
Satu tahun kemudian
"Mas, bawakan aku sayuran nanti" kata Alona pada Kevin yang hendak berangkat ke kantor nya.
"Iya, jaga Raska" sahut Kevin masuk ke dalam mobil nya.
"Pasti mas, oh ya, jangan lupa cari Cristyal lagi" ujur Alona.
"Iya, mas akan melacak kembali keberadaan Cristyal" sahut Kevin.
Ia pun langsung melakukan mobilnya meninggal kan halaman rumah mereka dan menuju kantor tempat ia kerja.
Alona sudah melahirkan anak pertama nya dengan Kevin yang di beri nama Raska Aprilio Sharon, dan sekarang Raska sudah berusia enam bulan.
Sedangkan Cristyal sampai saat ini tidak tahu ada dimana, dan pasti wanita itu juga sudah melahirkan anak nya dengan Kevin, Cristyal pergi dan sampai sekarang belum juga kembali ke Jakarta.
Upaya sudah dilakukan oleh Kevin dan keluarga besar mereka, tapi Cristyal tidak juga mereka temukan dimana pun itu.
Kevin selalu setia mencari istri dan anak nya itu, ia seakan tidak pernah menyerah, bahkan separuh waktunya ia gunakan untuk mencari Cristyal dan menemani Alona di rumah.
Sampai ia juga meminta orang untuk mencari Cristyal, di negara ini atau pun di negara lain, Kevin tidak akan pernah mau menceraikan nya, dan ia akan kembali memperbaiki kesalahannya yang hampir membuat Cristyal kehilangan hidup nya.
Bahkan sekali Alona pernah meminta untuk pisah dengan Kevin, supaya Cristyal mau kembali pada nya, namun permintaan dari Alona tidak pernah di kabulkan oleh Kevin.
"Cristyal akan kembali setelah kita bercerai mas" ujur Alona menatap mobil Kevin yang mulai menjauh.
"Pikirkan secara baik, jangan ambil keputusan yang membuat diri mu rugi" kata Alfa dari belakang Alona.
"Kak Alfa" ujur Alona kaget.
"Kenapa kaget?" Tanya Alfa.
"Kakak, kapan kesini!" Tanya Alona bingung karena dari tadi ia tidak melihat keberadaan Alfa.
"Semalam hujan, dan aku mampir ke sini, karena tidak bisa nyetir mobil saat hujan deras sekali" kata Alfa.
__ADS_1
"Oh, maaf aku tidak tau kalau kakak ada disini, aku buatkan sarapan ya" ujur Alona supaya Alfa lupa dengan kata nya tadi.
"Aku sudah sarapan Al, mau pamit ke kantor dulu" ujur Alfa.
"Oh, ya udah deh, hati-hati di jalan kak" sahut Alona.
Alona masuk kembali ke dalam rumah nya, ia pun berjalan menuju kamar Raska, dimana putra nya, lagi sedang ditemani oleh suster yang mengasuhnya.
"Hai ganteng nya mama" ujur Alona sambil mencium pipi Raska.
"Bik, apa dia rewel tadi?" Tanya Alona pada suster.
"Tidak Bu, dia enteng, dan tadi makan nya juga lahap sekali" sahut suster tersenyum.
Raska di usia nya enam bulan sudah mulai di kasi makan oleh Alona, dan berat badan nya pun tambah naik.
Alona mentap wajah tampan anaknya itu dan ia pun kembali ingat dengan Cristyal, apakah Cristyal bahagia hidup berdua dengan anak nya, dan atau kah kebutuhan anak Cristyal tercukupi saat ini.
"Apa Cristyal dan anaknya tidak kekurangan ya bik?" Tanya Alona pada suster.
"Pasti nya tidak Bu, kan mbak Cristyal punya usaha" sahut suster.
"Suatu saat nanti mbak Cristyal pasti pulang Bu" ujur suster.
"Tapi kapan, aku tau kesalahan mas Kevin sangat fatal, tapi kenapa dia harus pergi selama ini, apa dia tidak kasihan dengan bunda Imel" ujur Alona.
"Doakan saja Bu, semoga mbak Cristyal cepat kembali ke Jakarta lagi" kata suster.
"Iya, mudah mudahan" ujur Alona.
*******
Di pulau kecil yang memang tidak jauh dari kota Jakarta, Cristyal dan Bian sedang asik menatap wajah lucu dan imut Alwi Naraya Sharon.
"Kamu sangat lucu Alwi, rasanya pengen cium terus" ujur Bian gemas.
__ADS_1
"Jangan nanti merah pipinya" kata Cristyal memperingatkan Bian.
"Anak mbak cris lucu sih" ujur Bian lagi.
"Makanya nikah bi" ujur Cristyal.
"Nanti aja" sahut Bian.
"Kapan kamu akan kembali ke Jakarta?" Tanya Siska tiba saja datang.
"Aku masih ingat di sini kak" sahut Cristyal.
"Sudah cukup kamu buat Kevin menyesal dan repot kesana kesini cari kamu" kata Siska.
"Iya, nanti aja" sahut Cristyal lagi.
"Pulang lah Cristyal, kasihan suami dan orang tua kamu" kata Siska.
"Kak Siska kapan kembali ke Jakarta, tidak kasihan apa dengan om Damar yang masih saja mencari kak Siska di perairan sekitar Surabaya" kata Cristyal.
"Aku tidak akan kembali Cristyal, pulau kecil ini, adalah tempat ku, dan aku sudah resmi menjadi dokter di sini" sahut Siska.
"Tapi kak, mereka terus saja mencari kakak, apa lagi kak Santi ia selalu menjaga rumah kecil kakak di Surabaya" ujur Cristyal pada Siska.
"Kakak akan ke Surabaya nanti nya, dan memberi tahu Santi apa yang terjadi sebenarnya" kata Siska.
"Apa kakak tidak mau memberikan kesempatan lagi pada om Genta dan Tante Anin?" Tanya Cristyal menatap wajah dokter muda itu.
"Mereka tidak membutuhkan aku Cristyal, dan jangan bahas mereka lagi" sahut Siska mengendong Alwi.
Cristyal dan Siska pun bertemu di klinik yang ada di pulau kecil ini, saat itu Cristyal ingin melahirkan anak pertama nya, dan Siska orang yang membantu proses kelahiran Cristyal.
Dan saat itu juga Siska tidak bisa mengelak lagi untuk tidak bertemu dengan Cristyal, dan Siska pun menceritakan mengenai kecelakaan yang terjadi pada nya waktu itu.
Dan kenapa ia bisa ada di pulau kecil, dan mengabdi kan diri nya di pulau kecil ini. Tentu saja itu karena ia ingin semua orang menganggap nya tidak pernah ada lagi di dunia ini.
__ADS_1
Kecelakaan yang menimpa Siska memang benar adanya, ia di tolong oleh pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, dan dari situ lah ia di jaga dan di rawat oleh suami istri itu.
Selama satu bulan, dan setelah sembuh Siska pun kembali melanjutkan pendidikan nya, dan hingga akhirnya ia pun di tugaskan di sebuah klinik di pulau kecil yang tidak jauh dari kota Jakarta.