
Cristyal pun membawa Kevin ke cafe miliknya yang tidak jauh dari sekolah mereka, sedang Kevin terus saja menggerutu dan mengoceh tentang Alona mantan nya itu.
"Sayang sayang, memang tega dirimu pada ku" oceh Kevin.
"Aku berharap malam tadi adalah malam bahagia ku, karena aku bisa mengikat mu, tapi kamu malah menduakan ku dan memilih dia beberapa jam sebelum acara pertunangan kita" Kevin masih saja mengoceh.
"Cristyal ia, sembuh kan luka ku sayang" ucap nya lagi.
"Udah diam kev, pusing aku" kata Cristyal.
Kevin memang tidak menunjukkan kesedihan nya berpisah dengan Alona, pada orang lain, ia akan terus menggerutu dan mengungkapkan perasaannya saat ia sendiri atau pun saat ia mabuk seperti ini.
Orang tuanya saja, dapat melihat jika Kevin dapat menerima semua itu, dan tidak membenci Alona. Dan memang ia Kevin tidak membenci Alona tapi dia kecewa dengan wanita itu.
Kevin merasa terluka saat Alona mengirim pesan pada nya, setelah Kevin pergi dari puncak Bogor, yang mengatakan bahwa ia sudah lama berpacaran dengan Rangga.
Dan pesan itu membuat Kevin merasa jika Alona hanya ingin membuat nya bahagia saja, tapi tidak mencintai nya layak seorang kekasih. Terlebih lagi Alona menganggap Kevin sebagai adik ipar dari kakaknya.
"Sayang mau kah kamu menikah dengan ku dua Minggu lagi?" Tanya Kevin pada Cristyal.
"Kamu lagi mabuk Kevin, jangan macam-macam" sahut Cristyal.
"Aku serius cerewet, ijinkan aku mengubah Alona di hati ku menjadi kamu" kata Kevin.
"Jangan nikahi aku jika kamu belum melupakan Alona" ujur Cristyal.
"Maka bantu aku sayang melupakan nya" kata Kevin.
"Jangan panggil aku sayang kev" ujur Cristyal.
"Kamu sayang aku sekarang" kata Kevin.
"Sekarang aku bantu kamu lupakan Alona" ujur Cristyal.
"Tapi jangan pernah kamu membencinya" sambung Cristyal lagi.
"Tidak akan sayang, aku tidak akan membenci si luka" ujur Kevin.
"Si luka?" Tanya Cristyal.
"Iya si luka, dia senang aku beri gelar itu" kata Kevin.
"Kamu itu ya kev, suka banget mengubah nama orang lain" ujur Cristyal.
"Aku lapar" ujur Kevin kemudian.
"Sebentar lagi kita sampai" kata Cristyal.
Dan mobil Cristyal pun sampai di parkiran cafe milik Cristyal.
__ADS_1
"Cafe siapa ini?" Tanya Kevin.
"Cafe milik bang Galang, tapi dia tidak mau mengurus nya lagi, jadi aku yang mengurus nya, dan mengelola nya lagi" kata Cristyal.
"Kenapa aku tidak pernah tau ya" ujur Kevin.
"Kamu aja yang tidak tau" sahut Cristyal.
"Apa ada makanan di sini, aku lapar" ujur Kevin lagi.
"Makanya jangan makan alkohol, makan nasi, biar kenyang" sahut Cristyal.
"Maaf pikiran aku lagi kacau sayang, dan aku belum mengerti tentang apa yang terjadi dengan ku dan Alona" ujur Kevin.
"Ikhlas kan semua nya, mungkin Alona benar, dia hanya takut untuk berterus terang" kata Cristyal.
Cristyal pun berjalan masuk ke cafe, dan di ikuti oleh Kevin dari belakang. Ia masuk ke dalam ruangan tempat ia santai jika sedang ada di cafe miliknya.
"Aku sudah belikan kamu makanan" ujur Cristyal pada Kevin.
Kevin pun duduk dan langsung makan makanan yang sudah Cristyal pesan untuk nya tadi. Saking sedih nya di tinggal oleh Alona Kevin sampai tidak makan dan sekarang ia seperti orang kelaparan.
Setelah menghabiskan semua makanan nya tanpa bertanya pada Cristyal apakah ia ingin makan atau tidak Kevin pun langsung tertidur dengan pulas.
"Dasar es batu" ujur Cristyal membereskan bekas makanan Kevin.
