan padahal mereka sudah hampir 4 tahun kuliah bersama. Melly akhirnya Sulit bergerak keluar.
"Halo Catherine nama saya Wilson, ingat saya ya." Kata Wilson sambil mengulurkan tangannya.
"Halo saya James." Kata James.
"Ingat saya saja lupakan yang lain, saya Sammy." Kata Sammy.
"Siapa lho semua, saya anak pemilik kampus ini, saya Nathan." Kata Nathan.
Sebelum yang lain mulai memperkenalkan namanya. Melly tiba - tiba bicara dengan agak keras.
"Jabat tangan kami dulu." jawab mereka kompak.
Melly yang tingginya 172 Cm menjabat para mahasiswa yang mengelilingi Melly. Mahasiswa yang minta jabat tangan rata - rata tingginya sekitar 175 cm -180 cm. bagi Mahasiswa yang tingginya kurang dari Melly minder untuk jabat tangan seorang model.
"Saya sudah memegang tangan Catherine, saya tidak mau mencuci tangan ini." kata Wilson.
" Sudah cuci tangan saja tadi jari saya buat ambil kotoran di hidung." kata Melly.
" Tidak apa jika saya menyimpan kotoran hidung nona cantik." jawab Sammy.
"gila ya kalian semua, minggir saya kan sudah menjabat tangan kalian." Kata Melly.
"Tidak kami minta nomor teleponmu dulu, sama alamat rumah." kata James.
"Hai tahap perkenalan kan cuma saat OSPEK 4 tahun yang lalu, selain acara OSPEK saya boleh dong tidak beri informasi data saya." kata Melly.
"kalau saya bisa tahu nomor telepon mu, kan saya anak pemilik kampus." kata Nathan dengan percaya diri.
__ADS_1
"Terserah kita kan tahap perpisahan mau sidang Ujian Skripsi lalu Wisuda, Minggir kalian." kata Melly.
Melly tidak perduli lalu membobol rintangan hingga 3 lapis. lapis belakang yang belum mendapat jabat tangan mengulurkan tangan tanda mereka minta jabat tangan. Tapi Melly tidak menghiraukan.
Melly segera menuruni tangga, ada beberapa cowok yang mengikuti Melly. Tapi Melly cuek, dan menganggap mereka bodyguard.
"Melly, kita belum kenalan. Papaku pemilik hotel bintang lima di sini dan di Bali. Kalau kamu menjadi pacarku bisa kuajak jalan - jalan gratis ke Bali." Kata Cowok di sebelah kiri.
"Papaku pemilik pabrik plastik, hidupmu aku perlakukan seperti tuan putri dan bahagia." Kata Cowok sebelah kanan.
Lalu para cowok lainnya memamerkan kekayaan keluarganya. Melly terus berjalan menuju ke arah parkiran. Sesampainya di parkiran, Melly mengendarai sepeda motornya lalu meninggalkan kampus.
Para cowok akhirnya lelah mengejar Melly, mereka menunggu besok lagi untuk mendekati Melly.
🌺Garry yang sedih🌺
"Garry, ayo makan siang. Kamu harus sehat dan cari perempuan lain." Kata Bu Amel.
"Kok mama tahu, apakah mama di kabari oleh Melly? Apakah Melly kuatir kepadaku?" Tanya Garry.
"Bukan dari Melly, tapi dapat kabar dari Bastian. Anggap saja kalian tidak berjodoh." Kata Bu Amel.
"Sudahlah ma, mama tidak tahu saya incar dia dari 4 tahun yang lalu. Saya selama ini Gonta ganti pacar tidak bisa membuat aku melupakan dia." Kata Garry.
"Apakah kamu ingin mati kelaparan hanya gara - gara perempuan? Apakah kamu tidak kasihan sama mama dan papa yang sudah membesarkan kamu, terus akhirnya memilih untuk malas hidup. Apakah kasih sayang orang tuamu ini kurang cukup." Kata Bu Amel.
"Please, stop. jangan ganggu aku. Aku ingin tenang dulu, tidak mood untuk makan." Kata Garry yang menutupi dirinya dengan selimut.
"Ya sudah, mama sudah bawakan makanan nih buat kamu, ada susu, roti coklat kesukaanmu dan snack. Kamu lebih mood dengan makanan apa. Tinggal ambil di atas meja." Kata Bu Amel.
Bu Amel keluar dari kamarnya, Garry Mengambil hp dan membuka pesan di Hp ada pesan dari Bastian dan Melly. Tapi Garry tidak mau membuka pesannya.
Garry sibuk bermain game online favoritnya, dan fokus mencapai level tertinggi. Garry merasa dikhianati oleh Bastian yang tidak mau mengalah juga.
Bersambung
Terimakasih reader yang telah mampir membaca, apalagi yang memberikan like dan vote. Jadi Author bersemangat. 🙏
__ADS_1