
๐ผHari kebebasan๐ผ
Matahari Telah Terbit, Sinarnya telah masuk di sela- sela jendela yang tertutup tirai. Rasanya senang sekali mulai hari ini tidak dibangunkan oleh alarm weker, dan alarm hp.
*Kutatap wajah suamiku ini, terlihat makin tampan. Apakah aku telah jatuh cinta, aku telah menikah resmi dengan suamiku.
*Kata hati Melly.
Melly mengelus pipi suaminya. Bastian tersadar ada sentuhan lembut di pipinya, perlahan- lahan matanya terbuka.
Bastian memeluk Melly, mereka saling memandang. Bastian mencium bibir Melly, tidak perduli jika belum sikat gigi. Tanpa Terasa gairah Bastian terbangun.
Bastian mulai mencumbu istrinyanya, dan Melly melayaninya sebagai tugas seorang istri. Lalu Bastian dan Melly lelah karena selesai olah raga ++ di pagi hari.
Melly pergi ke kamar mandi untuk mandi berendam. Bastian kembali tidur lelap, merasa kecapekan. Melly lalu bangun dan membangunkan Bastian untuk mandi.
"Sayang, Ayo mandi dan langsung sarapan. Sudah kusiapkan bajunya, bukankah kita berangkat kerja bersama." Kata Melly sambil menggoyang badan Bastian yang mengkurap.
Bastian lalu terbangun dan segera ke kamar mandi. Bastian melihat Melly sudah memakai pakaian kerja Blazer dan rok selutut sedang duduk di depan meja rias.
Bastian keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Melly menghampiri Bastian untuk membantu Bastian berpakaian, dan memakai dasi.
Mereka lalu ke luar dan melihat sarapan pagi sudah tersedia. Sayur bening dan ikan goreng telah selesai dimasak oleh mbok Nah yang datang tiap pagi.
Terlihat Mbok Nah sedang sibuk dengan mesin cuci di belakang rumah. Melly membuat susu berkalsium untuk dewasa untuk diminum oleh Melly dan Suaminya.
"Apa ini susu, aku tak suka susu." Kata Bastian.
"Kamu ini umurnya sudah diatas 30 tahun, harus minum susu kalsium dan vitamin. Aku belum siap jadi Janda muda, apa kamu mau gue nikah sama duren ( Duda Keren) atau dengan brondong." kata Melly.
"Kok tega gitu perkataannya, Baiklah sini aku minum susu dan Vitamin." Kata Bastian.
"Mbok Nah, kami mau pergi. Tolong kunci pagar dan pintu rumah ya. Jika Mbok Nah mau pergi jangan lupa dikunci." Kata Melly.
Bastian dan Melly pergi ke luar menuju mobil yang sedang dipanasi oleh sopir. Mbok Nah mengikuti dari Belakang. Saat Mobil mereka berangkat, mbok Nah mengunci pagar dan pintu rumah.
Bastian dan Melly duduk berdekatan dan saling menggandeng tangan.
"Saya senang sekali ada istriku yang menemaniku di kantor." Kata Bastian.
"Saya kerja apa di sana, honey."Kata Melly yang menggunakan bahasa Inggris agar sopir tidak tahu artinya.
Bastian merasa senang dengan panggilan honey itu.
"honey, pekerjaanmu cuma menemaniku di kantor, aku susah fokus bila kamu jauh dariku." Kata Bastian.
"wah, Percuma dong gue kuliah nih." Kata Melly.
__ADS_1
"Suamimu ini sudah kaya, dan banyak karyawan. sudah ada bagian- bagiannya sendiri. Nanti kalau ada kesibukan mungkin kamu bisa bantu." Kata Bastian.
Mereka lalu sampai di kantor, mobil masuk ke dalam parkiran. Bastian dan Melly keluar dari mobil, semua orang hanya kagum melihat model Catherine yang telah menjadi istri Bos mereka.
Bastian dan Melly lalu naik Lift menuju ke lantai 8. Mereka berdua lalu keluar dari lift, semua Staff kagum melihat istrinya pak Bastian berwibawa. Karena saat pertama Melly datang ke kantor berpakaian ala anak kampus.
Melly masuk ke ruangan dan melihat ada meja ukuran sedang di samping meja Bastian.
"Silahkan duduk tuan putri." Kata Bastian yang telah menarik kursi kulit beroda yang empuk.
Melly duduk dan membuka Laptop khusus Melly, dilihat di dalamnya berisi banyak game dan beberapa file dokumen berisi biodata karyawan.
"Kamu ingin saya menghafal biodata karyawan." Kata Melly.
"Kesulitan bagi seorang CEO seperti saya adalah menghafal wajah karyawan, nama, dan tugasnya. Kalau bosan tinggal main game saja. Kata Bastian.
