
...Happy reading ...
Kevin keluar dari ruangan nya, dan berjalan dengan langkah panjang nya, semua karyawan kantor nya pun menatap aneh pada bos mereka itu.
"Dig, cepat jangan buang waktu lagi" ujur Kevin yang sudah masuk ke dalam mobil nya.
"Iya, tapi kita harus memikirkan keselamatan kita kev" sahut Digo yang tau sifat Kevin jika sudah ada hal yang sangat penting menurut nya.
"Iya tapi usaha kan cepat, aku tidak akan membuang waktu lagi, Cristyal harus pulang juga hari ini" kata Kevin yang baru saja mendapatkan kabar dari Jamal.
Jamal akhirnya menemukan keberadaan Cristyal, setelah satu tahun lamanya, ia berinisiatif untuk mengikuti Bian yang sudah satu tahun lamanya, tidak tinggal di apartemen nya.
Dan Jamal mulai curiga jika sebenarnya Cristyal ada bersama Bian karena waktu itu ia sempat melihat Bian membelikan susu hamil yang pasti nya untuk Cristyal.
Namun ia selalu gagal mengikuti Bian, karena Bian selalu punya cara supaya Jamal tidak biasa mengikuti nya. Dan hari ini ia akhirnya tau jika selama satu tahun ini, Bian tinggal di sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari kota Jakarta itu.
Dan di sana lah Cristyal dan anaknya berada selama ini, sudah berapa pulau, desa, kota, dan bahkan ke luar negeri mereka mencari nya, tapi ternyata Cristyal tidak lah terlalu jauh dari mereka.
"Iya akan aku usahakan" sahut Digo melajukan mobil Kevin membelah kota Jakarta.
Digo pun fokus pada jalan mobil yang ia kendarai, ia tidak mau jika Kevin yang menyetir nya, karena jika itu terjadi, maka jantung Digo otomatis akan copot menurut nya.
Namun tidak lama, mereka pun sudah memasuki jalan menuju pelabuhan, yang merupakan salah satu transportasi untuk ke pulau kecil itu.
Tapi tiba saja mobil yang di kendarai Digo mengalami pecah ban, hingga mobil itu oleng dan menabrak pohon besar yang ada di sana.
Warga yang melihat pun berlari untuk menolong mereka berdua, Digo merasa kepalanya pusing dan ia pun menatap pada Kevin yang sudah pingsan karena terbentur pada kaca mobil.
"Kev" ujur Digo memanggil Kevin namun Kevin sudah pingsan.
Digo pun berusaha untuk keluar dan menolong sahabat nya, sekaligus bos nya itu.
"Tolong teman saya pak" kata Digo pada pria yang memegang nya.
"Kamu duduk dulu, aku akan membuka pintu mobil nya dulu" kata pria paruh baya itu.
"Terima kasih pak" sahut Digo.
Pria paruh baya itu dan warga pun berhasil mengeluarkan Kevin dari mobil nya itu, mereka membawa Kevin ke sebuah kursi yang ada di dekat pohon itu.
"Kita harus membawanya ke rumah sakit" ujur pria itu.
__ADS_1
"Telpon ambulans" perintah nya lagi.
"Bagaimana pak, teman saya baik-baik saja kan" kata Digo berjalan menghampiri kevi yang pingsan.
"Saya akan antara kalian berdua ke rumah sakit, takut teman kamu kenapa-napa" kata pria itu.
"Baiklah pak, tapi aku minta tolong" kata Digo pada pria itu.
"Apa nak?" Tanya pria itu.
"Apa ada yang bisa menyebrang ke pulau kecil di seberang sana, dan sampai kan pesan pada wanita yang bernama Cristyal jika suaminya akan menjemput nya hari ini, tapi ia malah mendapat kan musibah" kata Digo.
"Saya akan kesana" sahut pemuda yang ikut membantu Kevin dan Digo.
"Terima kasih" sahut Digo.
Setelah ambulans datang, Kevin pun langsung di larikan ke rumah sakit, dan Digo ditengah rasa pusing nya pun sempat mengabarkan bahwa mereka mengalami kecelakaan di dekat pelabuhan.
