
Dua Minggu di Kalimantan dan besok Cristyal bersama Dimas akan kembali ke Jakarta, sore ini setelah pulang dari peninjauan lahan yang di garap Cristyal masuk ke dalam kamar nya dan tidak keluar lagi.
Ia merasa jika badan nya sedang tidak enak, dan Cristyal memilih untuk tidur saja. Karena hari mulai malam dan jam makan pun sudah tiba,, Dimas merasa aneh karena Cristyal tidak ada bersama mereka.
"Kemana Cristyal bi?" Tanya Dimas sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Mbak cris demam, ia tidak mau makan" sahut Bian yang baru saja keluar dari kamar Cristyal.
"Biar aku yang paksa dia makan" ujur Dimas mempercepat makanan nya.
"Iya, aku juga mau ke apotek untuk beli obat" kata Bian.
Saat masuk ke kamar Cristyal, Kevin meresa jika tubuh Cristyal sangat dingin dan ia mulai mengigil, karena panik Dimas pun melakukan skin to skin pada tubuh Cristyal, supaya badan Cristyal kembali hangat lagi.
"Aku harus melakukan skin to skin pada tubuh nya, dia kedinginan" ujur Dimas pada Arka.
"Tapi apa nanti tidak akan terjadi sesuatu?" Tanya sama Arka yang memang tidak punya solusi lagi.
Besok mereka harus kembali ke Jakarta, dan tidak bisa berlama lagi di Kalimantan, karena itu Arka sudah di ancam oleh Kevin, jika sampai jadwal kepulangan mereka telat satu hari saja.
"Terus kita harus bawa ia ke rumah sakit apa?, Aku tidak bisa pastikan jika Cristyal di ijinkan pulang jika sudah di rumah sakit" kata Dimas.
"Sudah lakukan saja, kita tidak ada cara lain" kata Arka
"Jika kamu berani menyalahkan aku soal ini, itu salah besar Kevin, karena kamu yang mengancam ku" batin Arka.
Dimas pun memeluk tubuh Cristyal yang menggigil dan di tambah lagi oleh selimut tebal yang menutupi tubuh mereka. Ia melakukan itu sampai tubuh Cristyal kembali hangat.
Tanpa mereka ketahui jika ada orang suruhan Kevin yang mengintai mereka dan mengirim kan foto Cristyal dan Dimas sedang berpelukan di bawah selimut tebal.
__ADS_1
Di Jakarta Kevin sangat murka karena istri begitu tega melakukan hubungan intim dengan orang lain. Kevin pun melampiaskan semua amarahnya pada kaca dan kamar nya ia memecahkan apa yang bisa pecah menurut nya.
Namun Kevin tidak tau jika si Kalimantan istri nya sedang di landa demam dan ia terus saja mengigau tidak jelas. Terlebih lagi orang yang ia minta untuk memata matai istri nya, adalah orang bodoh.
Dan esok nya Cristyal pun pulang dengan keadaan yang masih demam, setelah sampai di rumah, ia langsung tidur, setelah memberikan pesanan Alona.
"Bangun" ujur Kevin menyibak selimut yang menutupi tubuh Cristyal.
"Mas" panggil Cristyal yang masih berbaring.
"Apa capek?" Tanya Kevin dengan wajah yang sangat merah menahan amarahnya.
"Tubuh ku tidak enak mas" sahut Cristyal yang tidak tau akan apa yang terjadi.
"Apa dia lebih memuaskan?" Tanya Kevin lagi.
"Maksudnya apa mas?" Tanya Cristyal tidak mengerti.
Cristyal menatap foto itu, dan ia kaget kenapa Dimas bisa memeluknya seperti itu, apa Dimas semalam yang membuat tubuh nya menjadi hangat kembali setelah bia meresakan dingin yang sangat hebat.
"Mas kamu salah paham, semalam aku demam, dan mungkin Dimas melakukan skin to skin pada ku" sahut Cristyal.
"Aku tidak percaya sama kamu, dari dulu kamu juga sangat menginginkan nya" kata Kevin mulai menanggalkan seluruh pakaiannya.
"Mas jangan begitu mas, kamu salah paham" kata Cristyal takut.
"Aku hanya membuktikan jika hanya aku yang lebih perkasa dari dia, dan kamu harus tau itu" ujur Kevin menarik baju yang di kenakan Cristyal dan merobek nya.
Cristyal menangis saat Kevin menusuk bagian bawah nya dengan kasar dan tidak ada nikmat sama sekali baginya, hanyalah rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
Dan Kevin benar benar melakukan nya dengan kasar, Cristyal hanya pasrah saja, tubuh nya terasa sangat sakit dan ia ingin pingsan saat ini juga.
"Sakitttt massa" terima Cristyal sambil mengigit kuat bahu Kevin hingga berdarah.
Setelah puas Kevin pun keluar dari kamar Cristyal dan berjalan untuk menemui Alona yang ada di lantai bawah, tanpa memperdulikan Cristyal yang lemas tak berdaya.
Kevin melakukan itu pada Cristyal untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang yang perkasa dan sangat memuaskan, namun tindakan nya salah, cemburu telah membuat mata nya.
Tiba di lantai bawah Kevin langsung menuju dapur dengan wajah yang masih seperti orang emosi, dan Alona pun melihat tangan suaminya yang luka dan tidak tau apa penyebab nya.
Ia pun merasa ada yang tidak beres antara Kevin dan Cristyal, Alona pun langsung berjalan ke lantai dua untuk mencari Cristyal, ia masuk ke dalam kamar Cristyal dan betapa kagetnya saat ia melihat kasur sudah berantakan sekali.
Alona berjalan ke kamar mandi dan ia langsung berlari saat melihat Cristyal terbaring di kamar mandi.
"Ya ampun Cristyal" teriak Alona saat melihat Cristyal terbaring di kamar mandi dengan tubuh polos nya.
"Darah" ujur Alona bergetar, ia langsung menelpon asisten rumah tangga untuk naik ke lantai dua.
Alona berusaha membangun kan Cristyal tapi Cristyal tidak juga bangun, bukan Alona tidak mau memberi tahu Kevin, namun karena Kevin seperti itu dia jadi takut.
"Ada apa non?" Tanya asisten rumah tangga.
"Bik, panggil kan supir kita bawa Cristyal ke rumah sakit, itunya Cristyal berdarah bik" ujur Alona panik
"Non Alona, non Cristyal pendarahan ini" kata asisten rumah tangga tidak kalah panik.
Alona membawa Cristyal ke rumah sakit tanpa Kevin dan Kevin sudah pergi saat Alona naik ke lantai dua.
Di perjalanan Alona mengabari Imel, dan Agatha, ia tidak bisa mengurus semuanya sendiri sedangkan Kevin tidak mengangkat telepon dari nya.
__ADS_1
Happy reading