
☘️23 Januari 2020☘️
Keesokan harinya mereka bertiga sarapan di hotel. Setelah sarapan mereka naik taksi untuk pergi ke perusahaan kliennya. Mereka bertemu dengan CEO dan direktur Utama perusahaan Lotus.
"Selamat pagi, terimakasih telah berkunjung." Kata CEO Lim.
"Gong xi fa cai." Kata Pak Antonio, Pak Aliang dan Bastian bersamaan dengan posisi mengepalkan tangan ke depan.
Mereka membahas produk baru sabun antiseptik, sekaligus mereka memesan sabun lainnya dan bahan dasar. Lalu mereka makan - makan di restoran.
Pertemuan mereka telah selesai. mereka bertiga langsung pulang ke hotel untuk mandi dan mengambil koper mereka. Mereka akhirnya Check out dari hotel.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Kota Wuhan sudah di lockdown pukul 10 tadi. Mereka bergegas ke bandara untuk pulang ke Indonesia.
"Mohon maaf, suhu tubuh anda berdua panas" Kata petugas kepada Pak Antonio dan Pak Aliang.
Mereka menjalani rapid test, hasilnya langsung keluar 15 menit kemudian. lalu swab test hasilnya keluar dalam waktu 3 detik. Sungguh cepat hasilnya. ( Di Indonesia butuh 2 Minggu).
" Maaf Pak Antonio dan Pak Aliang, kalian positif terdeteksi Covid-19. harap langsung masuk ke rumah sakit, ambulans ada di depan pak. Biar diantar oleh petugas." Kata petugas kesehatan dengan bahasa Inggris.
"Kenapa saya tidak kena virus." Kata Bastian dengan bahasa Inggris.
" Semuanya tergantung dengan daya tahan tubuh, Pak Aliang dan Pak Antonio sudah tua. Mungkin ada tekanan darah tinggi dan diabetes." Kata Petugas kesehatan yang berpakaian seperti astronot yang dinamakan baju Hazmat.
Bastian ikut mereka menuju ke rumah sakit.
" Maaf Pak Bastian anda tidak bisa menjenguk mereka, karena kami akan mengisolasi mereka sampai sembuh." Kata petugas kesehatan.
"Kira - kira butuh berapa lama ya?" tanya Bastian.
"Paling cepat 2 Minggu, jika lebih dari itu syukur - syukur jika masih hidup." kata Petugas kesehatan.
Bastian merasa shock dan duduk di lobby dengan tas koper yang berisi 3 set baju milik Bastian dan papanya. Bastian berniat mencari penginapan di dekat rumah sakit, tapi tak punya kekuatan untuk berjalan.
__ADS_1
Bastian ingin mengabari saudara dan teman di Indonesia. Bastian membuat telepon group di WA yaitu Melly, Bu Amel, Garry, Robby. dan Jeffry.
📽️"Saya mau beri kabar buruk buat kalian, bahwa Pak Antonio dan Pak Aliang telah ditest positif Virus Covid-19." Kata Bastian.
Bu Amel menangis karena suaminya terkena virus Covid-19. Apalagi tahu anak sulungnya terjebak di sana. Melly yang shock juga menangis.
📽️"Doakan papa dan Pak Aliang agar sembuh. Saya merasa seperti di film bioskop Korea terjebak di kota penuh virus, dan film terjebak di kota Zombie." Kata Bastian.
📽️ " Kakak jangan aneh - aneh, Apakah banyak yang tiba - tiba pingsan." Kata Garry.
Hari - hari pertama tentang kabar menyebarnya virus Corona amat menakutkan. Bastian juga tidak bisa bahasa Mandarin. Bastian merasa shock duduk di lobby Rumah sakit sambil termenung tidak bisa berbuat apa - apa.
Seorang mahasiswa yang memakai masker duduk di sebelah Bastian juga sedang melakukan video call. Mahasiswa itu menggunakan bahasa Indonesia.
"Papa, mama. Saya sudah melakukan test di rumah sakit. Hasilnya negatif. sebenarnya kuliahku sudah liburan semester dari pertengahan Januari, banyak yang sudah pulang. Saya selesaikan Skripsi dulu baru mau pulang. tapi ada pengumuman bagi mahasiswa yang sudah pulang ke negaranya jangan kembali ke China Sebelum ada pemberitahuan atau dikeluarkan dari kampus. Kuliah akan lewat Daring." Kata Ronald.
