
☘️Pabrik Sabun Soft☘️
Mobil Gabby sudah sampai di pintu gerbang pabrik yang tertutup dan dijaga Security.
"Anda mau bertemu dengan siapa nona?" Kata security.
"Aku mau bertemu dengan Pak Garry, Saya sudah buat janji. Ini KTP saya." Kata Gabby.
Security kembali ke pos penjagaan dan menelepon dengan tombol extension 1. Dia berbicara sebentar di telepon lalu keluar menuju mobilnya Gabby.
Security mempersilahkan Gabby masuk. Gabby keluar dari mobil dan diantar Security sampai di depan pintu kantornya Garry.
Gabby membuka pintu kaca tersebut.
"Gabby, aku senang kau kemari menemani aku. Pusing aku lihat data - data ini." Kata Garry.
Gabby melihat data - data tersebut lalu melihat daftar karyawan yang bekerja.
"Garry, panggil saja bagian administrasi, keuangan, dan HRD. kamu tanyakan kepadanya." Kata Gabby.
Garry menekan tombol ext 3.
"Halo ini bagian HRD, tolong panggilkan bagian keuangan, dan administrasi kemari." Kata Garry.
"Maaf pak saya bagian Staff HRD. Kepala HRD kelihatannya berhenti kerja, sejak kemarin dia dituduh menerima suap menerima karyawan yang merupakan mantan pidana. Pelamar kerja banyak yang tidak menunjukkan SKCK ( Surat Keterangan Catatan Kepolisian)." Kata Staff HRD.
"Ya sudah saya yang ke sana." Kata Garry.
"Gabby, kamu yang jadi HRD. Data - data ini kubawa ke sana juga." Kata Garry.
Gabby dan Garry berjalan ke ruang seberang. ada tiga pintu yang bertuliskan HRD, Accounting dan bagian Keuangan. Gabby dan Garry masuk ke ruang HRD terlihat meja HRD kosong dan di seberang ada Staff HRD yang sedang sibuk menghitung lemburan buruh.
"Nama saya Dewi, Ada yang bisa saya bantu pak." Tanya Dewi.
"Kenalkan ini Gabby yang menggantikan HRD di sini." Kata Garry.
__ADS_1
"Gabby coba kamu lihat sendiri apa saja yang ada di laci meja dan lemari brankas itu. Kamu pelajari, kalau tidak mengerti tanya sama Dewi. Aku mau ke bagian Accounting dan keuangan." Kata Garry.
Gabby dan Garry sibuk mempelajari semua data dan bertanya kepada Staff yang ada di sana. Garry terkadang menelepon Bastian, semua data di cek ulang dengan di pusat.
Bahkan bagian audit datang untuk mengaudit semua data selama seminggu. Kepala produksi dan kepala gudang , termasuk administrasi gudang juga diaudit.
☘️Gedung Pusat☘️
Jeffry hampir setiap hari datang ke kantor semenjak tahu Melly adalah istri dari Bastian. selain dengan urusan pekerjaan juga ingin dekat dengan Melly. Jeffry juga ikut diskusi masalah pekerjaan
Jeffry belum bisa move on melepaskan Melly walaupun perutnya sudah membesar 6 bulan usia kandungannya. Tapi aura Melly terlihat cantik dan seksi memakai baju hamil
"Bastian saya tanam saham lagi untuk membangun pergudangan di Tangerang. Saya juga ingin jadi direktur untuk pembangunan pergudangan di sana." Kata Jefri.
"Maunya kantormu di mana, di sana masih lahan kosong. Masa surat - surat di simpan di sana kan ada satu kantor untuk proyek." Kata Bastian."
"Aku lihat lantai 10 di gedung ini kosong hanya barang - barang tidak terpakai, bagaimana kalau saya jadikan kantor, saya butuh, arsitek, manajer konstruksi, keuangan, accounting dan administrasi." Kata Jefri sambil melirik Melly.
"Baiklah saya terima tawaranmu. hari ini saya suruh asisten Robby mengurus semuanya." Kata Bastian.
Pengurusan IMB, surat tanah dan SHM sudah diproses sejak 2 tahun yang lalu. Makanya sejak IMB (Ijin Membangun Bangunan) telah disetujui maka baru bisa membangun pergudangan.