"Walah, Jika tahu pekerjaanku semudah ini, buat apa saya susah - susah belajar meraih nilai tertinggi." Kata Melly.
" Lho biar tidak dipandang rendah sama bawahan toh. juga gak dibohongi sama karyawan. Takutnya mereka manipulasi data. Kalau kamu mau periksa keuangan ya gak apa - apa." Kata Bastian.
Melly Seharian ini mempelajari biodata karyawan, dan mempelajari perusahaan pusat dan anak cabangnya.
Pada jam 2 siang, Telepon kantor Bastian berbunyi terlihat di layar no Ext 1. kode 1 adalah Resepsionis.
๐ada apa, ,....Pak Jefri....ohh ya..... antar dia ke ruang meeting.
"Pak Jefri datang, dia salah satu orang yang menanam saham di pabrik minyak goreng dan pabrik sabun kita. Dia masih belum nikah sampai sekarang." Kata Bastian.
5 menit kemudian, Pak Jefri sudah diantar ke ruang meeting. Bastian mengajak Melly dan asisten Robby yang membawa catatan keuangan ke ruang meeting.
Saat ketiga orang itu masuk, Melly dan Pak Jefri malah saling terkejut.
Pak Bastian, Robby menjabat tangan Pak Jefri. Pak Jefri yang menjabat tangan Melly tidak mau melepaskan tangannya Melly.
"Catherine ternyata kamu di sini." Kata Jefri.
"Dia istri saya, bukan pegawai saya." Kata Bastian dengan cepat, seakan ingin menunjukkan wanita ini adalah milikku.
"Berapa lama kalian pacaran." kata Jefri
" Pacaran seminggu, tunangan 2,5 bulan." kata Bastian.
" Apa, Saya mengejar Catherine 2 tahun sejak acara fashion show Vanty, Gomes, selalu saja dia menghindar dan menghilang entah ke mana." Kata Jefri.
Bastian lalu tersenyum mengingat masa dia menyamar mengejar Melly, tapi hilang.
Lho kok melamun sambil tersenyum, jangan - jangan lidahmu sama sepertiku.
__ADS_1
Bastian lalu cuma mengangguk.
"Catherine bagaimana kamu bisa memilih dia, apa yang kamu suka." Kata Jefri.
" Ya, ketulusan hatinya, ada deh." Kata Melly.
"Aku juga tulus, sungguh. Walaupun kamu pisah dengan Tian, aku masih menerimamu." Kata Jefri.
"Enak saja kamu bilang pisah, gak ada perpisahan di antara kami." kata Bastian.
"Sudahlah, kalian kan tujuannya rapat untuk kerja, kok bahas tentang diriku sih." Kata Melly.
"Maaf minta air es, hatiku sakit, jantungku tak beraturan nih. Rasanya aku patah hati tak bisa kerja." Kata Jefri.
"Kalau begitu, saya keluar dari ruangan ini aja dulu, biar kalian bisa konsentrasi." Kata Melly.
Melly lalu keluar dari ruang rapat itu. Melly menuju ke ruang CEO.
"Maaf Bastian, saya lagi gak bisa konsentrasi. Mungkin kamu merasa tidak enak." Kata Jefri.
"Tidak apa - apa Jef. saya pernah mengalami seperti ini. Adikku juga mengejar dia, dia patah hati tahu Catherine memilih saya. Adikku tidak mau makan selama sehari. Sampai sekarang adikku masih terlihat suka sama istriku. Kalau kamu kan jarang ketemu." Kata Bastian.
"Saya cuma lihat kemasan sabun, dan contoh bentuk sabun antiseptik aromaterapi yang sudah di uji coba." kata Jefri.
Jefri melihat gambar kemasan dan bentuk sabun dan bau sabun.
"Bagus saya suka kemasannya dan sabunnya. saya coba di westafel dulu.
Lalu Jefri mencoba sabun itu untuk cuci tangan.
"saya suka busa sabun ini sangat lembut. Oke kita luncurkan kapan. Besok atau lusa? " kata Jefri.
"Besok kita produksi dan buat kemasan." kata Bastian
"Kalau begitu saya pulang dulu. mana Catherine?"
Lalu Pak Jefri keluar dan pergi ke ruang CEO dan berpamitan kepada Catherine juga.
Bastian, dan Catherine saya pulang dulu ya.
"Terimakasih atas kedatangannya." kata Catherine.
Lalu Pak Jefri masuk ke dalam lift dan pulang.
Terimakasih telah membaca cerita ini, jika suka tolong beri like, vote dan komentar ๐๐
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca Novel ini, Jika suka tolong beri like, vote dan komentar agar Author bersemangat. ๐๐