Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
bersama Dimas


__ADS_3

Cristyal pun sampai di PT media, ia langsung masuk ke ruangan CEO tanpa bertanya pada sekertaris CEO terlebih dahulu.


"Sore pak Dimas" ujur Cristyal pada Dimas.


"Sore juga owner Cristal fashion" sahut Dimas.


"Boleh aku duduk?" Tanya Cristyal.


"Silahkan" ujur Dimas pada Cristyal.


"Dim, aku cuma mau menanyakan kembali mengenai tanah yang akan kamu garap itu, jadi nya kapan?" Tanya Cristyal pada Dimas yang sudah membuka usaha baru nya, yaitu pertambangan berlian hitam.


"Kapan kamu bisa mengantarkan aku kesana?" Tanya Dimas.


"Besok juga dim" sahut Cristyal.


"Tapi apa tidak terlalu mendadak, kamu kan harus sekolah, dan ini sudah kelas akhir Cristyal" ujur Dimas.


"Dim, aku memang sekolah, tapi sekarang aku sudah mulai home school" sahut Cristyal.


"Sebenarnya aku juga ingin menggarap lahan itu secepatnya nya" ujur Dimas.


"Jadi apakah besok jadi kita ke Kalimantan?" Tanya Cristyal.


"Kamu bilang asisten kamu dulu, jika dia diam kita berangkat besok, tapi harus ada ijin dari suami kamu" kata Dimas.


"Iya, akan aku lakukan syarat itu" sahut Cristyal.


"Bagus, tapi jangan jadi ini sebagai alasan kamu, untuk menghindari Kevin dan mencari cara untuk bisa membuat nya menceraikan kamu" kata Dimas.


"Tidak dim, tanah itu sudah lama ingin aku garap, dan itu bukan alasan aku untuk menghindari Kevin" sahut Cristyal.


"Iya aku percaya" ujur Dimas.


"Aku kabari Bian dulu" kata Cristyal meraih ponselnya di dalam tas.


("Bian besok kita berangkat ke Kalimantan, bersiaplah") ujur Cristyal dari telpon.


("Untuk apa kesana mbak cris?") Tanya Bian.


("Aku akan menggarap lahan di Kalimantan yang aku beli waktu itu") sahut Cristyal.


("Siapa yang akan mengelolanya mbak?") Tanya Bian karena perusahaan milik Cristyal bukan di bidang pertambangan.

__ADS_1


("Perusahaan baru Dimas yang akan menggarap nya") sahut Cristyal.


("Baiklah, malam ini aku akan bersiap untuk kesana menemani mbak cris") ujur Bian.


Cristyal menyimpan kembali ponsel nya, dan ia kembali melanjutkan pembicaraan nya pada Dimas.


"Sudah beres dim, besok kita berangkat ke Kalimantan" ujur Cristyal.


"Iya, malam ini aku cari tiket nya" kata Dimas.


"Baik kabari aku besok" ujur Cristyal.


"Apa mau pulang, aku antar ya" kata Dimas.


"Aku bawa mobil" sahut Cristyal.


"Mobil kamu biar Arka yang bawa" ujur Dimas.


"Baik kalau begitu" sahut Cristyal.


"Mobil ku rusak tal, jadi baku pinjam ya, besok aku jemput kamu pakai mobil kamu ya" kata Dimas.


"Bilang yang terus terang saja dim, jangan banyak alasan" ujur Cristyal.


Sore itu Dimas membawa Cristyal mengunakan mobil kantor nya, sedangkan mobil Cristyal sudah di antar Arka ke rumah Dimas, karena mobil itu yang akan mereka gunakan ke bandara besok.


"Kamu tunggu di sini, biar aku yang pesan" ujur Dimas pada Cristyal.


"Iya jangan lama" sahut Cristyal.


