
🌺Bandara 🌺
Pagi - pagi sekali Bastian bangun dan memasak nasi dan semua sayuran, menu ayam dipotong kecil - kecil tanpa tulang di dicampur tepung dan telur juga telah digoreng.
Bastian sudah memasak semua bahan di lemari es. Ayam goreng tepung dimasukkan ke dalam kotak makan untuk bekal. Bastian takut beli makanan di sini.
Bastian membuat minuman hangat jahe merah dan ginseng untuk bertahan dari cuaca yang dingin. Bastian takut gagal pulang lagi, dia sangat merindukan istri dan anaknya.
Mereka semua sudah makan, Bastian memberi rice cooker, sisa minyak goreng dan wajan yang dibeli kepada tetangganya yang merupakan imigran dari Korea.
Mereka semua bersiap berangkat, Mereka mengenakan jaket yang tebal. Jalan raya terasa sepi sekali, apalagi bersalju. Bastian menyerahkan kunci di kantor apartemen itu.
Mereka menunggu taksi online di dalam kantor. 5 menit kemudian taksi online datang, lalu lintas sudah sepi. kami menuju ke bandara terbesar yaitu bandar udara internasional Danxing.
Awalnya bandara ini paling ramai sekarang menjadi sepi, tidak ada pesawat yang antre.
Bentuk bangunan seperti bintang laut dan ada yang bilang mirip burung Phoenix.
Bandar udara internasional Danxing memberikan pelayanan berbasis teknologi kecerdasan artifisial (Al). Pintu masuk dijaga oleh petugas gabungan dari kepolisian dan kesehatan.
Kami masuk melalui pintu putar kaca, suhu tubuh kami di cek dengan alat termometer seperti pistol. Kami disuruh membuka masker dan dilihat adakah gejala flu di hidung.
Kami masuk dan mendapatkan pas keberangkatan (boarding pass). Kami harus mengisi kertas formulir putih yang berisi pernyataan tidak pergi ke Wuhan selama 14 hari terakhir.
Kami masuk melalui pintu masuk karantina. Kami menyerahkan formulir itu dan dicocokkan dengan boarding pass dan paspor kami. Kami ditanya naik apa tadi ke bandara.
Petugas karantina adalah Personel kepolisian yang memegang daftar nomor plat transportasi umum, bus, kereta api, pesawat dan nomor taksi yang pernah mengangkut orang terjangkit Covid-19.
Kami menunjukkan nomor taksi online yang telah mengantarkan kami. Untunglah nomor plat taksi online yang kami tumpangi tidak pernah mengangkut orang yang terjangkit.
Petugas menekan tombol pintu, 2 pintu itu terbuka otomatis. Kami berjalan menuju pintu ( gate) keberangkatan pesawat.
Kami merasa lega, kami berjalan menuju ke pesawat. Ternyata banyak petugas kesehatan berpakaian putih - putih mengenakan masker dan kacamata. Mereka memeriksa suhu tubuh kami sebelum menaiki pesawat.
__ADS_1
Semua bandara di seluruh dunia tertutup untuk pesawat dari China, hanya negara Malaysia yang masih membuka pintu untuk pesawat dari China kecuali dari Wuhan.
Pesawat yang kami tumpangi mendarat di bandar udara internasional Kuala lumpur. Mereka melakukan pemeriksaan yang sama seperti di bandar udara Danxing.
Kami naik pesawat berikutnya menuju bandara Soekarno-Hatta. Semua penumpang yang dari China harus melakukan pemeriksaan kesehatan. petugas mengisi kartu warna kuning.
Kartu kuning itu berisi keterangan tidak adanya gejala penderita covid -19. kartu itu diserahkan kepada petugas yang berjaga di depan pos imigrasi.
Petugas kesehatan itu telah menerima 3 lembar kartu kami.
"Terimakasih atas kerjasamanya, semoga perjalanan Bapak lancar sampai tujuan." Kata petugas kesehatan.
"Akhirnya lolos juga, kita cari taksi." Kata Bastian.
Mereka akhirnya menemukan taksi.
"Pak antar kami ke Hawai Residence, tolong ke blok 10 no. 7 dulu." Kata Pak Antonio.
