
Dua Minggu setelah pernikahan Kevin dan Cristyal, dan pagi ini Alona sudah siap menuju sekolah nya, ia mengendarai mobil kesayangan nya dengan dengan kecepatan tinggi, hingga tidak lama ia pun sudah Sampai di sekolahnya.
Dengan membawa paper bag, ia berjalan menuju kelas mereka, dan di kelas Gracia, Melda, Sena dan Thania sibuk menyidang Cristyal dengan berbagai pertanyaan seputar malam pertama.
"Tal kamu udah begitu dengan Kevin?" Tanya Gracia.
"Apaan sih kalian ini" sahut Cristyal.
Namun mereka terus saja menanyakan mengenai hal itu pada Cristyal.
"Makanya jawab susah banget sih" gerutu Melda
"Iya udah" sahut Cristyal kesal.
"Enak tidak?" Tanya Thania.
"Enak banget, bikin nagih" sahut Cristyal memanas manasi teman temannya.
"Sakit tidak pas masuk?" Tanya Sena.
"Sakit lah, tapi setelah maju mundur enak banget" ujur Cristyal.
"Berapa kali keluar nya?" Tanya Gracia membuat Cristyal ingin menoyor kepala mereka.
"Tiga kali kalau aku sih" sahut Cristyal mulai risih.
"Besar apa panjang tal" kata Thania.
"Kalian ini ya, besar dan panjang" kata Cristyal mulai kesal
Setelah itu Alona pun datang dengan senyum nya, ia langsung duduk di dekat melda.
"Apa itu?" Tanya Melda
"Kain batik" sahut Alona senyum.
"Ngapain kamu bawa kain batik Al?" Tanya Sena.
"Kan hari ini pengumpulan tugas kerajinan, jadi aku bawa kain batik" sahut Alona.
"Kerajinan tangan dari koran, tanah liat, kayu dan kardus, bukan dari kain batik" ujur Cristyal pada temannya yang duduk di depan meja Cristyal dan Gracia.
"Kan kain batik juga kerajinan tangan" sahut Alona.
"Iya, aku tau kamu pandai membuat batik, tapi kan yang di minta bukan kain batik Al" kata Gracia.
"Aku malas buat yang lain, kemarin aku udah buat patung Jamal, tapi saat aku kasi liat sama mereka malah di hancur kan oleh Kevin" kata Alona kesal.
"Emang kenapa ia menghancurkan?" Tanya Cristyal.
"Kata nya Jamal itu kayak monyet, dan patung itu sama sekali tidak seperti Jamal" sahut Alona membuat satu kelas tertawa.
"Kamu sih Al, kalau bikin sesuatu itu yang benar aja, Kevin itu memang jahil" ujur Thania.
"Jadi kain batik itu ganti patung nya si Jamal?" Tanya Melda.
"Iya, jadi nanti aku bilang jika kain ini ganti patung yang aku buat itu" sahut Alona.
Tiba saja guru pun masuk ke kelas dan menanyakan tugas para murid nya, untuk di kumpulkan, namun ia aneh dengan kerajinan tangan dari Alona, malah sebuah kain batik.
"Kenapa kain batik Al?" Tanya Bu Susi.
"Patung nya di rusakin sama Kevin Bu, jadi Al tidak sempat buat lagi, makanya Al bawa kain batik yang Al buat pakai tangan sendiri, dan sangat lama membuat nya Bu enama bulan" sahut Alona.
"Tapi ibu minta kerajinan tangan dari tanah, kardus, dan kayu, jika patung kamu rusak bisa di ganti dengan yang lain Alona, bukan dengan kain batik" ujur Bu Susi.
"Ibu liat aja kain batik nya dulu pasti ibu suka" kata Alona.
Bu Susi membuka kain batik milik Alona, namun anehnya kain batik itu hanyalah sebagai pembungkus dari benda yang ada di dalam paper bag.
Bu Susi pun menyingkirkan kain batik itu, ia menatap pada sebuah kayu yang di ukir dan berbentuk seperti seseorang, yang Bu Susi tidak tau siapa orang itu.
