Perempuan Badai

Perempuan Badai
Teringat Tragedi


__ADS_3

Perjalanan mulai terasa sedikit janggal. Kontainer yang di tumpangi Silvana bergerak-gerak seperti tidak lagi berjalan di jalan aspal. Suara deburan ombak juga samar-samar terdengar. Dia dan Dewi saling berpandangan. Lalu menganggukkan kepala ketika mengerti bahwa mereka akan sampai. Silvana mengecek jam tangannya. Sudah pukul 12 malam. Pantas saja udara seperti sangat dingin.


"Apa kau siap?" tanya Silvana. Dewi mengangguk. Kemudian Silvana memberinya segenggam bubuk obat bius untuk kepada Dewi. Sejenak Silvana menatap besarnya harapan di mata para gadis yang ada dibelakangnya. Tampilan mereka sangat kacau. Membuat mereka tak lagi seperti gadis-gadis kebanyakan yang selalu ceria setiap harinya. Silvana menunduk sebentar, menarik nafas dalam-dalam, seperti memompa banyak kekuatan untuk kebebasan para gadis-gadis tak bersalah itu.


"Lakukan tepat ketika seseorang membuka pintu." ucap Silvana memberi komando.


"Aku mengerti kak." jawab Dewi dengan semangat berkobar-kobar. Mengingat, sebentar lagi dia akan bebas.


Kontainer pun berhenti. Sejenak kemudian, ada suara besi beradu. Sepertinya kontainer sedang dibuka. Dewi menatap Silvana dengan tatapan yang meminta sebuah semangat. Silvana hanya mengangguk. Lalu,


Setttt, brughhhh.


Silvana meloncat, dan secepat kilat sudah berhasil menutup mulut lelaki berbadan kekar itu setelah Dewi berhasil menaburkan bubuk di tangannya ke wajah pria itu. Sehingga lelaki itu tidak sempat berteriak dan berakhir pingsan ketika Silvana menggebukkan sikunya di pundak pria tersebut.


Semua itu, terlihat jelas oleh Alex yang memang mendapat tugas untuk berada di belakang mobil kontainer pengangkut para wanita. Menyadari keberadaannya terancam, Alex segera menekan klakson beberapa kali. Tanpa tau kalau dia sedang menunjukkan diri. Silvana yang menyadari langsung mendatangi Alex dan membuka paksa pintu mobil lelaki itu.


"Turun." pinta Silvana. Alex hanya diam tak bergeming. Membuat Silvana semakin emosi. Deburan ombak yang pasang seperti sedang ikut mengamuk murka pada kelakuan keluarga biadab itu.

__ADS_1


Alex yang tidak memiliki pilihan, langsung turun dan berhadapan dengan Silvana. Dia tau Silvana adalah murid seorang guru beladiri terkenal. Jadi dia memilih mengalah daripada menghantarkan nyawa. Karena Alex tidak tau berkelahi sama sekali. Dia berpikir, dia hanya butuh pergi ke mobil orang tuanya untuk mengambil senjata lalu menembak Silvana, senjata yang sama, yang dulu membuat ayahnya mati.


Di kejauhan, tampak sebuah mobil silver yang terdiam. Itu adalah mobil Louis yang sedang dikemudikan oleh Sam. Mereka berdua sama-sama bernafas lega melihat Silvana sudah berhasil meringkus Alex sendirian. Dan membawa orang itu ke hadapan mobil yang membawa Sarah dan William.


"Apa sekarang kau percaya? " tanya Louis bangga. "Dia menuruni semangat Ayahnya untuk sebuah kebaikan." lanjutnya menerawang. Dulu, dari sini pula dia melihat semua tragedi tentang Ayah Silvana. Menjadi saksi bahwa seorang pria biasa mengorbankan hidupnya untuk kebebasan dan kebaikan. Yang mana dia berusaha menyelamatkan para wanita yang termasuk ada istri Louis di sana. Ya, dulu Ayah Silvana ditembak karena ketahuan ingin membantu para gadis dan mencoba membebaskan Angeline. Mommy Sam, sekaligus sahabat baik Sarah. Wanita yang sangat Louis cintai setelah ibunya. Ya, dulu istri William dan istrinya adalah sepasang sahabat baik. Sebelum peristiwa itu terjadi.


