Penyamaran Sang Model Berakhir.

Penyamaran Sang Model Berakhir.
Episode 34 Seserahan dan Pingitan


__ADS_3

Seminggu kemudian di hari Sabtu pagi, keluarga Bastian datang membawa Seserahan seperti uang yang dihiasi dengan cantik, cincin, pakaian untuk Melly dan keperluan wanita.


"Kami datang untuk melamar dan membawa beberapa Seserahan sebagai syarat." Kata Bu Amel.


"Ya mari silahkan masuk." Kata Bu Mia sambil mendorong kursi roda suaminya.


Keluarga Bastian lalu memberikan Barang - Barang Seserahan.


Lalu Keluarga Melly membalas memberikan Keperluan untuk Bastian.


"Akhirnya selesai sudah ritual Seserahan ini, kita makan - makan dulu. Maaf makanannya sederhana." Kata Bu Mai.


"Walau sederhana, masakan ibu Mai seperti masakan restoran." Kata Bu Mai.


"Iya, Bu Mai dulu pernah buka restoran." Kata Bastian.


Akhirnya mereka selesai makan, lalu keluarga Bastian pulang ke rumah."


"Kami pamit pulang dulu ya." Kata Pak Antonio.


Lalu mereka semua naik mobil dan pulang.


Akhirnya Melly bernafas lega, acaranya telah selesai. Melly berganti pakaian lalu merebahkan diri di kasur.


*aduh banyak yang belum kuhafal buku kuliah memang tebal. Senin sudah mulai UTS, gara - gara sibuk kerja, kerjakan skripsi. Aku harus fokus belajar.


* kata hati Melly.


hp Melly berbunyi, muncul nama Bastian di layar hp.


"Halo ada apa kak." Jawab Melly.


"Halo sayang, saya kangen dengan suaramu." jawab Bastian.


"Oh ya tapi saya ingin bersemedi di kamar sampai Minggu depan, karena Senin sudah mulai UTS. saya ingin mendapatkan nilai cumlaude." Kata Melly.


"Aduh kamu kan mau jadi istriku, kok bingung nilai. nilai kan untuk patokan kerja di perusahaan, kamu bisa langsung kerja jadi istriku." Kata Bastian.


"Jangan gombal, saya kuliah dengan biaya sendiri selama 4 tahun, Gak mau dong hancur begitu saja hanya karena rayuan gombalmu. Sudah sana kerja, jangan ganggu saya sampai Minggu depan." kata Melly.


"Iya 2 Minggu lagi kita akan menikah kan. boleh kan setelah menikah aku puas- puasin bersamamu terus." kata Bastian.


"Ya sudah terserah kamu, aku lagi sibuk menghafal. sudah dulu ya." Kata Melly sambil mematikan ponsel.


Bastian lalu pergi ke kamar Adiknya Garry.


Dilihatnya Garry sibuk belajar juga. Bastian biasanya malas pergi kerja hari Sabtu karena perusahaan buka setengah hari. pasti kantor sudah tutup.


Lalu Bastian menyibukkan diri memeriksa file - file kerja sampai malam hari. Bastian sudah selesai memeriksa, ternyata pekerjaan Asisten Robby sungguh sempurna.


Bastian merasa gelisah dan rindu pada Melly.


Bastian mengambil foto - foto Melly dari kamar rahasia dipajang di dinding dekat kamar tidur.


UTS


Hari Senin sudah mulai UTS, Melly mengerjakan soal - soal dengan mudah. akhirnya selesai semua, lalu memeriksanya lagi. Garry pun sudah selesai, dia mengumpulkan kertas UTS di meja dosen lebih dulu.


*Tidak biasanya dia cepat selesai, biasanya paling akhir. Apakah dia sudah memeriksa kembali jawabannya."


*Kata hati Melly.

__ADS_1


Hari demi hari disibukkan dengan belajar, akhirnya hari akhir UTS yaitu hari Jumat, hari kosong cuma Rabu.


Melly akhirnya pulang ke rumah. lalu mandi dan tidur. selama seminggu tidak merindukan Bastian.


Di kediaman Prayogo.


Bastian sangat merindukan Melly, Bastian cepat - cepat pulang ke rumah untuk mandi, dan berganti pakaian. Ditengoknya kamar Garry yang sibuk melihat - lihat skripsinya yang sudah dijilid.


"Halo adikku sayang, bagaimana UTS nya sudah selesai belum." Kata Bastian.


"Sudah selesai kak, hari ini hari terakhir UTS." kata Garry.


Bastian lalu menyetir mobilnya menuju ke rumah Melly. Bastian menekan bel rumah Melly.


Melly lalu membuka pintu pagar.


"Sekarang jam 6 sore, waktunya makan malam, apakah kamu mau makan bersama." kata Melly.


"Ya, Aku ingin sekali memakanmu." kata Bastian.


"Hah, masih Minggu depan kita akan menikah sekarang masih hari Jum'at. Ayo masuk, ada mamaku di dalam." Kata Melly.


akhirnya tiap sore hari Bastian selalu makan di rumah Melly, sampai jam 9 malam selama seminggu.


Bastian sepertinya memendam kerinduan selama seminggu, dan minta ganti rugi Melly harus mengobati kerinduan selama seminggu.


"Sudah seminggu, kamu main ke rumahku. hari Minggu kita akan menikah, besok hari Sabtu kita tidak boleh bertemu, karena sehari sebelum nikah gak boleh bertemu." Kata Amel.


