
"Garry ayo nonton pertandingan basket kampus. Kali ini pertandingan basket wanita antar kampus."
Kata Steven
"Aduh kita ini sudah lulus, kok malah ingin kembali kuliah, sudah kerja bantu orang tuamu kerja di perusahaan." kata Garry
" Nonton adik kelasku Grace yang kukejar sejak tahun lalu dia di UKM basket, buat beri semangat dia." kata Steven.
Lalu mereka pergi ke kampus ke tempat gedung olahraga. Tempat itu sedang penuh bahkan pemandu sorak dan penonton dari Kampus lain datang.
Kursi dibagi 2 wilayah barat milik musuh Universitas Cendikiawan dan timur milik Universitas Phoenix.
Garry melihat ke seberang, melihat gadis misterius yang pernah bertemu di mall. Dia yang pandai memasukkan bola basket di Game Zone.
Garry langsung pindah ke tempat wilayah musuh, Steven heran mengapa Garry pindah ke sana.
Garry sudah masuk ke kerumunan di sana.
"dik, perempuan di sana yang pakai Jaket hoodie hitam itu siapa." Tanya Garry kepada penonton.
"Dia itu senior kami Gabby, sudah baru wisuda tahun ini. Dia dulu masuk tim basket, sekarang cuma melatih junior saja." Kata penonton.
Garry lalu menghampiri Gabby yang sibuk mengetik pesan di ponsel Hp.
Garry berdiri di sebelah Gabby, menunggu dia selesai mengetik pesan di ponsel.
Gabby selesai mengetik pesan, lalu berteriak kepada pemain no punggung 5.
" Ayo oper langsung, jangan kuasai sendiri bolanya." Teriak Gabby.
*Aduh cewek ini ternyata galak, gimana ya cara mendekatinya apalagi saya dari pihak musuh . Padahal tim Cendikiawan yang menang. Apakah aku harus ganti taktik. Mengikuti dia. Harusnya dia bahagia diikuti oleh cowok cakep, kalau gak cakep semua cewek bisa stress."
*Kata Hati Garry.
Garry memutuskan untuk mundur, dan menunggu di pintu keluar gedung olahraga.
Mengawasi dari jauh.
Setengah jam kemudian pertandingan basket berakhir, lalu pemberian hadiah kepada tim yang menang.
Semua yang ada di dalam gedung keluar, Garry memakai masker penutup wajah memperhatikan siapa saja yang keluar dari gedung. Lalu keluarlah Gabby dengan wajah yang ceria karena menang.
Lalu ponsel Garry berbunyi.
π²"Halo ada apa Steven, aku pulang dulu ya. kamu pulang sendiri ya." kata Garry.
π²"Tim kita kalah, aku harus hibur Grace." Kata Steven
__ADS_1
π²" ya hiburlah dia, aku pergi dulu." Jawab Garry lalu menutup ponsel Hp.
Garry mengikuti Gabby sampai di parkiran mobil. Garry lalu masuk ke dalam mobil memperhatikan Gabby masuk ke dalam mobil sedan. Lalu keluar dari parkiran.
Garry tadi pergi ke kampus dengan Steven, kali ini Steven ditinggal karena pulang dengan Grace.
Garry mengikuti mobil Gabby sampai di kompleks perumahan di sebelah kompleks rumahnya. komplek rumah yang sedang diselesaikan oleh Kak Bastian.
Berarti Gabby baru pindah kemari rumah no. G8 Garry melihat rumah no. H8 masih kosong. Garry lalu menelepon kak Bastian.
π²"Halo, Kak Tian, aku ingin tinggal di Pasific Residence no. H8." Kata Garry.
π²"Aduh, kamu dulu minta mobil 3 milyar sekarang rumah. pilih salah satu." Kata Bastian.
π²"Kali ini tukar dengan rumah saja kak, mobil ini mengingatkan aku dengan Melly." kata Garry.
π²"Dulu minta beli mobil mahal karena cewek, ini pasti juga karena cewek. kamu mau belikan cewek itu rumah, hati - hati dik jangan Bucin, siapa tahu dia penipu." Kata Bastian.
π²" Tidak kak Tian, dia tinggal di G8, saya mau pendekatan sama dia." Kata Garry.
π²"Lho itu kan rumah yang dibeli oleh Jefri, dia yang ngejar - ngejar Melly selama 2 tahun." kata Bastian."
