
Pagi ini Cristyal pun sudah siap untuk berangkat ke Kalimantan, dan ia kan di sana sekitar dua Minggu lamanya, dengan berat hati Kevin hanya pasrah istri nya pergi selama itu.
Dan ia juga yakin kalau Cristyal sengaja menghindari dari nya, karena ada Alona di rumah mereka.
"Al, ingat jangan lupa makan disini, minta sama mas Kevin jika kamu ingin sesuatu, aku tidak akan marah dan jangan takut, mas Kevin juga suami kamu" pesan Cristyal pada Alona.
"Iya, boleh aku minta sesuatu sama kamu?" Tanya Alona.
"Apa" ujur Cristyal.
"Bawakan aku nangka dari Kalimantan" sahut Alona.
"Disini ada nangka nya Al, nanti aku belikan" ujur Kevin.
"Aku mau yang di Kalimantan mas" sahut Alona.
"Iya nanti aku bawakan dari sana, tapi apa kamu tahan menunggu nangka nya Al, kan aku lama di sana" kata Cristyal.
"Tidak apa, yang penting nangka yang ada di Kalimantan" sahut Alona.
"Iya, kami tunggu saja ya, aku pamit berangkat dulu" kata Cristyal.
Cristyal pun pergi setelah Dimas datang untuk menjemput nya, mereka berdua langsung menuju bandara dimana Arka sudah menunggu mereka.
Sampai di sana, mereka kembali menunggu karena Bian belum datang, karena lapar Cristyal pun menyempatkan diri untuk membeli roti.
Namun tidak begitu lama Bian datang degan membawa koper di tangan nya.
"Banyak sekali barang kamu?" Tanya Cristyal pada Bian.
"Kan dua Minggu di sana, ya banyak lah" sahut Bian.
"Ya udah, ayo masuk, udah mau berangkat ini" kata Dimas.
Ke empat orang itu pun berjalan memasuki pesawat, dan tidak lama pesawat pun mengudara membawa mereka ke tempat yang di tuju.
Sekitar satu jam lebih di udara mereka pun sampai di Kalimantan tengah, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat yang di tuju, karena tempat itu agak jauh, maka Cristyal dan yang lain nginap di hotel, dan nanti nya mereka akan berangkat dari hotel menuju lokasi tanah milik Cristyal.
*******
Sedangkan Kevin sangat gundah karena Cristyal pergi selama dua Minggu ke Kalimantan, ia sebenarnya tidak mengijinkan Cristyal untuk pergi, dari pada Cristyal minta terus bercerai pada nya maka ia mengijinkan Cristyal untuk pergi.
"Mas, kerumah bunda ya" kata Alona.
__ADS_1
"Sebentar mas ganti baju dulu" kata Kevin pada Alona
Alona pun menunggu suaminya, dan tidak lama Kevin sudah turun lagi ke lantai bawah, dan menghampiri Alona yang sudah menunggu nya.
"Ayo" kata Kevin.
Alona pun mengikuti langkah suami nya itu, Kevin tidak seperti dulu lagi, ia bahkan tidak memegang tangan Alona saat berjalan.
Dan Alona pun merasa jika Kevin menikahi nya hanya sebatas tangung jawab saja dan tidak lebih, Cristyal sudah mengubah semuanya nya, dan bahkan hati nya sudah ada nama wanita itu.
"Kenapa diam terus?" Tanya Kevin mentap pada Alona.
"Tidak ada mas" sahut Alona.
"Pengen sesuatu?" Tanya Kevin.
"Tidak aku cuma mau masak bunda saja" kata Alona.
"Ya udah kalau begitu" kata Kevin.
"Apa dedek tidak ingin mas jenguk?" Tanya Kevin.
"Tidak mas, mas tidak perlu menjenguk anak kita" sahut Alona langsung.
"Tidak mas, aku tidak apa-apa jika kamu tidak melakukan itu pada ku, itu milik Cristyal mas" sahut Alona.
"Ini juga milik mu Al, mas akan melakukan nya pada mu, itu sudah kewajiban mas, mas tidak ingin kamu merasa tidak di perhatikan" kata Kevin.
"Mas, ini terlalu rumit untuk kita, dan aku tidak akan meminta mas" sahut Alona.
"Mas tau semua ini karena mas sendiri Al, maaf ya, tapi untuk dia akan mas lakukan yang terbaik" kata Kevin mengusap perut Alona yang sudah tampak buncit.
"Terima kasih mas, untuk semua nya" ujur Alona.
"Tidak usah begitu, kamu jangan pikirin Cristyal ya, dia urusan mas, mas tidak akan membiarkan dia begitu saja, mas akan lakukan apa yang mas lakukan sama kamu" kata Kevin.
"Sampai kapan mas, mampu bertahan dengan semua ini?" Tanya Alona.
"Selamanya" sahut Kevin yakin.
Dan tidak terasa mobil Kevin sudah sampai di halaman rumah James, kedua nya pun masuk dan di sambut Agatha dengan senyum di bibir nya.
"Sehat Al?" Tanya Agatha.
__ADS_1
"Sehat Bun" sahut Alona mencium tangan mertua nya.
"Syukur kalau begitu, Cristyal mana?" Tanya Agatha karena tidak melihat menantunya yang satu itu.
"Cristyal ke Kalimantan Bun" sahut Kevin.
"Untuk apa?" Tanya Agatha.
"Dia lagi ada kerjaan, penggarapan lahan yang di sana, yang akan menghasilkan berlian hitam" sahut Kevin.
"Wah kaya menantu bunda yang satu itu" kata Agatha.
"Tapi Kevin masih bisa kasi dia makan Bun, tapi ya begitulah Cristyal keras" ujur Kevin.
"Iya lah keras, namanya juga Cristyal" kata Agatha.
"Oh ya, kamu pengen sesuatu?" Tanya Agatha pada menatunya.
"Aku pengen makan masakan bunda" sahut Alona.
"Kebetulan bunda masak banyak hari ini, tapi kamu mau makan apa?" Tanya Agatha.
"Yang penting masakan bunda" sahut Alona.
"Ya udah kita kedapur" kata Agatha mengandeng tangan menantunya.
Dan malam ini Alona dan Kevin menginap di rumah orang tua Kevin, Agatha tidak mengijinkan Kevin membawa Alona pulang ke rumah nya, karena hari sudah malam.
Dan tadi Kevin harus ke kantor karena ada masalah yang harus ia selesai kan, hingga ia datang ke rumah bundanya hari sudah gelap.
"Aku tidur di kamar tamu saja" kata Alona.
"Di atas ada kamar Al, untuk kamu dan kevin" sahut Agatha.
"Tapi Bun, kalau itu kamar Cristyal dan mas Kevin aku tidak mau" kata Alona.
"Bukan, itu adalah kamar Anya, dan Anya sudah pindah ke lantai tiga" ujur Agatha.
"Iya bunda, kalau begitu aku tidur dulu" ujur Alona.
"Silahkan nak" sahut Agatha.
Dan malam itu Kevin pun masuk ke dalam kamar yang sudah jadi milik Alona, ia tidur di sana bersama Alona, tidak seperti semalam ia masih saja tidur bersama Cristyal.
__ADS_1
happy reading