
Kevin meletakkan Cristyal di atas kasur mereka. Tanpa membuang waktu lagi, Kevin menanggalkan seluruh pakaiannya di hadapan Cristyal.
Cristyal yang menatap pada Kevin langsung membuang muka, saat melihat benda yang begitu asing di matanya.
"Oh tidak kev" ujur Cristyal menutup matanya dengan kedua tangan nya.
kevin mulai mengusap bagian bawah istrinya. Cristyal pun mengerakkan pinggulnya ke atas, seakan begitu nikmat.
"ssss aaah"
desah Cristyal tak terbendung lagi. kini mangarahkan miliknya ke liang istrinya
itu. dan kemudian.
"aaaakh" kata Cristyal padahal Kevin baru saja mau memulainya. Kevin lalu diam dan menghentikan sejenak aktivitasnya.
ia menatap Cristyal dan membelai penuh kasih sayang. lalu memberikan ciuman yang sangat lembut. Kevin mulai menarik lembut dan menarik pelan pula.
"hmmh"
Cristyal mulai merasakan nikmat yang tak biasa. sementara Kevin berusaha lebih dalam. hingga kemudian, Kevin mendapatkan Cristyal dengan sekali hentakan.
"aaakh" seluruh terbenam sesak di dalam sana. Kevin merasakan betapa sempit dan hangat relung itu.
perlahan lahan iya mulai memberikan gerakan maju mundur. hingga Cristyal meracau tidak karuan.
mereka terus menyatu dan menatap satu sama lain, diantara gelombang rasa yang bercampur aduk. cinta telah berada di tempat semestinya. menghadirkan sejuta denyutan yang tiada tara.
"aaakh"
untuk pertama kalinya Cristyal merasakan sesuatu yang hangat menyembur di rahimnya. memberi kedutan-kedutan nikmat di antara napas yang memburu. iya menatap Kevin begitu sebaliknya.
"terima kasih sayang" ujur Kevin sambil mencium kening Cristyal
"iya sayang" kata Cristyal
Kevin membaringkan tubuhnya di samping Cristyal yang lemas tak berdaya.
"Mas aku boleh tidur?" Tanya Cristyal sambil menutup matanya.
"Tidur lah, nanti aku bangun kan" kata Kevin sambil mencium dahi Cristyal.
"Tapi sebentar lagi aku mesti harus dandan lagi" ujur Cristyal.
"Tidur lah masih ada waktu dua jam" kata Kevin.
Cristyal pun akhirnya tidur dengan pulas, Kevin menatap wajah istrinya yang tampak sangat lelah dengan permainan mereka tadi hanya lah tersenyum.
Ia beranjak dari tempat tidur nya, dan menutup tubuh polos istri nya dengan selimut tebal. Kevin berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa- percintaan mereka tadi.
Anya yang ingin mengajak Kevin dan Cristyal makan siang pun, langsung pergi saat mendengar suara ******* kedua kakaknya itu.
Tanpa Kevin dan Cristyal sadari ternyata suara ******* mereka terdengar sampai keluar kamar nya. Dan Anya pun sangat takut ia berlari menuju tempat dimana semua keluarga nya berapa.
__ADS_1
"Kamu kenapa dek?" Tanya Andini melihat adiknya ngos-ngosan.
"Aku dengar ada suara aneh di kamar kak Kevin" sahut Anya.
Mereka yang ada di situ pun saling tatap, dan mereka pun mengira kalau Kevin dan Cristyal sudah melakukan hubungan suami-istri.
"Seperti nya itu bukan hantu dek, tapi suara ******* kakak mu" ujur Andini.
"*******, emang mereka ngapain aja di kamar?" Tanya Anya polos.
"Nanti saat kamu sudah nikah, kamu pasti mendesah" sahut Andini.
"Emang kenapa harus mendesah?" Tanya Anya belum mengerti.
"Gimana tidak mendesah kalau lagi bercinta" ujur Andini.
"Ya ampun aku kira apa, ternyata itu" ujur Anya pergi meninggalkan mereka.
"Mau kemana?" Tanya James.
"Mau ambil makanan, lapar" sahut Anya.
Setelah Anya pergi semuanya pun kembali bersuara dan membicarakan tentang kevin dan Cristyal.