*Flashback to 6 tahun lau.*


Cerita itu bermula ketika seorang relasi dari jepang melihat Angelin di pesta ulang tahun Sarah. Relasi yang tampan itu begitu sangat menyukai Angelin. Karena memang Angelin mempunyai wajah dan kulit yang terawat dan membuat dia terlihat 10 tahun lebih muda dari usia aslinya meski sudah memiliki dua anak. Tidak ada yang tahu, kalau relasi dari jepang itu adalah juga pemasok senjata ilegal, juga pembeli para wanita yang dikumpulkan oleh Sarah.


Pada akhirnya, dengan segala tipu daya yang ada. Sarah menculik Angelin dengan cara licik untuk dijual dengan harga yang fantastis pada relasi tersebut. Itu semua membuat Louis jatuh. Semangat hidupnya hilang. Segala upaya digunakan untuk mencari keberadaan Angelin saat itu. Saking cintanya, Louis memberanikan diri mendatangi William dan meminta istrinya kembali dengan ditukar apa yang William pinra.


Tanpa pikir panjang, ayah Silvana setuju untuk membantu Louis. Hingga 80% hartanya kembali. Dan Angelin pun kembali meski tak lama setelah itu, dia memilih bunuh diri karena tidak kuat menahan benci pada dirinya yang tak suci lagi. Sedangkan Ayah Silvana harus mati tertembak di pelabuhan ketika berusaha menolong para wanita yang lain. Dan semua itu, Louis menyaksikan. Hanya saja dia tidak memiliki bukti kuat untuk melaporkan itu. Dan pada akhirnya, kematian ayah Silvana dipalsukan oleh keluarga William. Menjadi seolah-olah tak sengaja ditembak oleh musuh William. Ah, alur cerita yang sangat hebat sekali.


********


Louis mengusap wajahnya kasar. Kenangan itu kembali lagi, membuat air matanya terjatuh begitu saja. Rasa kehilangan yang begitu besar kembali mengguncang dirinya. Kehilangan 2 orang yang sama berarti membuat dia ingin membalas dendam. Tapi kini, anak Sahabatnya lah yang akan membalaskan semuanya. Louis percaya, sikap berani sahabatnya diturunkan kepada putrinya yang tak hanya cantik itu. Banyak kelebihan Silvana yang tak banyak orang tau. Dan itu semakin menambah nilai plus untuk membuat Louis percaya padanya.

__ADS_1


Sam menoleh, dan melihat Mira yang masih setia mengelus puncak kepala Zafran yang tertidur.


"Apapun yang terjadi, jangan biarkan Zafran turun dari mobil. Apapun yang terjadi Mira, apa kau mengerti?" tanya Sam. Lagi-lagi menekankan. Memastikan anak itu akan aman disana dengan Mira.


"Apa daddy akan turun juga?" tanya Sam memastikan.


"Daddy akan turun." putus Louis.


Kedua lelaki itu turun bersamaan. Dan melangkah menghampiri Silvana yang terlihat berbicara dengan Sarah dan William.


"Dad, sepertinya kita harus bertarung kali ini." ujar Sam ketika melihat segerombolan orang datang dari arah belakang kontainer.


"Tunggu Sam." cegah Louis menghentikan langkah, membuat Sam seketika terdiam juga.


"Ada apa Dad? " tanya Sam heran.


"Itu bukan rombongan musuh.".............

__ADS_1


Arghhh, rombongan apa ya kira-kira.


Yuk daripada penasaran. Terus ikuti keseruan perjuangan Silvana disini. Jangan lupa masukin fav ya tayang-tayanggkuhhh. 😘😘😘


__ADS_2