
π Pomeranian milik Garryπ
Keesokan paginya, Asisten Robby datang ke rumah Garry. Robby menekan bel rumah Garry. Akhirnya Garry keluar dengan rambut acak - acakan seakan dia baru bangun tidur.
"Ada apa pagi - pagi sudah datang bangunin gue." Kata Garry.
"Tuan sekarang jam 7 pagi, saya harus pergi ke kantor. Ini adalah anjing Pomeranian Jantan pak dan ini kandangnya. Tapi anjing jangan ditaruh di kandang terus dia butuh olahraga dan sinar matahari pagi.
Saya ikat tali di pagar, biarkan dia di halaman. ini makanan anjing dan ini tempat makan dan minum. ku taruh di teras ya tuan muda." Kata asisten Robby.
"Berapa harganya?" tanya Garry.
"Harga anjingnya Rp 5 Juta, makanan, tali pengikat dan tempat makan minum sekitar Rp. 500.000,- sudah dibayar lunas oleh Tuan Bastian.
Sungguh lucu, tapi gimana rawatnya ya?
Garry lalu menutup pagar rumah dan masuk ke rumah untuk mandi.
Garry keluar dari kamarnya, melihat mamanya dan pelayan datang membawa rantang makanan.
"Garry kamu ini buat apa piara anjing, apa kamu bisa merawatnya. Kamu makan saja masih disiapkan sama mama." kata Bu Amel.
"Ma, cewek cantik di depan rumah itu piara anjing Pomeranian betina, rencanaku jodohkan anjing kami dulu. kalau anjing kita pacaran lalu saling merindukan. cewek itu pasti mencari anjingnya ke tempatku atau aku cari anjingku ke rumah dia." Kata Garry sambil tersenyum dan menghayal.
Bu Amel cuma menggelengkan kepalanya, heran melihat anaknya yang Bucin.
Beberapa menit kemudian Gabby lari pagi membawa anjingnya.
"Ma, jaga rumah ya. Gabby sedang lari bersama anjingnya." kata Garry sambil memakai sandal karetnya.
Garry mengambil tali anjing yang terikat di pagar. Garry menggendong anjingnya karena larinya lambat, mengejar Gabby.
Setelah agak mendekat anjing yang digendong Garry meloncat mengejar anjingnya Gabby. Untung saja Garry masih memegang tali yang mengikat anjingnya.
Gabby kaget anjingnya didekati anjing jantan.
malah kedua anjing berhenti lari malah asyik bermain, seakan mereka berbicara saling berkenalan.
Garry dan Gabby yang saling diam dari tadi melihat anjing mereka bermain. Gabby akhirnya memberanikan diri bicara kepada Gabby.
"Hai. Namaku Garry tinggal di rumah H8.Ehm namamu siapa, tinggal di mana?"
Gabby yang dari tadi melihat anjingnya bermain dengan anjing Garry, Cuma diam dan menoleh ke arah Garry. Bahkan topinya malah diturunkan, dan kepalanya ditutup dengan jaket Hoodie.
*Kenapa ini cewek kok diam saja sih, aneh. Cuek dan tomboi.
*Kata hati Garry.
__ADS_1
"Kamu suka olahraga apa?" Kata Garry.
Tiba -tiba Gabby duduk di atas rumput, Garry ikut duduk di sebelah Gabby.
*Apakah dia bisu ya? batin Garry.
Bunyi hp di saku celana Gabby berbunyi.
"Halo, ada apa,.......
"Jadi Clubmu Kurang satu cowok karena cedera lutut buat pertandingan basket nanti sore."
"Ya, coba kutanya teman kampusku lewat Group WA, Apakah ada yang bisa?
Gabby lalu mematikan telepon, lalu mengetik di group WA.
"Aku bisa bermain basket, aku selalu bertanding dengan kakakku dari kecil, SMA ikut Ekskul Basket dan kuliah ikut UKM basket walau jarang masuk. Mungkin aku bisa bantu." Kata Garry.
"Kalau kamu bisa main basket lebih baik dariku, maka kamu bisa ikut pertandingan." Kata Gabby.
"Ayo kita tanding. Kita ke rumahku untuk ambil bola basket, terus ke tengah taman perumahan ini ada lapangan basket." kata Garry.
