Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Tidak di temukan


__ADS_3

Santi pun memberikan kabar jika pencarian Siska di hentikan, dan Siska dinyatakan memang sudah pergi dari dunia ini, Santi pun akhirnya membereskan semua yang ada di rumah kecil Siska, dan ia tutup dengan kain putih.


Dan tanaman kangkung milik Siska pun telah ia panen dan di ganti dengan taman bunga anggrek kesukaan Siska.


Sedangkan kangkung punya Siska telah ia jual dan hasil dari kangkung itu ia belikan nasi bungkus yang akan ia berikan untuk anak jalanan yang selalu menunggu kedatangan Siska.


Karena setiap pulang dari kampus Siska tidak pernah lupa untuk membeli nasi bungkus dan ia bagi kan untuk anak jalanan.


"Mel, temani aku kerumah om Damar, karena ayah dan bunda juga di sana" kata Cristyal.


"Baiklah, kita kesana" ujur Melda.


"Siska memang sudah pergi" kata Cristyal.


"Tidak di temukan?" Tanya Melda.


"Tidak" sahut Cristyal membuka pintu mobil nya.


Cristyal melakukan mobil nya dengan pelan, ia sengaja memperlambat laju mobil nya itu. sampai di gerbang utama rumah mewah milik Damar, Cristyal pun turun setelah memarkir kan mobil nya.


"Siang" sapa Melda.


"Siang juga nak, sama siapa?" Tanya Anin pada Melda.


"Cristyal Tan" sahut Melda duduk dekat Alona.


"Cristyal mana?" Tanya Kevin.


"Lagi ngobrol dengan satpam" sahut Melda.


"Oh" ujur Kevin.


Cristyal pun masuk dengan langkah pelan, ia menyalami semua orang yang ada di situ, setelah duduk, Cristyal menatap Melda dan Melda pun mengangguk.


"Ada yang ingin kalian bicarakan?" Tanya Alona paham.


"Aku bawa berita duka" ujur Cristyal.


"Apa?" Tanya Alona.


"Kakak kamu Siska sudah meninggal" ujur Cristyal membuat Alona dan yang lain membatu.


"Meninggal, tidak mungkin dia meninggal, Genta janji akan mencari nya" kata Anin belum percaya.


"Kak Siska meninggal karena kecelakaan, mobilnya masuk jurang yang di bawah laut Tante, dan sekarang pencarian jenasah kak Siska di hentikan, setelah dua Minggu pencarian" kata Melda.

__ADS_1


"Dari mana kalian berdua tau?" Tanya Damar.


"Kita berdua tau dari pak Budi, tapi kita tidak percaya, hingga kita pergi ke Surabaya untuk kepastian nya, namun teman kak Siska bilang kalau dia sangat yakin Siska masih hidup" ujur Melda.


"Kenapa kalian berdua menyembunyikan itu dari ku" kata Alona dengan air mata yang sudah mengalir.


"Maaf Al, tapi kita tidak mau memberikan berita yang tidak benar, bagaimana jika kak Siska masih hidup" kata Cristyal memberikan alasan nya.


"Tapi tetap kalian harus memberi tahu kami" kata Damar.


"Dan satu lagi, kak Siska adalah seorang penulis novel yang sering di baca oleh siswa siswi SMU bibit bangsa, dia juga kuliah di Malang dengan jurusan kedokteran" kata Melda.


"Dan ia juga salah satu orang yang mendonorkan ginjal buat Alona dan sebagian hati nya untuk kak Alfa" lanjut Melda lagi.


"Surat ini kak Siska tulis kan untuk Alona, entah apa isi nya" ujur Cristyal memberikan surat itu pada Alona.


Alona langsung pingsan setelah membaca surat itu, Alfa dengan sigap pun mengangkat tubuh Alona dan membaringkan nya di sofa ruang tamu.


"Apa, ini tidak mungkin, tidak mungkin Alona mencintai ku" kata Alfa saat membaca surat itu.