__ADS_1
"Siapa ini Al?" Tanya Bu Susi.
"Orang yang aku cinta Bu" sahut Alona membuat kelima temannya berdiri untuk melihat siapa orang yang ada di ukiran itu.
"Kamu sekarang pandai ngeprank orang" ujur Bu Susi.
"Tidak juga bu, supaya yang lain tidak tau siapa orang yang ada di ukiran itu" sahut Alona.
"Pasti Kevin" ujur Cristyal.
"Bukan lah, tanya sama Bu Susi" sahyt Alona.
"Siapa orang yang ada di ukiran itu Bu?" Tanya Cristyal.
"Yang pasti bukan Kevin tal" sahut Bu Susi.
Bu Susi pun meninggalkan kelas setelah memberikan tugas kepada muridnya, ia membawa semua tugas kerajinan itu.
Cristyal dan yang lain pun sangat penasaran dengan ukiran yang di tutupi dengan kain batik itu, mereka mulai menyangka jika yang ada di ukiran itu adalah mendiang Rangga pacar Alona yang meninggal sekitar tiga Minggu yang lalu.
Jam istirahat Cristyal pergi ke perpustakaan, untuk melihat hasil karya Alona, karena kerajinan yang mereka buat itu di pajang di perpustakaan.
"Kenapa masih di tutup sih" ujur Cristyal kesal.
"Tal ayo lihat cepat apa itu ukiran nya" kata Melda.
"Ukiran nya di tutupi kain batik Mel, jadi tidak bisa di lihat, nanti kita bisa kena marah" sahut Cristyal.
"Ya udah baca novel saja, besok juga pasti di buka, kecuali Alona melarang untuk membuka kain batik itu" ujur Melda.
Keduanya pun mencari novel yang biasa nya mereka baca. Cristyal dan Melda pun sampai di tempat buku novel tersusun dengan rapi, dan di sana ada sebuah meja yang biasanya akan di jadikan tempat siswa untuk menulis novel nya.
"Kau tempat ku pulang" kata Melda membaca sebuah judul novel.
"Karya Siska Yulita Pramana" lanjut Melda membacanya.
"Apa tadi?,siapa yang menulis nya?" Tanya Cristyal.
"Yang benar?" Tanya Cristyal.
"Emang kamu kenal?" Tanya Melda balik.
"Itu kakaknya Alona" sahut Cristyal.
"Apa dia sekolah di sini dulu nya?" tanya Melda.
"Kamu pinjam buku itu, aku akan cari Data siswa dua tahun yang lalu" ujur Cristyal.
"Kamu yakin dia sekolah di sini, tapi kan kita tidak pernah melihat nya di sini?" Tanya Melda.
"Semua novel di sini buatan siswa dan siswi di sekolah ini Mel" ujur Cristyal.
"Tapi dulu, kita hanya bertemu dengan kak Alfa saja dan Siska nya aku tidak pernah melihat, walaupun aku tidak tau nama lengkap nya, tapi foto Siska pernah aku lihat" ujur Melda.
"Bawa aja novel itu, kita buktikan aja sendiri apakah dia siswa di sini dulu nya" kata Cristyal.
Melda pun meminjam buku novel itu, dan Cristyal pergi ke sebelah kiri rak buku, di mana di sana data siswa angkatan yang telah tamat sekolah di simpan.
Cristyal mencari angkatan kakak ipar nya Alfa Edison Sharon yang mungkin satu angkatan dengan Siska. Melda pun datang untuk membantu Cristyal.
"Ini dia Siska Yulita Pramana" ujur Melda pada absen kelas XII IPA. Cristyal pun melihat ke arah absen itu dan kembali mencari data Siska.
"Anak dari Genta Pramana dan Anindya Alyssa Damara, hobi melukis" baca Cristyal.
"Kamu cari apa sih sebenarnya tal?" Tanya Melda.
"Aku hanya ingin mengetahui dimana dia sekarang Mel" ujur Cristyal.
