Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Rumah sakit


__ADS_3

Pagi ini Kevin di kejutkan dengan berita yang datang dari Alona, dan di tambah lagi dengan sebuah surat yang mengakui semua yang telah terjadi.


Kevin hanya bisa menatap semua itu dengan benci, hubungan nya dengan Alona tidak mungkin bisa bersatu lagi.


Jika pun itu bisa, pasti itu akan menyakitkan baginya Cristyal, dan pernikahan mereka berdua tinggal satu Minggu lagi.


Dan Kevin juga kecewa dengan Alona yang tidak mau memberi tahu dirinya atas ancaman Siska yang meminta alona untuk menduakan nya.


Semuanya sudah terjadi dan dia tidak bisa mengelak lagi dari pilihan nya, dan di tambah lagi hati nya sudah di isi oleh Cristyal dan Kevin juga menyayangi Cristyal sama seperti Alona.


Dan mungkin itu juga adalah alasan Alona untuk berpisah dari nya, bukan malah menghindari Kevin Alona juga sering menjahili Kevin, dan tanpa ragu Alona juga bermesraan dengan Rangga di depan nya.


"Mungkin kita memang tidak jodoh Al, dan aku tau kamu pasti benar cinta dengan Rangga" ujur Kevin sedih karena Rangga tidak bisa di selamat kan lagi


"Semoga kamu bisa bahagia Al nantinya, dan akan ada lelaki yang baik untuk kamu nanti nya" ujur Kevin sambil menatap foto Alona.


"Selamat jalan Rangga, dan berita ini akan menyakitkan untuk Alona" kata Kevin sambil berjalan menuju pintu kamar nya.


Ia pun masuk ke dalam lift, untuk turun ke bawah. Setelah pintu lift terbuka, Kevin melihat Cristyal sudah ada di ruang tengah.


"Pagi Kevin"sapa Cristyal dan Kevin menatap aneh pada tunangan nya itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Kevin.


"Tidak ada kenapa-napa, kita kerumah sakit ya" ujur Cristyal.


"Pulang sekolah nanti kita ke sana" sahut Kevin.


"Apa kamu tidak khawatir dengan kondisi Alona?" Tanya Cristyal.


"Pasti nya ia, tapi nanti aja kita ke sana" sahut Kevin.


"Kev, Alona butuh kamu" ujur Cristyal.


"Jangan berani kamu meninggalkan aku tal" kata Kevin dengan suara tinggi.


"Tapi kev, kalian berdua pisah karena Siska, dan dia hanya ingin membuat adiknya hancur" kata Cristyal yang sudah tahu tentang apa yang terjadi sekarang.


"Ini takdir, walaupun Siska tidak memisahkan kita, pasti akan ada hal lain yang membuat kita pisah tal" kata Kevin.


"Aku tidak mau kamu terpaksa kev, hanya karena kita sudah bertunangan dan kamu berusaha menerima semua ini" kata Cristyal.


"Tidak sama sekali" sahut Kevin.


"Apa kamu yang tidak cinta sama aku?" Tanya Kevin pada Cristyal.


"Tidak aku cinta sama kamu" sahut Cristyal langsung.


"Ayo berangkat" ujur Kevin menarik tangan Cristyal.

__ADS_1


Keduanya pun berangkat ke sekolah bersama, namun di jalan Kevin memutarkan stir mobil ke jalan lain, karena baru saja Gracia dan yang lainnya menelpon jika mereka ada di rumah sakit.


"Kita kesana?" Tanya Cristyal.


"Iya, mereka minta kita kesana" sahut Kevin.


Cristyal pun mengangguk dan Kevin melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tiga puluh menit mereka pun sampai di rumah sakit.


Cristyal dan Kevin berjalan dengan berpegang tangan, tanpa mau melepaskan.


"Ada apa kalian minta kita kesini?" Tanya Kevin.


"Kamu tidak mau melihat keadaan Alona?" Tanya Melda.


"Mau, tapi nanti setelah pulang sekolah" sahut Kevin.


"Alona sudah sadar, dia ingin ketemu sama kalian berdua" kata Gracia.


"Apa kita boleh masuk?" Tanya Cristyal.


"Tunggu dulu, dokter lagi memeriksa kondisi nya, Alona sempat histeris saat tau Rangga udah tidak ada" kata Thania.


"Jadi apa benar Alona dan Rangga pacaran dan itu bukan rangkaian?" Tanya Cristyal.


"Iya mereka pacaran, baru satu Minggu ini" sahut Thania.


"Terus jenasah Rangga di mana?" Tanya Kevin.


"Kenapa di bawa ke rumah om Damar?" Tanya Cristyal penasaran.


