
Dua hari setelah kepulangan Alona dari rumah sakit, iya meminta pada mamanya, untuk mencari Siska.
Namun wanita itu tidak tahu di mana, bahkan sudah kemana-mana mereka mencarinya, Siska hilang tanpa jejak.
Tidak satupun petunjuk yang ia tinggalkan, ia menghilangkan semuanya, termasuk segala aset dan rumah sudah habis ia jual.
Karena itu permintaan dari Alona yang tidak tau apa pun di masa lalu orang tua nya, ia meminta pada mamanya untuk mencari Siska dan menerima Siska kembali ke rumah mereka.
Ia tidak ingin menjadi alasan Siska membenci nya, karena orang tua nya begitu sayang pada nya, sedangkan Siska tidak pernah dianggap oleh mamanya.
"Ma, bagaimana jika kak Siska melakukan hal yang lebih buruk lagi?" Tanya Alona.
"Iya juga butuh kasih sayang mama" lanjut Alona lagi.
"Nak, mama tau, tapi kamu harus tahu, om Genta melarang mama untuk menemuinya, dan ia meminta mama untuk melupakan Siska dan angap aja Siska bukan anak kandung mama" sahut Anin.
"Karena perbuatan kalian, kak Siska jadi begitu ma, dia di hina, di caci maki, karena perbuatan buruk nya, karena apa?, Karena keegoisan kalian sebagai orang tua, aku tau om Genta masih tidak terima dengan tuduhan menghamili istri orang" ujur Alona.
"Walaupun ia menelan kecewa dengan hasil tes DNA, tapi tolong lah jangan jadikan kak Siska pelampiasan" lanjut Alona tidak memberikan mama nya celah untuk bicara.
"Besok kita lanjutkan lagi cari Siska, sekarang kamu makan, terus minum obat" ujur Damar.
"Al tidak mau makan" sahut Alona.
"Maaf kan mama nak, mama salah di sini, mama tidak pernah memikirkan Siska selama ini" ujur Anin.
"Aku tidak mau tau, jika kalian tidak mencari kak Siska, aku tidak akan mau makan" kata Alona kesal, karena tanpa sengaja mama nya menjadi dalang berakhir nya hubungan ia dan Kevin.
"Jangan begitu nak, mama sedih jika kamu tidak makan" kata Anin kehabisan kata-kata.
Alona berlari menuju kamarnya, dan ia yakin bahwa besok Siska tidak akan ketemu, apalagi besok pernikahan Kevin dan Cristyal.
__ADS_1
Dua anak manusia itu akan menikah di saat masih menempuh pendidikan nya, namun pernikahan itu di gelar terbuka, karena sekolah itu milik dari Sharon dan Wijaya, jadi anaknya bebas mau menikah.
Anin pun berusaha mengejar anak nya, tapi Alona menutup pintu dan menguncinya, hingga mamanya tida bisa masuk sama sekali.
"Al, mama sendiri yang akan mencari kakak mu" ujur Anin di balik pintu.
Karena tidak ada sahutan dari Alona Anin pun pergi ke kamar nya, ia mengambil tas dan dompet nya. Wanita paruh baya itu berjalan menuruni tangga.
Ia menghampiri suaminya yang duduk bersama anak dan menantunya.
"Mama mau kemana?" Tanya Andini melihat ibu mertua nya membawa tas.
"Mama mau cari Siska" sahut Anin.
"Pa, mama berangkat untuk menemui Genta dulu, siapa tau dia yang menyembunyikan anak itu" pamit Anin pada suaminya.
"Tunggu pernikahan Kevin dan Cristyal aja ma, kita ke sana" kata Damar.
"Keburu mati anak mu mas" sahut Anin.
"Mama takut ris, takut jika Siska mengakhiri hidupnya" kata Anin mengungkapkan semua perasaan nya selama ini.
Iya selalu berfikir jika Siska akan baik-baik saja nanti nya, karena ia juga tidak mau Genta membawa Siska ke luar negeri, dan syaratnya harus Anin terima.
"Dia tidak kan mengakhiri hidupnya ma, papa tidak akan biarkan itu terjadi, dengan susah payah papa menghidupi nya dulu dan menerima nya di hidup papa, dan sekarang ia malah pergi begitu saja" ujur Damar tidak melarang Genta mengambil milik nya, karena Siska memang bukan anak kandung nya.
Dan Dia juga tidak mau ikut campur dengan semua keputusan kedua orang tua Siska.
Anin pun pergi begitu saja, ia tidak memperdulikan anak dan suaminya memanggil nya, dan hari ini ia harus menemui Genta, dan bicara dengan nya, ia tau Genta marah dengan keadaan hidup nya, hingga ia melibatkan anak mereka, dan Siska adalah korban dari amarah Genta selama ini.
Pertemuan kedua orang tua kandung Siska pun berhasil, tapi dengan pertengkaran hebat keduanya, dan ini lah tidak di sukai oleh Anin, dia bukan orang yang suka berdebat,, atau malas untuk berdebat.
__ADS_1
Dan akhirnya Genta harus mengalah ia pun menerima semua yang di perintahkan oleh Anin, tapi Anin begitu kaget saat Genta menghancurkan makam Rita, orang yang dia cintai dulu, namun orang itulah yang mengubah semuanya.
***************
Sedangkan orang yang mereka cari sekarang sedang berada di sawah teman baru nya. Siska membantu Santi untuk membajak sawah, setelah panen waktu itu Santi pun langsung membajak sawah nya.
Karena ia harus menanam kembali padi itu. Sudah satu Minggu Siska ada di Malang dan menetapkan di sana, ia pun tambah sibuk dengan tugas kuliah dan toko roti bakar yang semangkin banyak pembeli nya.
"Istirahat dulu sis, makan siang" ujur Santi.
"Iya" sahut Siska menuju pondok tempat mereka istirahat.
"Oh ya mbak, aku harus ke kampus sore ini" ujur Siska.
"Oh iya, habis makan siang kamu pulang saja" kata Santi.
"Tidak apa aku tinggal?" Tanya Siska.
"Tidak apa, kan sebentar lagi kamu akan praktek lapangan" sahut Siska.
"Kalau begitu aku pulang dulu setelah ini" kata Siska.
"Iya" sahut Santi.
Sebenarnya Siska takut untuk datang ke kota Malang, ia takut jika orang tua nya mengetahui bahwa ia ada di Malang, dan Siska juga tidak menyangka bahwa keluarga mamanya mencari nya saat ini.
Dan sekarang Siska sudah meminta orang untuk mengawasi kampus dan toko roti bakar milik nya. Karena ia tau jika lusa mereka akan kembali mencari nya.
Siska tidak mau lagi berharap agar bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu menemui mama nya tanpa ada yang menghalangi, dan dapat melihat betapa hangatnya kasih sayang mama nya untuk dia.
Karena bagi Siska berharap itu sangat menyakitkan baginya, jika itu tidak akan pernah terwujud, dan sekarang mereka malah mencari nya, setelah dulu ia jadi pengemis, namun tidak ada yang menatap nya atau kasihan pada nya.
__ADS_1
happy reading.
makasih untuk like, vote dan komen