Kevin membuka matanya, saat ada yang mengusap wajah nya dengan lembut. Dan ternyata Cristyal lah yang melakukan nya.
"Tidak ada, tadi ada nyamuk yang menggigit pipi kamu" kata Cristyal senyum.
"Oh" ujur Kevin bangun.
Tanpa Kevin sadari jika Cristyal sudah membuat wajahnya seperti kucing saja, dan ia juga melukis waja Kevin seperti kucing garong.
"Kita pulang, nanti ayah kamu mencari" ujur Kevin.
"Oke" kata Cristyal mengambil tasnya.
"Siapa yang mengantar tas kita?" Tanya Kevin.
"Gracia" sahut Cristyal.
Mereka berdua pun beranjak dari cafe. Namun kevin merasa aneh karena karyawan cafe Cristyal menatap nya dengan senyum dan ada yang tertawa.
"Apa da yang aneh dengan ku?" Tanya Kevin bingung.
"Tidak ada, mereka senang karena aku sudah punya kekasih" bohong Cristyal.
"Oh" ujur Kevin percaya.
__ADS_1
Kevin pun melajukan mobil Cristyal dengan kecepatan sedang, sambil ia bernyanyi lagu galau, yang membuat Cristyal kesal karena dia tidak suka dengan lagu galau galauan.
Cristyal pun meminta Kevin untuk berhenti di tukang bakso, karena tadi bundanya minta di belikan bakso. Sekali lagi Kevin merasa aneh karena semua orang selalu menatap nya dengan senyum dan ada yang tertawa.
Kevin pun tidak menghiraukan mereka, dan memilih masuk ke dalam mobil. Cristyal pun masuk dengan kantong plastik di tangannya.
Sepanjang perjalanan mereka berdua pun bercerita tentang masa kecil mereka yang selalu bersama, Kevin dan Cristyal dulunya sangat akrab, dan selalu bermain bersama, dan Cristyal lah orang yang selau menganggu Alona dan Kevin dulunya.
Karena waktu SMP mereka tidak satu sekolah jadi Cristyal dan Kevin jarang ketemu, berbeda dengan Alona yang selalu datang ke rumah Cristyal jika waktu liburan dan akhir pekan.
Namun saat SMU mereka kembali bertemu satu sekolah walaupun beda jurusan. Dan dari situ lah Cristyal menyebutkan Kevin sebagai es batu, yang tidak mudah senyum sama siapapun termasuk dia.
Menurut nya Kevin berubah dari sikap dan penampilan nya, dan saat itu juga Cristyal tidak pernah bicara dengan Kevin kecuali es batu itu yang mengajak nya bicara, itu pun jarang sekali.
Sampai di rumah Kevin, menjadi bahan lelucon semua orang.
"Kamu lucu kev" kata Andini senyum.
"Hahaha, kucing garong" Alfa tertawa.
"Kenapa muka mu seperti itu?" Tanya Agatha.
"Mas Kevin, mau jadi kucing?" Tanya Anya.
Kevin pun langsung menuju kaca yang ada di ruang tamu itu, ia kaget melihat wajah nya sangat berantakan dan sudah seperti harimau bukan dan kucing bukan.
"Pasti ini ulah kamu?" Tanya Kevin pada Cristyal.
"Enak saja, aku melukis itu di buku bukan di wajah, kamu ngelindur kali" sahut Cristyal.
"Aku tidak percaya" ujur Kevin pada Cristyal.
Karena kesal Kevin pun menggelitik perut Cristyal hingga ia tertawa dan mereka pun mulai berkerjaran mengelilingi rumah. Dan Kevin pun muali mencari tepung terigu dari lemari.
Hingga akhirnya wajah keduanya pun putih dan begitu juga dengan rumah Kevin yang penuh dengan tepung dan perwarna makanan.
"Lihat saja, ada saat nya aku membalas semuanya" ujur Kevin.
"Siapa takut" jawab Cristyal.
"Ya ampun, rumah ku" kata Agatha.
"Maaf Bun, itu ulah anak mu" ujur Cristyal.
"Enak saja kamu, sini" kata Kevin hendak menyerang Cristyal lagi.
"Sudah mandi sana kamu" perintah Agatha pada putranya.
Setelah membantu Agatha membersihkan rumah nya yang penuh dengan tepung dan pewarna, Cristyal pun pulang ke rumah nya.
__ADS_1
happy reading