"Pasti Cristyal tidur ini, habis di gempur sama Kevin, kaya engak ada malam aja, mana nanti resepsi nya lama lagi" ujur Imel.
"Biarkan saja lah, orang mereka tidak sabar lagi" sahut Agatha senyum.
"Udah jangan ribut, masih ada waktu buat mereka istirahat" ujur Indra.
"Ayah mah gitu" sahut Imel.
"Apa kamu juga mu seperti mereka?" Tanya Indra.
"Enak saja, awas kalau berani macam-macam" ancam Imel.
"Aku mau tidur dulu, kalian ngobrol saja disini" kata James beranjak pergi.
Kevin membangun kan istrinya saat bundanya mengetok pintu kamar mereka, ia tidak mau jika tubuh polos istri nya, di lihat oleh bunda nya.
"Kevin buka pintu nya, atau bunda dobrak" kata Agatha mengedor pintu dengan keras.
Karena Cristyal susah untuk bangun akhirnya Kevin pun berjalan menuju pintu kamar nya, ia membuka pintu dan Agatha langsung berlari masuk ke dalam.
"Ya ampun kev, kenapa istri kamu polos seperti ini?" Tanya Agatha pada putranya.
"Maaf Bun, kita" kata Kevin terhenti dan menggaruk kepalanya yang tidak gagal.
"Bangunkan Cristyal, sebentar lagi dia harus dandan lagi" perintah Agatha.
"Sudah bangun Bun" sahut Kevin.
"Makanya jangan di buat capek Kevin, malam nanti bebas mau kamu apakan Cristyal nya" kata Imel kesal karena jika capek putri nya sangat susah di bangunkan.
__ADS_1
"Maaf" sahut Kevin malu.
Sebenarnya Kevin sangat malu karena apa yang ia dan Cristyal lakukan di siang bolong di ketahui oleh bundanya dan bunda Cristyal.
Imel duduk di ranjang putri nya dan mengankat kepada Cristyal dan di pindahkan ke pangkuan nya, ia mengusap rambut hitam Cristyal dan menepuk pipi Cristyal.
"Sayang bunda bangun nak" kata Imel lembut.
"Malah tambah nyenyak kamu gitukan" ujur Agatha.
"Biasanya Cristyal akan bangun jika di usap rambut dan pipi nya" kata Imel
Dan benar Cristyal pun bangun saat merasakan usapan lembut di rambut dan pipi nya. Iya pun kaget saat menyadari apa yang telah ia dan Kevin lakukan, sedang bundanya dan mertua nya ada di kamar mereka.
"Kenapa?" Tanya Imel.
"Bunda dan Bun keluar dulu dari kamar aku" usir Cristyal.
Sedangkan Kevin lagi ada di kamar mandi, ia memilih untuk kembali mandi karena ia juga harus di dandan hari ini.
"Biasa saja tal, semua nya juga begitu kalau udah nikah" kata Agatha.
"Aku malu" sahut Cristyal.
"Gimana adik Kevin besar tidak?" Tanya Agatha.
"Iya besar, dan panjang" sahut Cristyal membuat kedua orang tua itu tersenyum.
"Enak tidak?" Tanya Imel.
"Enak sih, tapi pas masuk sakit Bun" sahut Cristyal.
"Tapi nanti untuk kedua kalinya tidak lagi kok" kata Agatha.
"Bunda dan Bun keluar dulu dari kamar aku" usir Kevin saat kedua orang tua itu bertanya tentang apa yang mereka lakukan tadi.
"Udah sekarang kamu mandi ya" ujur Imel menyeret besannya keluar dari kamar anak mereka.
"Jangan dijawab kalau mereka bertanya" ujur Kevin pada Cristyal.
"Emang kenapa?" Tanya Cristyal.
"Kamu tidak malu apa?" Tanya Kevin.
"Iya"sahut Cristyal ingin berjalan ke kamar mandi, tapi ia bingung karena tubuh nya polos.
"Enak tidak rasanya?" Tanya Kevin senyum.
"Rasanya aneh mas, tapi enak begitu ah" sahut Cristyal.
Cristyal akhirnya masuk ke kamar mandi, dengan tubuh polos nya, ia bahkan berlari saat Kevin membelakangi nya.
happy reading
__ADS_1