Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Belanja mingguan


__ADS_3

Satu bulan sudah pertunangan antara Kevin dan Cristyal berlangsung, dan Kevin pun sudah melupakan Alona sepenuhnya, bahkan dia sering bertemu dengan Alona dan memanggil wanita itu dengan sebutan si luka.


Hingga kini hubungan dia alona dan Cristyal sangat baik, dan tidak ada yang saling menghindar. Bahkan Kevin mulai mencintai Cristyal sekarang, tapi Cristyal ia belum sepenuhnya mencintai Kevin, dan dia masih melihat semua nya baik Alona dan Kevin, apakah mereka memang sudah tidak saling cinta lagi. Dan kebersamaan mereka hanya sebatas sahabat.


Pagi ini Cristyal diminta bundanya untuk berlanja mingguan, ia pun berangkat dari rumah nya, dengan penampilan yang ala kadarnya.


Dia hanya mengunakan kaos kebesaran, dan celana jeans, dengan rambut yang ia ikat. Cristyal berjalan menyusuri pusat perbelanjaan di kota itu.


"Aduh lupa lagi yang mau di beli" ujur Cristyal membua ponsel nya.


Untung saja ia mencatat apa yang ingin di beli, mata Cristyal pun terbelalak saat melihat begitu banya belanjaan nya nanti.


"Buset banyak banget yang di beli, mana tangan hanya dua lagi" ujur Cristyal sambil menyimpan ponsel nya lagi.


Ia pun mendorong troli belanja, dan memilih apa aja yang mau di isi, termasuk isian kulkas yang kosong dan hari ini harus penuh.


"Ini mah yang habis kan semuanya itu bang Galang, dan aku yang repot" ujur Cristyal.


"Lebih baik aku ajak Melda aja" kata Cristyal mengambil ponsel di tas nya.


Ia pun menghubungi Melda, karena hanya itu temannya yang mau di ajak belanja mingguan atau bulanan.


("Ada apa tal?") Sahut Melda dari sana.


("Temani aku belanja, belanjaan ku banyak ini") sahut Cristyal.


("Ya udah deh, aku juga bosan di rumah, kamu tunggu saja di situ") kata Melda sambil mematikan sambungan telepon nya.


Cristyal pun berjalan kembali sambil mendorong troli, dan menunggu Melda datang, karena lelah mendorong troli yang sudah banyak isinya, Cristyal pun duduk di sebuah kursi.


"Maaf tal, lama macet, ada kecelakaan" ujur Melda.


"Tidak apa" sahut Cristyal.


"Udah belanja nya?" Tanya Melda.


"Belum, sayuran dan buah belum aku beli" kata Cristyal.


"Ya udah biar aku yang dorong troli ini, dan kamu ambil lagi troli yang kosong, ini sudah penuh" ujur Melda.


"Terima kasih ya Mel" kata Cristyal.


"Tapi tunggu kenapa belanjaan kamu kali ini banyak ya?" Tanya Melda.


"Ini karena bang Galang yang, setiap hari buat pesta di rumah" kata Cristyal.


"Oh, ya udah, nanti temani aku cari sepatu sebentar" ujur Melda.


"Sekarang saja mel, ini susah bawanya nanti" kata Cristyal.


"Baiklah" ujur Melda.

__ADS_1


Setelah satu jam, Cristyal dan Melda pun keluar dari pusat perbelanjaan, dan berjalan menuju mobilnya. Cristyal pun sudah memasukan semua belanjaan nya ke dalam mobil dan siap untuk pulang.


Di jalan Melda menceritakan tentang apa yang ia lihat tadi.


"Kasih Lo tal, cowok tadi, apa dia bisa tertolong ya" ujur Melda yang melihat kecelakaan dari dalam mobil.


"Mudah mudahan dia selamat mel" kata Cristyal.


"Iya, tapi aku kaya kenal loh" ujur Melda menatap pada Cristyal.


"Siapa memang nya?" Tanya Cristyal.


"Aku lupa tal" sahut Melda.


Cristyal pun menghentikan mobilnya di supermarket, untuk membeli kebutuhan yang belum ia beli tadi.


Setelah semuanya selesai, Cristyal dan Melda pun keluar, namun ada seorang wanita yang menabrak dia, hingga kantong belanjaan Cristyal terjatuh.


"Maaf aku buru-buru" kata wanita itu, Cristyal pun menatap nya.


"Kamu kan yang waktu itu" kata Cristyal.