"Kalau begitu kamu kembali ke kos, kamu harus stock makanan, masker, antiseptik dan sabun. Kamu jangan kemana - mana. Kata mamanya.
"Iya, papa, mama. doakan segalanya lancar." Kata Mahasiswa itu yang memakai masker.
Mahasiswa dari Indonesia itu menutup komunikasi mereka. Bastian memberanikan diri untuk berbincang.
"Maaf anda dari Indonesia, Kenaljan nama saya Bastian." Kata Bastian.
"Saya Ronald. Saya dari Surabaya." Kata Ronald.
"Apakah ada kamar kosong di tempat kosmu. Papaku dirawat di rumah sakit mungkin selama 2 Minggu. Saya juga tidak boleh menjenguk papa saya. Lalu Jika menginap di hotel biayanya tambah mahal." Kata Bastian.
"Maaf saya tinggal di asrama kampus, Tapi ada beberapa siswa sewa bersama di apartemen, ayo ikut saya." Kata Ronald yang berkulit sawo matang dan berkacamata.
"Berapa ya harganya kira - kira sewa apartemen sebulan? biar saya ambil uang tunai dulu di ATM." Kata Bastian.
Sewa apartemen satu kamar tidur di daerah perkotaan China seperti Shanghai dan Beijing rata-rata 3.520 yuan atau sekira Rp6,3 juta sampai Rp7,9 juta sebulan.
__ADS_1
Sebenarnya Bastian butuh teman yang bisa bahasa Mandarin. Apalagi sama - sama berasal dari Indonesia. Bastian sangat merindukan Melly dan anaknya, jadi merasa kesepian. Apalagi jika menginap di hotel selama 2 Minggu jadi amat mahal.
Bastian menuju ke ATM yang ada logo VISA, Mastercard di rumah sakit. Bastian langsung menarik uang sampai batas maksimum tarikan. Karena sekali tarikan kena biaya administrasi Rp. 30.000.-
Bastian membawa tas trolleynya berjalan mengikuti Ronald. Perjalanan butuh 500 meter menuju ke tempat kos. Mereka akhirnya sampai di apartemen.
"Tolong bantu terjemahkan ya, Bagaimana cara bicara sewa apartemennya." Kata Bastian.
Mereka menuju ke kantor di apartemen itu. Ronald berbicara dengan bahasa Mandarin.
" Mereka minta kartu identitas anda untuk difotokopi. harga sewa 3000 Yuan jadi sekitar Rp. 6.200.000,-. Tolong disiapkan uangnya." Kata Ronald
Bastian memberikan kartu identitas dan uangnya kepada pihak administrasi. Bastian Akhirnya mendapatkan kuncinya dan nomor kamar di lantai 7. Mereka naik lift bersama.
"Ini upahmu karena membantu saya menjadi penerjemah. Bolehkah minta nomor teleponnya, Jika saya butuh sesuatu tinggal telepon Ronald saja. Bagaimana jika kuberi upah 100 Yuan/ hari." Kata Bastian. ( 200 Yuan \= Rp. 416 ribu).
"Terimakasih pak, saya senang dapat penghasilan tambahan. no telepon saya 139xxxxxx" Kata Ronald.
"Berapa banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di China? tanya Bastian.
"Menurutku total anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok hampir 15.000, Juga ada dari pulau Madura. Kami banyak menemukan makanan halal di sini. Kami juga tidak dicekoki dengan politik komunis seperti yang diberitakan." Kata Ronald.
"Banyak juga ya siswanya." Kata Bastian.
"Ya, banyak. Nanti Pak Bastian beli makanan di dekat sini atau beli rice cooker dan alat masak untuk memasak sendiri." Kata Ronald.
"Aku coba masak sendiri saja, saya takut keluar." Kata Bastian.
"Apa anda masih butuh bantuan saya untuk belanja?" Kata Ronald.
"Ya saya masih butuh bantuannya." Kata Bastian.
Pintu lift apartemen akhirnya terbuka, Mereka berjalan menuju ke kamar 708. Bastian meletakkan tas trolley- nya, dan mereka pergi ke supermarket.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, vote, dan komentar 🙏