Penyamaran Sang Model Berakhir.

Penyamaran Sang Model Berakhir.
Episode 53 Makan malam bersama


__ADS_3

Gabby dan Garry sudah sampai di rumah orang tua Garry, Demikian juga Bastian dan Melly.


"Halo kalian semua, Mama senang sekali seluruh keluarga berkumpul. Ayo kita makan malam bersama sekarang."


Selamat sore Tante, Saya dan Garry sudah hadir untuk mengikuti makan malam ini. Kakak saya Jefri tidak bisa hadir." Kata Gabby.


Lalu mereka semua duduk di meja makan. orang tua Garry yang mengambil makanan, lalu Bastian dan Melly. Garry mengambilkan makanan untuk Gabby.


"Ini untukmu Gabby." Kata Garry memberi piring yang berisi makanan lengkap."


"Saya bisa ambil sendiri Garry." Kata Gabby


"Sudah terima saja, Gabby. Garry tulus membantu. Tamu adalah ratu." Kata Melly.


"Baiklah, terimahkasih Garry." Kata Gabby.


Selama setengah jam mereka makan malam bersama. Akhirnya selesai juga beserta hidangan penutup.


"Ayo kita ngobrol di ruang keluarga." Kata Bu Amel.


Mereka semua berjalan menuju ke ruang keluarga dan duduk bersama.


"Mama ingin bicara dengan Gabby dan ingin mengenal lebih dekat." Kata Bu Amel.


"Mama, saya dan Gabby sudah resmi menjadi pacar, walaupun cuma sebagai bahan risetnya dia. dia lulusan psikologi mungkin ingin menjadi psikiater." Kata Garry.


"bukan psikiater, tapi psikolog. Kalau psikiater harus kuliah kedokteran diikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPSD) ilmu kedokteran jiwa selama 4 tahun. jadi gelarnya So.KJ ( Spesialis kesehatan Jiwa). Jadi ada pemeriksaan fisik, penelitian saraf maupun otak. Saya takut dengan jarum suntik" Kata Gabby.


"Oh jadi kamu ingin menjadi psikolog." Kata Bu Amel


"Jadi Psikolog harus lulus S2 psikologi. dan bersifat non medis, fokus pada aspek sosial klien. Misalnya kepribadian, perilaku, cara bicara, psikoterapi ataupun konseling psikososial. Juga harus bisa memberikan tes IQ, tes kepribadian, pendalaman minat bakat hingga kesulitan belajar." Kata Gabby.


"Jadi kamu mau melanjutkan S2." Kata Bu Amel.


"Belum pasti juga, saya coba dulu dengan pasien pertama saya yaitu Garry. Jika berhasil maka aku lanjutkan ke S2." Kata Gabby.


"Aku jadi pasien. Aku ini jadi pacarmu dalam masa percobaan." Kata Garry cemberut.


"Gabby, perusahaan juga butuh HRD lulusan psikologi. Saya dengar, HRD yang sekarang kurasa curang, Dia terima suap agar diterima kerja. pelamar kerja kalau ingin diterima perusahaan harus memenuhi persyaratan tes. " Kata Bastian.


"Ya, Gabby kamu temani aku kerja di kantor." Kata Garry.

__ADS_1


"Hai, Gabby itu kerja di beda ruangan denganmu Memantau staf HRD juga mengurus penggajian karyawan, konseling. Kamu itu Direktur jadi di beda ruangannya." kata Bastian.


"Baiklah, kantorku juga pindah ke bawah


Kantormu kan di pusat bukan di pabrik sabun. Jadi terserah aku dalam mengawasi pegawai." Kata Garry


"Tunggu dulu. Aku harus tunggu kepastian dari temanku Ken. Besok saya harus wawancara dengan papanya Ken. Dia memintaku kerja di perusahaan ayahnya sebagai pengembangan SDM." Kata Gabby.


"Kalau kamu kerja di perusahaan ayahnya Ken. Aku tak mau jadi pacarmu, hatiku sakit melihat kamu dekat dengan Ken." Kata Garry.


"Garry, Apakah kamu benar - benar suka padaku." Kata Gabby.


"Kan, sudah kuceritakan saat di restoran Padang. Aku pertama kali ketemu kamu sampai aku pindah rumah didepan rumah mu, dan aku beli anjing juga biar bisa dekat denganmu." Kata Garry.


"Garry, apakah waktu kamu putus dengan mantan - mantanmu itu karena mantanmu posesif. Kok saya merasa kamu yang posesif, Saya jadi bingung risetnya." Kata Gabby.