π²"Apakah mereka bersaudara tinggal berdua saja? kak tolong dong berikan rumah itu tukar sama mobil ini." Kata Garry.
π²"Begini saja daripada ribet ngurus surat rumah, kamu boleh tinggal di situ, siapa tahu kamu patah hati terus melepaskan rumah baru itu dengan alasan rumah itu mengingatkan akan dia lagi." Kata Bastian
π²" Emangnya kamu bisa masak?" Kata Bastian.
π²"Tidak kak, saya ingin dia yang memasak." Kata Garry yang sedang membayangkan hal romantis.
π²"Ya sudahlah kuperintahkan pelayan dan bagian dekorasi membereskan dan mendekorasi semua." Kata Bastian.
Garry lalu mematikan teleponnya dan pulang ke rumah untuk membereskan kamarnya.
"Mama, aku mau pindah rumah sendiri di Pasifik Residence. mau beri mama menantu yang cantik." kata Garry
"Aduh, Apakah kamu bisa hidup sendiri, kamu ini baru wisuda lho. mama bingung pisah dengan anak bungsu mama." kata Bu Amel.
"Mama boleh datang ke rumahku kapan pun ma." kata Garry.
Garry mengambil kardus di gudang. Lalu ke atas menuju kamarnya dan memasukkan buku - buku yang tidak terpakai lagi ke dalam kotak dos untuk dijual di pasar loak.
Beberapa menit kemudian beberapa pelayan datang mengeluarkan barang - barang Garry untuk dipindahkan ke rumah baru Garry.
Garry membawa laptop dan barang berharga lainnya dimasukkan dalam tas ranselnya.
Pelayan memindahkan barang di kamar Garry di atas truk milik perusahaan.
Lalu Garry menaiki sepeda motor CBR nya mengikuti truk itu pindah ke rumah baru.
__ADS_1
Garry melihat Mbak Desi bagian pemasaran di depan pintu.
"Mbak Desi mana kunci rumah ini, serahkan kepadaku." Kata Garry.
Lalu Mbak Desi memberikan kuncinya kepada Garry. Garry melihat pelayan sedang membersihkan rumah baru, Garry memeriksa kamarnya yang di depan, apakah masih berdebu?
Garry melihat depan rumah Gabby dari jendela kamar, Garry tersenyum bisa mengawasi rumah Gabby hampir 24 jam.
Akhirnya kamar Garry tertata rapi dan lebih terang karena jendela yang besar.
Lalu pekerja Dekorasi rumah datang, menutup jendela itu dengan 2 tirai kiri dan kanan.
Garry lalu melihat ruang tamu sudah tertata kursi tamu mini dari kulit berwarna hitam.
Jendela di ruang tamu juga ditutup dengan 2 tirai warna biru kiri dan kanan.
Sekarang sudah jam 5 sore, Garry melihat Gabby keluar dengan tali yang mengikat leher anjing Pomeranian.
Garry lalu menelepon kakaknya.
π²"Halo...kak Tian." kata Garry.
"Ada apa lagi, Ger..."
" Minta anjing juga warna cream ya. kata Garry.
" Buat apa?" kata Bastian
"Wanita itu bawa anjing Pomeranian jalan - jalan. aku minta belikan yang Jantan. punya dia pasti betina. pertama kujodohkan anjing kami dulu." Kata Garry.
"baha....ha.....ha...kamu ini kok lucu, baru tahu adikku ini bucin parah. nanti kusuruh Robby cari anjing Pomeranian jantan" Kata Bastian.
βοΈDi kantorβοΈ
Kantor sebenarnya sudah tutup jam 5 tadi, karyawan banyak yang sudah pulang. Biasanya Bastian pulang cepat sejak menikah karena rindu dengan istrinya.
Berhubung istrinya ikut kerja di kantor, Bastian bisa lembur.
"Robby, tolong Carikan anjing Pomeranian jantan ya." kata Bastian.
*Aduh, bos masa aku disuruh cari anjing yang langka.
* Kata hati Robby.
" Saya akan cari anjing Pomeranian jantan pak." Kata Robby
Lalu Bastian menceritakan tingkah Garry kepada Melly. Mereka berdua tertawa saat perjalanan turun dari lift untuk pulang ke rumah.
Terimakasih Readers telah mampir ke cerita ku, jika suka beri like, vote dan komentar.π
__ADS_1