Gabby dan Garry menggendong anjingnya lalu berlari ke rumah masing - masing.
Garry mencuci tangan dan muka lalu ganti dengan baju basket dengan nama punggung Garry, juga mengenakan sepatu Sport.
Garry mengambil kunci sepeda motor CBR nya, karena malas lari ke lapangan basket sampai 3 gang. Garry memasukkan bola basket yang ada di teras ke dalam tas kantong besar.
Garry lalu mengunci pagar, dengan membawa kantong berisi bola basket dan menggantungkannya di setir kiri
Garry Naik sepeda motor diikuti Gabby naik di belakang Garry. Mereka pergi ke taman yang ada lapangan basket.
Akhirnya sampai, Gabby dan Garry turun dari sepeda motor dan berjalan menuju ke tengah lapangan.
"lady first, ayo mulai Dribble." Kata Garry.
Gabby memegang bola basket dan menggiring bola basket sambil dribble. Garry berusaha merebut bola dari Gabby yang gesit bisa mengelabui Garry.
Gabby sudah lari mendekati ring basket dan melakukan lay out. Akhirnya Garry Kalah.
"Kamu kalah tidak bisa merebut bola dariku seorang wanita." kata Gabby.
" Coba aku duluan yang melakukan Dribble."
kata Garry.
Garry mulai Dribble bola duluan dengan berputar dan mengelabui tiba - tiba berputar ke sisi lain lalu maju sedikit dan melakukan jump shoot. Bolanya langsung masuk ke dalam ring basket.
__ADS_1
Garry saat melakukan jump shoot.
*Untung di rumah sering latihan masukkan basket jarak jauh.
*kata hati Garry.
"Kalau gitu kita rebutan bola, bola kulempar ke atas siapa yang rebut bola duluan, dia yang menguasai bolanya." Kata Garry.
Garry lalu melempar bola ke atas. Saat mereka sama - sama loncat untuk merebut bola. Kedua bibir mereka saling bersentuhan, Gabby kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Garry.
Garry kesakitan jatuh tertimpa Gabby, hati mereka berdebar kencang. Apalagi memikirkan mereka sempat berciuman secara tidak sengaja.
Garry tanpa sadar memeluk erat Gabby yang berada di atas Garry.
" Tolong lepaskan tanganmu di badan gue." Kata Gabby.
Garry yang memandang wajah Gabby dari dekat jadi sadar, lalu melepaskan pelukannya.
Gabby berusaha berdiri, dan mengulurkan tangannya kepada Garry untuk dibantu berdiri.
"Apakah kamu baik - baik saja, mana yang sakit." Kata Gabby.
"Punggungku sakit, lengan kananku juga rasanya minta dipijat nih." Kata Garry Sambil menunjuk siku kanan berdarah.
"Aku bantu pijat punggungmu nanti. kita pulang." Kata Gabby.
Garry yang jalannya di buat pincang mulai balik badan dan tersenyum gembira, Sedangkan Gabby sedang memasukkan bola ke dalam kantong plastik.
Gabby memapah Garry menuju ke sepeda motor.
"Mana kuncinya, biar saya yang setir." Kata Gabby.
" Memangnya kamu bisa setir motor sebesar ini." Kata Garry tidak percaya.
"Saudara saudaraku kebanyakan laki - laki yang sering pakai motor ini, juga teman - teman cowok di Club basket banyak pakai motor ini juga. Aku sering pinjam juga." Kata Gabby.
"Ini kuncinya, kini hidupku ada di tanganmu." kata Garry.
Gabby naik sepeda motor, lalu Garry duduk di belakang dan memeluk erat Gabby.
"Hai, buat apa kamu peluk - peluk, pegang pinggangku saja." Kata Gabby.
"Aku takut jatuh." Kata Garry, yang banyak alasan ingin peluk Gabby lagi.
"Terserah deh, kamu lebih baik pakai rok saja." Kata Gabby.
Lalu Gabby menyalakan sepeda motor, malah Garry memeluk Gabby lebih erat lagi sambil berkata.
"Aku takut, karena tidak pernah dibonceng sama cewek." Kata Garry sambil tersenyum.
__ADS_1
Gabby lalu mengendarai sepeda motornya menuju ke rumah Garry.
Terimakasih Readers telah mampir membaca novel ini, jika suka tolong beri like, vote dan komentar.π