****
Di pulau, Cristyal yang masih tertidur pulas di samping anaknya pun kaget saat Bian mengatakan jika ada orang yang datang menyampaikan pesan dari seseorang mengenai Kevin yang sudah tau keberadaan nya.
"Siapa dia?" Tanya Cristyal penasaran.
Cristyal pun menuju ruang tamu, dimana ia melihat seorang pemuda yang sedang duduk bersama Siska.
"Ada apa?" Tanya Cristyal pada Siska.
"Maaf mbak, aku di perintahkan untuk menyampaikan pesan dari seseorang untuk mbak" ujur pemuda itu.
"Apa?" Tanya Cristyal.
"Suami mbak tadi nya ingin datang ke pulau ini, untuk menjemput mbak, tapi musibah datang, ban mobil nya pecah hingga mobil itu hilang kendali dan menabrak pohon besar yang di dekat pelabuhan" kata pemuda itu.
"Apa ini orang nya?" Tanya Cristyal sambil menyodorkan ponselnya.
"Iya mbak, mas ini pingsan dan tidak sadarkan diri, tapi temannya masih sadar dan dia lah yang minta tolong aku untuk ke sini" kata pemuda itu.
"Bagaimana kondisi nya?" Tanya Cristyal yang tiba saja khawatir, karena kecelakaan itu terjadi saat Kevin ingin menjemput nya.
"Dia banyak mengeluarkan darah dari kepala nya mbak" sahut pemuda itu.
__ADS_1
"Cristyal kembali lah sekarang ke Jakarta" kata Siska.
"Tapi kak" sahut Cristyal ragu.
"Dia kesini buat jemput kamu, tapi malah kecelakaan" kata Siska.
"Aku belum siap untuk datang ke Jakarta" ujur Cristyal.
"Cristyal, jika kamu tidak kembali ke Jakarta, pasti ada orang yang akan menjemput kamu kesini hari ini juga" kata Siska.
"Benar mbak, pasti teman nya Kevin sudah menceritakan apa yang terjadi, dan kenapa mereka ada di dekat pelabuhan" ujur Bian.
"Aku titip Alwi kak, besok aku pulang kesini" kata Cristyal pada Siska.
"Iya, tapi aku minta ijin buat bawa Alwi ke rumah ku" sahut Siska.
"Iya, ayo bi, kita berangkat" ujur Cristyal.
Dengan terpaksa Cristyal pun harus datang ke Jakarta demi memastikan bahwa Kevin baik-baik saja, ia juga tidak tau kenapa Kevin bisa tau jika ia ada di pulau kecil.
Dan Cristyal pun pasti kan jika ia akan kembali ke Jakarta lagi, karena semua orang pasti ingin ia tinggal di Jakarta, dan pasti nya orang tua nya tidak akan membiarkan ia pergi lagi.
"Siapa orang yang sudah mengetahui keberadaan ku" ujur Cristyal pada Bian saat mereka sudah di kapal.
"Aku juga tidak tau mbak" sahut Bian yang juga tidak menyadari jika Jamal mengikuti nya.
"Tapi aku belum siap untuk pulang lagi bia, aku memang sudah melupakan kesalahan mas Kevin, tapi aku merasa tidak pantas untuk kembali lagi" kata Cristyal yang dari dulu merasa rumit dengan hidup nya, setelah Kevin resmi menikah dengan Alona.
"Itu takdir mbak, mbak ikuti saja alurnya" kata Bian.
"Mungkin ini lah jalan buat kami bertiga" ujur Cristyal.
Sampai di seberang Cristyal pun menuju mobilnya nya ia parkir di dekat pelabuhan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit, Cristyal pun berterima kasih pada pemuda yang sudah menjemput nya.
"Ini untuk kamu" ujur Cristyal pada pemuda itu.
"Tidak usah mbak" tolak pemuda itu.
"Untuk mengisi minyak kapan nya" kata Cristyal dengan terpaksa pemuda itu pun menerima uang dari Cristyal.
"Terima kasih mbak" sahut nya.
__ADS_1
"Besok aku minta antara kamu lagi ke seberang" ujur Cristyal dan pemuda itu hanya mengangguk saja.
Bian membawa mobil Cristyal menuju rumah sakit milik keluarga Damara, dan mereka sangat yakin jika Kevin di bawa ke sana.