Pak Aliang tinggal satu kompleks dengan kami. Taksi itu sudah sampai di tujuannya.
"Ya, sama - sama."
"Pak, tolong antar kami di blok 8 no. 10." Kata Bastian.
Taksi itu sampai di tujuan. Kami sengaja tidak memberitahukan kepulangan kami karena untuk kejutan. Mereka takut gagal berangkat lagi dan membuat kecewa keluarga.
Pak Antonio dan Bastian keluar dari mobil. Mereka memberi kode security untuk diam.
Security membuka pintu pagarnya dengan perlahan. Security telah mengunci pintu pagarnya dan membantu membawakan tas trolley.
Pak Antonio dan Bastian melepas sepatunya lalu masuk dengan perlahan. Mereka langsung berteriak " Halo, kami sudah pulang."
Melly yang sedang menggendong buah hatinya, dan Bu Amel langsung ingin memeluk suami mereka.
"Tunggu jangan sentuh kami dulu, kamu harus mandi dan ganti pakaian." Kata Pak Antonio.
__ADS_1
Pak Antonio mandi di kamarnya, sedangkan Bastian mandi di kamar mandi di ruang tamu. Bastian tidak mau kamar mandi di dalam kamar terkena baju kotor yang dipakainya.
Pakaian -pakaian itu di rendam dengan sabun di bak. Pak Antonio menyuruh pelayan untuk mencuci tas trolley dan pakaian - pakaian di dalamnya, bahkan sepatu dicuci terpisah. Masa sepatu dijadikan satu dengan pakaian.
Ponsel mereka, laptop dilap dengan tissue basah berakohol. Tas selempang Bastian yang sudah kosong isinya langsung dicuci. Bahkan uang kertas dan logam direndam dengan cairan dettol.
Mereka akhirnya selesai membersihkan semua yang ada. Mereka akhirnya makan malam bersama. Bastian langsung masuk ke kamar untuk istirahat.
Melly juga ikut masuk ke kamar untuk sikat gigi dan cuci muka. Melly memberi makan bubur bayi kepada bayinya.
Bastian yang sudah sikat gigi langsung memeluk Melly yang sudah menidurkan anaknya.
"Aku sangat merindukanmu, aku tersiksa selama 2 Minggu di sana. Aku ingin melampiaskan semua kerinduanku ini sekarang juga." Kata Bastian.
Bastian mendorong Melly ke ranjang, dengan penuh nafsu Mencium dan Mxxxxxt bibir Melly. Mereka membuka pakaian mereka, Bastian menindih Melly. Mereka belum puas melakukannya beberapa ronde, tapi sudah kecapekan.
Mereka melanjutkannya besok pagi, mereka tidur saling berpelukan di balik selimut yang tebal. Mereka terbangun jam 11 malam karena Elvano menangis minta susu.
Bastian melanjutkan hasratnya kepada Melly lagi berkali - kali. Maklum sudah ditahan lebih dari 2 Minggu. Mereka akhirnya kelelahan, badan Melly terasa pegal melayani hasrat Suaminya.
Melly dan Bastian mandi air hangat di shower karena sudah tidur jika badan terasa lengket semua, apalagi badannya dicium semua.
Mereka melanjutkan hasratnya di Kamar mandi di bathtub dan di bawah guyuran shower air hangat. Bastian terlalu banyak makan makanan bergizi selama di China.
Kegiatan mereka di kamar mandi terhenti mendengar Elvano menangis minta susu. Setelah selesai memberikan susu, mereka tertidur Jam 2 pagi mereka melanjutkan tidurnya karena masih mengantuk.
Elvano menangis lagi jam 5 pagi, Bastian langsung mengkurap dan menutup kepalanya dengan selimut. Melly langsung memberikan susu kepada Elvano.
Elvano ternyata pub di Pampers, jadi Melly langsung membersihkan dan memandikan Elvano di bak bayi yang berisi air hangat.
Setelah Elvano berpakaian jadi tampak bersih dan wangi. Melly melanjutkan tidurnya hingga jam 7 pagi.
Mereka bangun kesiangan sampai jam 9 pagi. Bastian menjadi segar kembali dan minta dilayani lagi. Melly hanya pasrah walau sudah lelah.
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, 💓, favorit terimahkasih.
__ADS_1