"Lega rasanya, ayo kita rayakan dengan makan bersama. Catering dari mamanya Melly sudah datang. Kita makan di ruang pertemuan saja." Kata Bastian.
Bastian, Melly, Jeffri, Asisten Robby, sekretaris, direktur keuangan, dan karyawan Jeffry juga ikut makan bersama.
Bastian menyiapkan makanan untuk Melly lebih banyak agar berat bayinya tumbuh bagus. Semua senang menikmati pesta syukuran ini. Sedangkan karyawan lain dibagi Nasi kotak.
Dua bulan kemudian, proyek pembangunan pergudangan Prayogo group sudah terkenal sampai seluruh negeri Indonesia bahkan perusahaan asing. Perusahaan asing banyak yang sudah membeli pergudangan walaupun masih proses pembangunan.
Jeffry yang kantornya seharusnya di lantai 10 tapi lebih sering diskusi di kantor Bastian dan Melly. Tiba - tiba ada telepon dari seorang yang mengaku sebagai pengusaha kayu di Kalimantan menelepon kantor Bastian.
☎️ "Halo pak Bastian ada telepon dari Pak Anwar mau menawarkan kayu dari Kalimantan." Kata Resepsionis.
☎️"Iya coba saya bicara kepadanya." Kata Bastian.
__ADS_1
☎️"Selamat siang pak Bastian, saya pak Anwar menawarkan kayu dengan harga miring, mungkin bapak butuh untuk proyek pembangunan." Kata Pak Anwar.
☎️" Sebenarnya untuk pergudangan saya tidak butuh kayu, tapi semen, beton, besi. kalau untuk interior di real estate saya butuh kayu. Apakah surat ijin lengkap dan asli?" Kata Bastian.
☎️ "Asli pak, coba bapak cek sendiri kualitas kayu dan surat - suratnya." Kata Pak Anwar.
☎️ "Baiklah, besok saya dan asisten saya yang pergi untuk cek suratnya. dan melihat perusahaan anda langsung." Kata Bastian.
☎️" Terimakasih pak, saya akan menunggu kedatangan Pak Bastian." Kata Pak Anwar, Lalu Telepon ditutup.
" Jeffry besok saya dan Robby pergi ke Kalimantan, tolong bantu istri saya mengurus kantor. Kamu sudah banyak ikut campur di sini, pasti tahu apa saja yang dikerjakan." Kata Bastian.
"Jangan pergi, biar asisten Robby saja." Kata Melly.
" Saya juga perlu lihat perusahaannya juga, kan banyak perusahaan kayu di Kalimantan ternyata perusahaan fiktif dan surat ijin ilegal.
Kayu Kalimantan itu terkenal kuat." Kata Bastian.
"Don't worry, aku akan jaga istrimu ini." kata Jeffri.
Keesokan harinya, Bastian dan asisten Robby sudah bersiap pergi ke bandara untuk keberangkatan ke Kalimantan.
"Sayang, kamu tidak perlu turun dari mobil. Kamu harus hati - hati kalau ke kantor. atau kamu langsung ke rumah saja, di Kantor sudah ada Jeffry. Papaku ada di China sekarang ada urusan kerja sama ekspor sabun di sana." Kata Bastian.
"Saya tetap ke kantor, saya yang pegang kunci lemari data perusahaan. Jeffry kan cuma ikut beri pendapat, seperti penasihat saja dia." Kata Melly.
"Pak Joko, tolong antar istri saya sampai di kantor, Minta bagian Resepsionis antar nyonya masuk lift hingga ke ruangannya." Kata Bastian.
"Baik pak." kata pak Joko.
Bastian lalu mencium dahi, pipi dan bibir Melly. Bastian memeluk Melly dengan erat.
Bastian dan Robby yang hanya mengenakan kemeja warna biru dan tas selempang kulit.
Bastian dan Robby masuk ke bandara, Melly diantar sopir langsung ke kantor. Hati Melly terasa berat membiarkan suaminya pergi ke hutan Kalimantan. Melly hanya mengelus perutnya yang telah membesar, kandungannya berumur 8,5 bulan.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca cerita ini. Tolong Beri like, vote dan komentar 🙏.