"Maaf dek, aku buru-buru, jika belanjaan rusak atau ada yang pecah, ini aku ganti, aku benar-benar tidak sengaja" kata Siska panik.


"Tidak apa, pergilah" ujur Cristyal.


Namun Cristyal menatap kembali ke arah Siska saat Siska menerima telepon dari seseorang.


("Baik saya ke sana sekarang") kata Siska lagi.


Setelah kepergian Siska, Cristyal mencerna semua yang dikatakan oleh Siska tadi.


"Kamu dengar tidak tadi, apa yang di katakan oleh wanita itu?" Tanya Cristyal.


"Iya, tapi apa yang terjadi dengan Alona" ujur Melda.


"Sudah lah sekarang kita pulang, aku ingin mengajak mu membuat cake" kata Cristyal membuang pikiran buruk nya.


Tidak menjawab apa kata Cristyal, Melda pun mengikuti langkah Cristyal. Cristyal pun kembali melajukan mobilnya, dan tiga puluh menit mereka pun sudah sampai di rumah Cristyal.


"Mel, kok bisa ikut Cristyal?" Tanya Imel.


"Tadi Cristyal mengajak ku belanja Tante" sahut melda sambil mencium tangan Imel.


"Oh, Tante tinggal ke dapur dulu ya, mau bereskan apa yang kalian beli" kata Imel.


"Silahkan Tante" sahut Melda.


Cristyal pun langsung ke kamar nya, setelah sampai di rumah, sedang kan Melda menunggu nya di ruang tengah.


Ia pun turut setelah menganti baju nya dengan baju santai.

__ADS_1


"Ayo kita ke dapur" ajak Cristyal.


"Iya, tapi aku tidak bisa membuat cake" ujur Melda.


"Nanti aku yang buat, aku mau kamu mencobanya, jika rasanya enak mau bawa ke cafe ku" kata Cristyal.


Siang itu setelah makan siang, Melda dan Cristyal pun berkulat dengan alat masak, mereka membuat berbagai macam jenis kue.


Dan kue itu akan dia jual di cafe nya. Tidak lama kemudian Kevin pun datang ke rumah Cristyal tanpa memberi tahu Cristyal terlebih dahulu.


"Tante, Cristyal ada?" Tanya Kevin pada Imel yang sudah santai menonton TV.


"Nak Kevin bikin bunda kaget aja, Cristyal nya lagi di dapur sama Melda" kata Imel.


"Maaf Tante, aku ke dapur dulu" ujur Kevin.


Sampai di dapur Kevin melihat tunangan nya sedang membuat berbagai macam kue. Kevin tersenyum sebentar lagi ia akan menjadi kan Cristyal istri nya.


"Sayang" panggil Kevin membuat mata Melda melotot dan Cristyal menjadi patung.


"Kenapa kamu diam" kata Kevin memeluk kekasihnya.


"Tidak ada" sahut Cristyal yang bingung karena ada Melda, dan Melda tidak tau apa yang terjadi antara mereka berdua.


"Cristyal ada apa sebenarnya ini, kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" Tanya Melda penasaran.


"Aku dan Cristyal sudah tunangan, dan Minggu depan kita akan menikah" ujur Kevin.


"Apa?" Kata Melda kaget.


"Cristyal" panggil Melda.


"Itu benar mel" sahut Cristyal.


Akhirnya Kevin pun menjelaskan apa yang telah terjadi dan kenapa Cristyal dan dirinya di jodohkan, dan akan menikah dalam waktu dekat ini.


Melda pun menyimak semua nya, dan dia juga berjanji akan menutup rahasy ini sampai mereka selesai sekolah yang tidak lama lagi.


Sore itu mereka pun melanjutkan kegiatan libur nya dengan bermain game online, hingga Kevin dan Melda harus pulang karena hari sebentar lagi malam.


Sedangkan di rumah sakit Siska bertengkar dengan Anin ibu kandung nya sendiri prihal kecelakaan yang menimpa Alona dan Siska lah dalang dari semua itu.


Bersambung


Apa mau Siska sebenarnya?, Dan ternyata Siska tidak benar mencintai Kevin, dia hanya ingin membuat Alona sedih dan dia juga ingin menghancurkan kebahagiaan Alona.


Mungkin kita akan beralih sebentar tentang cerita Siska dan maksud nya menyakiti adik nya sendiri.


Sebenarnya Siska itu baik namun keadaan yang membuat dia seperti itu dan mengubahnya menjadi jahat


happy reading

__ADS_1


__ADS_2