" Baiklah, yang penting setelah menikah bisa memakanmu sepuasnya." Bisik Bastian.


"Sudah sana pulang." Kata Melly. lalu mengunci pagar.


Bastian lalu pulang dengan gembira.


( Jika pingitan tradisional masa pingitannya seminggu)


*Perawatan diri apa yang bisa kulakukan, aku tak punya bathtub untuk berendam, rumah mewahku di Surabaya sudah dijual. tiap kamar tidur ada fasilitas kamar mandi.


cuma luluran saja deh dan mengenakan masker bengkoang diwajahku ini.


*kata hati Melly


Lalu Melly keluar dari kamar mandi, dan menata pakaian untuk dimasukkan ke dalam koper dan tas.


* Aduh bagaimana dengan buku - bukuku yang banyak ini. kutumpuk dan kuikat tali saja. kan cuma pindah lokasi saja.


🌺Di kediaman Prayogo🌺


*Aduh aku rindu pada Melly, kenapa ada acara pingitan begini. Aku ingin menelepon dirinya, walaupun aku memeluk fotonya. tapi tak bisa mengobati rinduku ini."


*Kata hati Bastian.


Lalu Garry membuka pintu dan masuk ke kamar kakaknya.


"Jangan nyelonong masuk, harus ketok pintu dulu. Kan aku mau menikah kalau istriku lagi ganti baju bagaimana?" Kata Bastian.


"Wah bagus itu pemandangannya." kata Garry.


Bastian lalu memukul adiknya dengan bantal.


Garry lalu tertawa menahan bantal yang dipukul ke arahnya.

__ADS_1


" Kak, kamu ini kelihatannya bosan seperti sayur asin, ayo kita main basket di halaman rumah. Sudah lama kita tidak main basket bersama." Kata Garry.


Mereka akhirnya bermain basket di halaman rumah, untuk menyingkirkan kebosanan.


Setelah satu jam berlalu, akhirnya mereka lelah. Mereka mau makan siang bersama keluarga.


mereka makan siang bersama dengan orang tuanya juga dengan tenang hingga selesai.


"Nak Tian, Kamu rencananya mau bulan madu ke mana?


"Ke Australia ma. Tapi Melly masih kuliah, jadi ya nunggu dia lulus 2 bulan lagi, Jadi merayakan kelulusan dia juga." Kata Bastian


"Kak Tian ini ma seperti dimabuk cinta, Waktu saya UTS lihat dia sarapan sambil cemberut, tapi saat saya setelah UTS, kak Tian selalu pulang malam, paginya kalau sarapan sambil senyum - senyum sendiri." kata Garry.


Seluruh ruangan jadi tertawa mendengar cerita Garry.


"Oh ya awas ya kamu, nanti kalau kamu mau menikah juga, akan kuganggu ya" Kata Bastian.


"Sudah- sudah jangan ribut, berarti kamu tidak langsung bulan madu." Kata Bu Amel.


" kami menginap di hotel, ma. tempat kita adakan resepsi pernikahan." Kata Bastian.


Lalu Bastian dan Garry pergi ke atas untuk istirahat.


"Kakak pasti mimpi indah ya membayangkan malam pertama." kata Garry.


"mimpi di siang bolong." Kata Bastian sambil menutup pintu kamar.


Bastian lalu membantingkan diri di atas kasur. lalu tertidur karena kekenyangan hingga sore hari.


Bastian bangun dengan rasa rindu yang mencekam, ingin meraih ponsel dan menelepon Melly.


Saat tangan kanan mengambil ponsel, tapi tangan kiri menahan tangan kanannya.


Tiba-tiba ponsel berbunyi, muncullah nomor yang tidak dikenal. Bastian lalu mengangkat telepon.


"Halo siapa ini ya?" kata Bastian.


"Saya Sandra, apa kabar? Dengar- Dengar kamu akan menikah, selamat ya?" Kata Sandra.


( Sandra adalah mantan tunangan Bastian)


"Saya baik dan bahagia, kamu sudah punya anak berapa sekarang?" kata Bastian.


"Anakku cuma satu perempuan. Tapi Saya ingin kembali kepadamu." Kata Sandra.


"Apa saya gak salah dengar, kamu kira saya senang mendengar itu, justru itu membuatku tambah sakit hati, dulu aku dibuang, sekarang di sana gak enak minta saya kembali. Jangan mimpi." Kata Bastian langsung mematikan pembicaraan dan memblokir nomor telepon Sandra.


Saatnya makan malam bersama keluarga. Bastian lalu menceritakan tentang Sandra yang menelepon tadi sore.


Setelah keluarganya mendengar itu makin tambah marah.


"Sudah jangan dipikirkan, lebih baik kamu memikirkan Melly." Kata Bu Amel.


"Saya tidak mau dia mampir di pikiranku, jangan sampai mampir keumahku. kata Bastian dengan agak geram.


"Kamu mau menikah jangan rusakkan kebahagiaanmu dengan memikirkan perkataan mantanmu." Kata Bu Amel.


Lalu Mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur, karena besok acara pernikahan.


Terimakasih reader yang telah memberikan

__ADS_1


tanda like, Favorit, apalagi yang memberikan vote dan rate. Jadi Author bersemangat. 🙏


__ADS_2