"Itu benar kak, Alona mencintai kakak, dan Siska juga mencintai kakak, kita sudah melihat isi benda di balik kain batik" ujur Cristyal.


"Maksudnya?" Tanya Alfa belum mengerti.


"Sejak kapan?" Tanya Alfa.


"Sejak Rangga meninggal, dan untuk kak Siska sejak pertama kali ia melihat kak saat di SMU bibit bangsa" kata Melda, setelah membaca novel milik Siska.


"SMU bibit bangsa" ujur Alfa dengan tatapan kosong dan tiba saja kepalanya pusing.


"Iya, kak Siska seorang penulis novel, ia tidak pernah istirahat di tempat lain selain di perpustakaan, makanya tidak banyak orang yang kenal dengan nya, dia anak pintar, dengan jurusan IPA" kata Cristyal.


Anin pun menetes kan air mata nya, setelah tau apa yang di lakukan oleh putrinya, ia hanya menatap kosong ke sebuah ruangan di rumah nya itu. Tiba saja tubuh nya lemas dan penglihatan nya hitam dan gelap Anin pun pingsan.


Setelah satu jam kemudian, Alona masih saja pingsan dan sedikit meringis dengan perutnya yang tiba saja keram.


Mereka semua pun panik dan memanggil dokter keluarga Damara. Setelah di periksa oleh dokter dokter pun kaget karena saat ini Alona sedang mengandung.


"Kenapa dok?" Tanya Damar.


"Apa non Alona sudah menikah?" Tanya dokter membuat semua menatap heran.


"Belum, putri ku belum menikah" sahut Damar.


"Apa yang terjadi dok?" Tanya Agatha.

__ADS_1


"Maaf non, Alona sedang mengandung sekarang" ujur dokter membuat Anin kembali pingsan.


"Jangan bercanda dok, anak saya belum pernah melakukan hal itu" kata Damar dengan suara yang keras.


"Tapi itu kenyataan pak" sahut dokter.


"Jelas kan" ujur Damar pada Alona.


Alona menatap pada Kevin, membuat sang yang di tatap panik seketika.


"Aku" kata Alona namun langsung di potong oleh Damar.


"Siapa ayah dari anak itu?" Tanya Damar lagi.


"Jangan seperti itu Damar, anak mu masih tertekan" kata Indra.


"Kenapa dengan semui ini, Genta Pramana tidak bisa mencari anak ku dalam waktu hampir satu bulan ini, hingga sekarang dia pergi untuk selamanya dan jasad nya belum ketemu, dan sekarang Alona" ujur Damar lelah.


"Bicara nak siapa ayah dari anak ini?" Tanya Agatha.


"Berapa usia nya dok?" Tanya Anin yang baru sadar.


"Delapan Minggu buk" sahut dokter.


"Siapa Al, kasi tau mama siapa ayah dari anak itu?" Tanya Anin.


"Tidak ada" sahut Alona.


"Tidak mungkin tidak ada, pasti ada, kenapa bisa jadi kalau tidak ada" kata Damar.


"Maaf Al, apa kamu tidak datang bulan setelah hari itu?" Tanya Kevin berbisik Alona pun mengangguk.


Kevin pun langsung berjalan menuju pintu keluar, ia mengacak rambut nya, apa mungkin itu adalah anaknya, dan tidak mungkin itu anak dari Rangga.


Hanya kejujuran Alona lah yang membuktikan anak siapa itu. Kevin kembali masy setelah di panggil oleh ayahnya.


Siang itu Alona menutup rapat mulut nya, ia berlari ke kamar nya tanpa mau bicara pada siapa pun, dan Alona menyadari jika akan terjadi msalah antara mereka, dan bagaimana nasib pernikahan Kevin dan Cristyal jika dia jujur anak siapa yang sedang ada di rahimnya saat ini.


"Maaf kan aku Cristyal, aku tidak bisa berbohong, maaf" kata Alona terinsak.


happy reading


**like, vote dan komen.


Terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2