
"maaf mbak, apa mbak kenal dengan Siska?" Tanya Cristyal pada Santi temannya Siska.
"Maaf Siska nya sudah tidak ada lagi" ujur Santi.
"Jangan bercanda mbak" kata Cristyal mencari kebenaran dari Santi.
"Tidak, aku tidak bercanda, Siska sudah di nyatakan meninggal dunia, walaupun jenasah nya belum ketemu" sahut Santi.
"Dimana kecelakaan nya?" Tanya Cristyal.
"Di jalan dekat jurang yang curam dan dalam yang menuju ke arah air laut" sahut Santi.
"Apa tidak ada bekas kecelakaan itu?" Tanya Melda.
"Mobil itu ketemu di dasar laut, namun jenasah Siska tidak ketemu, sudah satu Minggu ini pencarian nya, dan kemarin dia sudah di nyatakan tidak selamat, dan sekarang masih dalam proses pencarian di dasar laut, jika setelah dua Minggu tidak juga ketemu pencarian di hentikan" kata Santi.
"Jadi apa yang di katakan pak Budi itu benar" ujur Melda pada Cristyal.
"Iya, pak Budi adalah salah satu orang yang ada buat Siska curhat, dan waktu itu aku lah yang memberikan informasi ini pada pak Budi" kata Santi.
"Boleh antara kan kami ke tempat kejadian itu?" Tanya Cristyal.
"Maaf, kejadian nya ada di Surabaya" sahut Santi.
"Kalau begitu kita pamit ya, nanti aku cari informasi nya" kata Cristyal.
"Tidak mampir dulu, itu rumah Siska" ujur Santi.
Pada rumah kayu yang terlihat kecil tapi indah, Cristyal berjalan menuju rumah itu, rumah yang tampak sangat sederhana itu.
"Silahkan" ujur Santi dan Cristyal berjalan masuk sedang kan Melda masih melihat sekitar rumah.
"Tempat ini sangat enak untuk ngobrol, dan bahkan aku tidak pernah pulang dari rumah ini, namun rasa nya kangen tidur di sini lagi, warga melarang aku untuk tidur di sini, dan rumah ini hanya di bersih kan saat pagi dan sore" kata Santi.
Cristyal masuk ke dalam kamar pribadi milik Siska, setelah ia meminta ijin untuk masuk, mata Cristyal membulat saat melihat kain batik yang sama dengan milik Alona tadi.
"Apa yang tertutup kain batik ini?" Tanya Cristyal pada Santi.
__ADS_1
"Orang yang ia cintai" sahut Santi.
"Kenapa sama dengan jawaban Alona tadi ya" ujur Melda yang tiba saja masuk.
"Kita lihat siapa yang ada di balik kain batik ini" ujur Cristyal dan kedua nya pun kaget saat melihat ukiran seorang pemuda tampan dan itu adalah Alfa Edison Sharon.
"Ternyata Siska begitu mencintai kak Alfa, apa aku harus kasi tau berita ini pada mereka sekarang?" Tanya Cristyal mentap pada Melda
"Terserah kamu saja, tapi kalau menurut aku, kita cari tahu dulu kebenaran nya" kata Melda.
"Iya, dia benar, aku yakin Siska masih hidup" kata Santi yakin.
"Baik jika Minggu depan dia belum ketemu, aku akan bicara mengenai hal ini" kata Cristyal.
Cristyal pun pamit pada Santi dan meninggalkan no ponsel nya, untuk memantau proses pencarian Siska, sedangkan Santi juga sudah meminta orang untuk mencari Siska.
Setelah Cristyal dan Melda pulang Santi pun berjalan menuju rumah nya yang ada di samping rumah Siska.
...****************...
Langit pun berubah menjadi gelap, tanda jika malam telah tiba, Cristyal dan Melda baru saja keluar dari pesawat, kedua nya berjalan menuju toilet umum, untuk menganti pakaian nya.
"Kamu tidak apa naik taksi?" Tanya Cristyal.
"Tidak apa" sahut Melda.
Keduanya pun berpisah, Cristyal berjalan menuju mobilnya yang dia parkir di parkiran bandara. Sedangkan Melda sudah masuk ke taksi yang kebetulan ada di situ juga.
Sampai di rumah Kevin sudah menunggu istri nya di depan pintu.
"Kenapa kamu tiba saja ada kerjaan di Surabaya?" Tanya Kevin
"Maaf sayang, ada masalah dengan model Cristal fashion dengan model perusahaan lain" sahut Cristyal bohong.
"Oh, udah beres?" Tanya Kevin menggenggam tangan Cristyal.
"Udah kok" ujur Cristyal mencium pipi suaminya.
__ADS_1
"Udah pulang my cris?" Tanya Imel.
"Udah Bun, maaf Cristyal tidak pamit sama bunda" ujur Cristyal.
"Tidak apa nak" sahut Imel.
"Sekarang kamu mandi sana, udah malam ini" ujur Imel.
"Iya Bun, aku mandi dulu mas, habis itu kita makan" kata Cristyal dan beranjak ke kamar mereka yang ada di lantai dua.
Saat hendak masuk ke kamar mandi, ponsel Cristyal pun berbunyi, dan ternyata Melda menghubungi nya.
("Kenapa Mel, udah sampai rumah?") Tanya Cristyal.
("Aku di sekolah sekarang, tadi aku lewat dari belakang kelas, dan kemungkinan aman") sahut Melda.
("Kenapa kamu ke sekolah malam-malam begini?") Tanya Cristyal heran.
("Aku sudah melihat, apa yang di balik kain batik itu") kata Melda.
("Apa?") tanya Cristyal penasaran.
("Ukiran wajah Alfa Edison Sharon, dan di situ ada tulisan, temukan dia dalam kurung s") sahut Melda.
("Jadi maksudnya, Alona tau jika Siska mencintai Alfa, tapi yadi kan dia bilang itu orang yang dia cintai") ujur Cristyal.
("Apa mereka mencintai orang yang sama, dan itu artinya Siska merelakan Alfa jadi milik adik nya") kata Melda.
("Mel udah dulu ya, seperti Kevin akan masuk kamar, aku mau mandi, dan kamu berhati-hati, awas ketahuan cctv") ujur Cristyal mematikan sambungan telepon nya.
Cristyal pun masuk ke kamar mandi, dan langsung membersihkan dirinya, tidak lama Cristyal pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri suaminya.
"Mas, kenapa ke kamar, kan mu makan malam" ujur Cristyal.
"Aku jemput kamu sayang" sahut Kevin.
"Sebentar ya" ujur Cristyal.
__ADS_1
Malam itu mereka pun makan malam bersama, dan Cristyal masih menyembunyikan tentang fakta yang baru saja ia ketahui itu. Dan tentang Siska yang sebenarnya, dan terlebih di balik kain batik milik Alona yang ukiran wajah tampan Alfa Edison.
Dan ternyata Siska menyimpan banyak sekali luka yang ada di hati nya, kedua orang tua nya yang sama-sama keras kepala dan tidak mau ada yang mengalah, sikap buruk Siska bukan lah yang sebenarnya, Siska telah banyak berkorban untuk adiknya.