"Biarkan saja Siska pergi kan bagus, dia tidak akan menggangu hubungan kamu dan Kevin" kata Melda.
"Bukan itu, tapi aku merasa kasihan dengan nya, kamu ingat tidak jika dulu Alona pernah mengalami gagal ginjal, dan salah seorang yang mendonorkan ginjal itu pada nya adalah siswa di sekolah ini" kata Cristyal yang memang ingat dengan hal itu.
__ADS_1
"Jadi maksudnya Siska pendonor itu" ujur Melda.
"Tapi tidak pernah di tulis di datanya jika dia pernah memberikan satu ginjal nya untuk orang lain" kata Melda lagi.
"Aku jadi penasaran dengan ukiran karya milik Alona" kata Cristyal.
"Sudah lah, ayo kita tinggal kan Siska dulu, bantu aku cari novel bagus" ujur Cristyal.
Cristyal pun kembali pada rak buku novel, ia mencari novel yang menurut nya bagus, dan seru ceritanya.
"Eh ada orang" kata pak Budi.
"Iya pak, kita cari novel pak buat di baca" ujur Melda.
"Mau bapak bantu?" Tanya pak Budi.
"Terima kasih pak, tapi tidak usah" sahut Cristyal.
"Ini bagus tal, di balik kain batik" kata Melda.
"Siapa yang nulis?" Tanya Cristyal.
"AMD" sahut Melda.
"Ya udah aku pinjam ini" kata Cristyal.
"Kalian tidak mau berkarya?" Tanya pak Budi.
"Malas mikir pak" sahut Cristyal.
"Dulu ada siswa yang selalu menghabiskan waktu istirahat nya untuk menulis" ujur pak Budi.
"Siapa pak?" Tanya Melda.
"Siska, dia sangat gemar menulis, karya nya banyak di sini, termasuk yang sudah bapak baca, bapak nangis liat suara hati seorang Siska, yang sedih saat ia harus lahir ke dunia karena kesalahan" kata pak Budi.
"Terus pak" ujur Cristyal.
"Siska adalah anak yang baik sebenarnya, dia tidak pernah istirahat di luar selain di perpustakaan. Ia juga merelakan anggota tubuhnya di donor untuk orang lain" kata pak Budi.
"Apa aja pak yang di donor?" Tanya Melda.
"Ginjal, dan hati nya" kata pak Budi.
"Mungkin bagi orang di luar sana dia itu gadis liar, jahat dan tidak punya hati, tapi dibalik semuanya, dia sangat punya hati dan menjaga kesucian dengan baik" kata pak Budi.
"Namun sekarang Siska mungkin sudah tidak ada lagi, dia sudah pergi berapa waktu lalu, karena kecelakaan" kata pak Budi.
"Dari mana bapak tau?" Tanya Cristyal.
"Dari teman nya tempat ia tinggal sekarang" sahut pak Budi.
"Dimana pak?" Tanya Cristyal.
"Di Malang Jawa timur, di sebuah desa kecil" sahut pak Budi.
"Terima kasih pak informasi nya, aku pamit dulu" ujur Cristyal keluar dari perpustakaan dan masuk ke kelas nya.
Tanpa aba Cristyal menyeret Melda supaya ikut dengan nya. Mereka berdua pun ijin kalau ada keluarga nya yang sakit.
Cristyal membawa Melda ke bandara ia ingin cepat sampai di Surabaya dan menuju Malang hari ini juga.
Pesawat pun mulai terbang di udara, dan tidak lama sampai lah kedua orang yang masih menggunakan baju seragam, sedang Cristyal meminta ijin pada Kevin jika ia ada kerjaan dadakan di Surabaya.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, ia pun sampai di sebuah desa kecil yang ada di Malang, dan berniat untuk mencari Siska yang katanya udah meninggal karena kecelakaan yang menimpa dia beraoa waktu lalu.
Bersambung
Apakah Siska benar meninggal, atau itu sebuah rekayasa nya saja, supaya keluarga nya menganggap ia sudah tidak ada, dan berhenti mencari nya.
happy reading
__ADS_1