"Tidak akan adik ku" ujur Dimas mengusap rambut hitam Cristyal, dan Dimas juga tau jika sekarang Cristyal lagi sedih karena Kevin yang menghamili Alona mantan Kevin sendiri dan sahabat Cristyal.


Dimas mengantri untuk membeli popcorn dan teh manis yang akan mereka bawa untuk menemani nonton mereka malam ini.


Film horor yang mereka pilih kini sudah mulai, Cristyal duduk dengan popcorn dan teh manis yang di pesan oleh Dimas, ia begitu menikmati film yang saat ini mereka tonton dan itu sangat menantang baginya.


Satu jam kemudian Cristyal dan Dimas pun keluar dari bioskop dan mereka tertawa terbahak saat membahas film yang baru saja mereka tonton tadi.


"Seru banget dim, aku suka film yang menantang jiwa" ujur Cristyal.


"Iya, aku juga menyukai film seperti itu, lebih seru" sahut Dimas.


"Sekarang kemana lagi?" Tanya Dimas.

__ADS_1


"Beli makanan dulu, habis itu pulang" ujur Cristyal.


Dimas hanya mengangguk dan mengikuti setiap keinginan Cristyal, setelah Cristyal selesai dengan acara belanja dan nonton. Dimana mengantarkan Cristyal pulang ke rumah suaminya.


"Terima kasih dim, ingat besok kabari aku kalau kamu udah datang" kata Cristyal.


"Iya, istirahat lah, jangan lupa makan" ujur Dimas.


Cristyal turun dari mobil, dan masuk ke dalam rumah nya, dan tanpa ia sadari ternyata Kevin mengintip mereka dari teras rumah nya.


Kevin turun dari lantai dua untuk menghampiri istri nya yang baru pulang entah dari mana, dan pasti nya di antara oleh pria lain.


"Habis dari mana kamu, katanya mau ketemu teman, pulang sudah larut malam" omel Kevin pada Cristyal.


"Aku habis dari PT media, dan juga nonton film tadi" sahut Cristyal jujur.


"Sama siapa?" Tanya Kevin menyelidik.


"Dimas, dan besok aku harus ke Kalimantan untuk menggarap lahan yang ada di sana" kata Cristyal langsung.


"Aku suami kamu, kamu bisa minta apa pun pada ku, jangan sama orang lain" ujur Kevin.


"Dan untuk besok aku tidak bisa mengijinkan kamu pergi ke Kalimantan" kata Kevin tegas.


"Aku tidak ada rencana untuk nonton mas, Dimas itu sudah seperti kakak ku sendiri, dan kamu jangan salah sangka, untuk besok aku harus pergi Kevin, tanah di sana harus segera di garap sebelum orang lain berhasil mengambil nya" ujur Cristyal.


"Besok aku akan temani kamu kesana" sahut Kevin.


"Bagaimana dengan Alona mas, tidak mungkin dia ikut ke sana" kata Cristyal.


"Dia bisa tinggal di rumah bunda kamu dulu" sahut Kevin.


"Tidak, kamu tidak boleh meninggalkan Alona di sini sendiri, dia masih dalam ke adaan berduka, Siska belum di temukan sampai hari ini mas" kata Cristyal.


"Aku tidak bisa membiarkan kamu bersama laki-laki lain Cristyal" sahut Kevin.


"Kamu tidak percaya pada ku?" Tanya Cristyal.


"Bukan aku tidak percaya, aku takut kamu melakukan hubungan yang lebih dengan dia" sahut Kevin.


"Aku bukan kamu mas" sahut Cristyal pergi.


Malam itu Cristyal dan Kevin kembali berdebat, Kevin tidak mengijinkan Cristyal pergi, dan Cristyal tetap pergi walaupun tidak mendapatkan ijin dari suami nya.

__ADS_1


Namun akhirnya Kevin pun mengalah karena tau jika temannya Arka lah yang merupakan asisten dari Dimas itu.


happy reading


__ADS_2