"Gabby, itu karena aku cuma main - main sana mereka, gak serius. Jadi aku gak ada pikiran membangun masa depan dengan mereka. Tapi aku serius denganmu." Kata Garry.


"Sudah, sudah jangan ribut. Begini saja Kami menghormati hak dan privasi Gabby. Besok kamu wawancara dulu dengan papanya Ken. Bandingkan jika kamu berkomunikasi dengan orang tuanya Garry. Kamu merasa nyaman dengan siapa." Kata Melly.


"Ya sudah malam kita pulang dulu. Melly harus istirahat karena dia hamil." Kata Bastian.


"Oh ya, Gabby. Kamu coba lihat suasananya di sana ya." Kata Bu Amel.


Garry dan Gabby melangkah ke luar rumah. Mereka berdua naik sepeda motor, dan Gabby turun dari sepeda motornya. Gabby dan Garry masuk ke dalam rumahnya masing - masing.


☘️ Pabrik Sabun Soft☘️


Garry yang sudah siap dari tadi pagi dan sedang sarapan. mobil yang menjemput Garry sudah tiba. Garry melihat pembantunya yang sudah membuat sarapan dan sedang menyapu halaman depan.


"Bik, Beri makan pion kalau bisa dimandikan. Terus kalau pulang, kunci semua dengan benar." Kata Garry.


"Iya tuan." Kata Bik Nah.


Garry masuk ke dalam mobilnya dan sampai di pabrik. Garry keluar dari mobil dan berjalan ke dalam pabrik, Para buruh yang melihat Garry menyapa bosnya dengan menundukkan kepalanya. Garry naik ke atas masuk ke dalam kantor yang sudah direnovasi.


Kantor yang pintunya dari kaca dan separuh dinding hanya tertutup kaca yang dilapisi ribben. Garry bisa melihat dari kaca para buruh bekerja dan mesin - mesin besar bergerak.


*Bosan aku sendirian di sini. Bagaimana mengatur SDM jika daftar pekerja ada 40 orang di sini. Semoga Gabby mau menemani aku di sini. Enak saja Bastian di kantor pusat ditemani istrinya. Sebel aku."


*Kata Hati Garry.

__ADS_1


Garry mengeluarkan handphone dan memberikan pesan kepada Gabby.


💬 "Gabby sayang, Kamu harus memilih kerja denganku. aku kesepian nih, Jadi malas kerja. Kamu kan konselorku."


Garry menunggu Jawaban dari Gabby tapi tanda centang dua sebagai tanda pesan sudah masuk belum menjadi hijau.


☘️ Perusahaan milik ayahnya Ken☘️


Gabby duduk menunggu di ruangan CEO, lalu menerima pesan dari Garry dan membacanya.


*Kalau Garry bosan bisa gawat malah penyakit malas kerja jadi muncul lagi. Aku harus mendampingi dia juga. Kujawab 'ya' saja. *Kata hati Gabby.


( Garry yang mendapat pesan balasan dari Gabby merasa senang.)


Lalu Ken dan ayahnya masuk ke dalam kantor.


" Pagi pak, Saya Gabby datang untuk wawancara." Kata Gabby.


"Kamu yang bernama Gabby, yang buat putraku hampir tiap hari bercerita tentang dirimu." Kata Papanya Ken yaitu Pak Sam.


Gabby hanya membalas dengan tersenyum.


"Bagaimana kalau kamu bekerja mulai hari ini." Kata Pak Sam.


"Maaf jika keputusan saya berubah mendadak, Karena saya memilih kerja di tempat kekasih saya." Kata Gabby.


"Kekasih, Sejak kapan kamu punya kekasih?" Tanya Ken.


"Sejak Kemarin, Maaf mendadak." Kata Gabby.


"Pasti dengan Garry, dasar tukang rebut. Kamu akan kuberi gaji yang lebih tinggi daripada dia."Kata Ken.


"Maaf, Ken. Ini bukan soal gaji tapi perasaan. saya permisi pulang dulu. Saya datang kemari hanya untuk Minta maaf " Kata Gabby.


"Itu adalah hakmu Gabby, kau yang berhak memilih." Kata Papanya Ken.


Gabby keluar dari ruangan itu, lalu bisa bernafas lega. Dia berjalan menuju ke parkiran sepeda motor. Gabby yang melepaskan kalung yang bertuliskan Visitor untuk ditukar dengan KTP yang ditahan oleh Security.


Gabby naik ke dalam mobil dan melaju ke pabrik sabun soft.


Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta tolong beri like, dan jejaknya.🙏

__ADS_1


__ADS_2