"Rangga itu anak yatim, dan Alona lah orang yang menolong nya dulu, jadi om Damar membawa Jenasah Rangga ke rumah nya, karena permintaan putrinya sendiri" kata Sena menjelaskan.


Pintu kamar Alona pun terbuka dan dokter kembali menanyakan kepada mereka apakah Cristyal dan Kevin sudah sampai.


"Saya Cristyal dok" sahut Cristyal.


"Temui pasien dulu, keadaan setabil tapi mungkin nanti akan ada dokter psikologis yang akan menangani nya" kata dokter.


"Kita berdua masuk dok" ujur Cristyal.


Cristyal membuka pintu kamar itu, dan melihat tatapan kosong Alona, ia berjalan dengan Kevin di belakang nya.


"Al" panggil Cristyal membuat Alona menatap ke arah nya.


"Kalian udah datang?" Tanya Alona.


"Iya, gimana keadaan kamu?" Tanya Cristyal balik.


"Udah membaik" sahut Alona.

__ADS_1


"Ada apa kamu mau menemui kami?" Tanya Kevin.


"Aku ingin kalian berdua tetap melanjutkan pernikahan kalian, setelah apa yang terjadi" ujur Alona.


"Iya, kita akan menikah Al, kamu sepat sembuh supaya bisa melihat kita menikah" kata Kevin.


"Iya, aku pasti sembuh" sahut Alona.


"Al kamu tidak apa kita menikah?" Tanya Cristyal.


"Justru aku takut kalian membatalkan semua ini tal, aku udah ikhlas dengan semua nya" sahut Alona.


"Akan aku lakukan Al, dan aku janji akan jaga kesayangan kamu" kata Cristyal.


"Apaan sih" kata Kevin.


Setelah menemui Alona, Kevin dan Cristyal pun mendatangi rumah Siska tapi Siska ternyata sudah pergi, dan tidak tau kemana.


Kerena tidak ada Siska di sana akhirnya Kevin dan Cristyal pun pulang kembali ke rumah mereka. Namun akhirnya Kevin kembali lagi mencari Siska atas permintaan ayah, dan mereka khawatir jika Siska akan melakukan hal yang tidak benar lagi.


Karena Siska mengembalikan semua barang dan uang yang sudah di berikan oleh James padanya dulu, sebelum James tau semua kejahatan Siska.


Walaupun mereka sudah tau jika ini terjadi karena Genta yang tidak mau putri nya bertemu dengan Anin, dan Anin juga sama saja dengan Genta dan mengiakan apa mau Genta.


Setelah mencari semua tempat yang pernah di datangi oleh Siska dan Alfa, namun Siska tidak ada di sana. Namun Siska hanya meninggalkan sejumlah uang yang cukup besar untuk cafe hotel, atau restoran tempat dimana ia sering nongkrong.


Bahkan rumah pribadi milik Siska telah di jual, dan Kevin pun kembali ke rumah nya karena pencarian nya tidak berhasil.


"Dia sudah menyerahkan sebelum berperang" ujur James.


"Mungkin Genta dan Anin akan menyesal setelah apa yang terjadi nanti" kata James lagi.


"Maksudnya?" Tanya Kevin.


"Kevin, Siska itu tidak akan tega melakukan semuanya, dia hanya mencari pelampiasan saja, dan justru dia yang akan melakukan apa yang dia lakukan itu pada dirinya sendiri" kata James.


"Tapi kemana kita mencari dia lagi?" Tanya Kevin


"biarkan saja dulu, jika itu terjadi mungkin di situlah egois Genta dan Anin berakhir" ujur James


Sebenarnya orang yang tau akan Siska itu adalah James sendiri, ia sudah menyelidiki tentang wanita yang menjadi pacar putranya.


Dan James melarang Kevin untuk menerima permintaan kerjasama Pramana waktu itu karena dia takut Siska akan melakukan hal yang tidak baik.


Dan itu pasti akan merepotkan baginya nanti. Sudah beberapa kali James datang pada Genta untuk bicara pada Anin mengenai Siska, dan ia juga meminta Genta untuk tidak melarang Siska bertemu dengan Mama nya, walaupun Anin akan selalu ingin peringatan Genta.


Tapi keduanya masih saja sama keras kepala dan sama sekali tetap pada pendiriannya, sedang Siska selalu saja mengemis ingin bertemu dengan Anin, tapi Anin tidak memperdulikan anaknya itu, ia tidak mau berurusan dengan Genta lagi.


Begitu juga dengan Genta saat ia tau anaknya bertemu dengan Anin, ia begitu marah dan mengurung Siska di kamar nya.

__ADS_1


Dan saat itu lah, Siska berubah ia menjadi seperti sekarang, walaupun James tau kalau Siska pasti akan kembali seperti dulu lagi.


__ADS_2