
Kevin berlari menuju mobilnya, tanpa ia memperdulikan panggilan dari Arka temannya, Kevin membuka pintu mobil dengan kasar dan membanting pintu mobilnya.
Mobil Kevin pun melaju meninggalkan puncak Bogor, Arka yang khawatir dengan kondisi Kevin, pun langsung menghubungi temannya yang lain.
"Kenap Lo tega dengan Kevin Al" ujur Arka yang lagi menunggu taksi online.
Berkali-kali Kevin memukul stir mobil nya, dan teriak untuk meringankan sakit hati nya, atas perlakuan Alona pada. Wanita yang ia temui saat masuk SMU itu sudah memberikan sejuta cinta padanya dan kini dia juga menorehkan luka yang begitu menyakitkan baginya.
"Jika kamu tidak cinta pada ku Al, kenapa kamu tidak berusaha menolak percintaan panas kita semalam" kata Kevin dengan air mata yang mulai menetes.
"Aku cinta padamu Al, tapi kenapa kamu menghianati cinta ku seperti ini" ujur Kevin lirih.
"Aku kita ini hanya prank, tapi nyatanya kau malah asik berciuman mesra dengan nya, setelah semalam kita melakukan hubungan intim" kata Kevin mengungkap kan semua yang ia rasakan selama ini.
Kevin menghentikan mobilnya di apartemen milik nya itu, ia berjalan menuju lobby, namun langkahnya berhenti saat mendengar ada yang memanggil nya.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Kevin tidak suka dengan Siska pacar kakak nya itu, yang menaruh cinta pada nya.
"Aku cuma ingin melihat mu saja, tadi aku melihat postingan Alona dengan pria lain, dan aku khawatir dengan kondisi kamu" ujur Siska.
"Pergi lah dari sini, jangan menghianati cinta kakak ku, jangan sampai aku menyamai mu dengan nya" kata Kevin melanjutkan langkahnya.
"Tapi kamu sedang tidak baik-baik saja adik ipar" ujur Siska.
"Aku baik-baik saja, pergilah" kata Kevin.
Siska pun tersenyum senang melihat Kevin yang mulai menjauh dari nya.
"Sebentar lagi kamu akan jadi milik ku Kevin" ujur Siska pergi dari apartemen Kevin.
Setelah satu jam di kamar nya Kevin pun keluar dengan membawa koper dan tas lain nya, ia memutuskan untuk menjual apartemen miliknya itu, tempat dimana ia dan Alona memadu kasih satu malam.
Kevin berjalan menuju mobilnya dan memasukan koper ke dalam mobil, setelah memberikan tau pada petugas apartemen ia pun meninggalkan tempat itu dan tidak akan mengingat kembali tentang semua hal yang pernah ia lakukan bersama Alona di sana.
Mobil yang di kendarai Kevin pun berhenti di kawasan perumahan mewah, ia pun membawa masuk mobilnya ke sebuah rumah yang begitu besar dan mewa itu.
"Selamat datang den" ujur satpam yang membuka pintu gerbang.
"Terima kasih pak" sahut Kevin.
__ADS_1
Setelah menghentikan mobilnya di depan rumah Kevin pun mengeluarkan koper dan tas nya dari dalam mobil nya.
"Saya bantu den" ujur satpam.
"Terima kasih pak, tidak usah, bapak parkir kan saja mobil ini" ujur Kevin menyerahkan kunci mobil pada satpam.
"Baik den" sahut satpam.
Kevin pun melangkah menuju kedalam rumahnya, ia pun langsung naiki anak tangan dan masuk ke kamar nya yang ada di lantai dua.
Setelah membereskan semua bajunya Kevin pun turun ke lantai dasar, dan masuk keruang bar. Kevin membuka lemari tempat dimana botol alkohol berjejeran di sana, biasa nya yang akan menghabiskan berbagai macam alkohol itu pasti Digo temannya, sewaktu Kevin sering mengajak mereka ke rumah yang memang tidak pernah ia tinggali.
Namun sekarang rumah itu menjadi tempat kedua setelah rumah orang tua nya, yang akan mengganti kan apartemen yang baru saja ia jual.
Sudah tiga botol alkohol Kevin habis kan, dan sekarang botol ke empat yang akan ia minum. Mulut Kevin terus saja mengoceh tentang Alona mantan kekasihnya.
"Kenapa kamu tega pada ku Al" ujur Kevin kembali meneguk alkohol yang di tangannya.
"Aku mencintaimu Al, tapi kenapa kamu kamu tega meninggalkan aku dan memilih dia" ujur Kevin lirih.
Hingga akhirnya asisten rumah nya mengetuk pintu bar, karena ada panggilan masuk dari telepon rumah.
"Angkat" sahut Kevin yang masih sadar.
"Tuan minta, untuk pulang ke rumah utama, karena malam nanti akan ada pertunangan antara aden dan non Cristyal" ujur asisten rumah nya menyampaikan pesan.
Kevin pun keluar dari ruang bar dan langsung menuju kamar nya untuk membersihkan dirinya. Setelah siap Kevin pun pergi ke rumah orang tua nya, ia tidak bisa untuk menolak pertunangan antara dia dan Cristyal, karena Alona sudah mengumumkan kepada seluruh keluarga nya, Damara dan Wijaya. Bahwa ia sudah putus dengan Kevin, dan Cristyal lah orang yang akan mengganti kan nya.
Setiba di rumah orang tua nya Kevin pun langsung masuk ke kamar nya, tanpa mau melihat keluarga Damara yang sudah tiba di rumah Sharon.
"Apa Kevin marah?" Tanya Anin.
"Tidak apa mbak Anin, putus cinta itu biasa, semua orang punya pilihan masing-masing, begitu juga dengan Alona" sahut Agatha.
"Tapi saya tidak enak ini, karena perbuatannya Alona, yang menduakan Kevin, jika aku jadi Kevin pun akan kecewa dan marah di gitukan, coba bicara terus terang" ujur Anin dan Alona pun hanya menunduk.
"Sudah lah nin, itu sudah jadi keputusan Alona, dan mungkin ini yang terbaik, dari pada nanti nya bisa hancur setelah ada ikatan" kata Agatha.
"Tapi saya tidak enak ini aga, walaupun Kevin tidak bertunangan dengan Alona, tapi bagaimana nanti dengan hubungan Cristyal dan Kevin" ujur Anin yang memang menghawatirkan hal itu.
__ADS_1
Tiga keluarga besar itu memang sahabat dari dulu nya, hingga mereka menyepakati akan menjodohkan salah satu putra putri mereka.
Sebenarnya Anin tidak setuju dengan hubungan Kevin dan Alona putrinya, karena putra pertama nya Aries Malik Damara sudah menikah dengan Andini Ardya Sharon putri pertama Sharon.
Yang artinya Kevin dan Alona adalah adik ipar dari Andini dan Aries, tapi mau gimana lagi kalau Kevin dan Alona adalah sepasang kekasih yang tak bisa di pisahkan lagi.
Dan malam ini akhirnya akan ada pertunangan antara Kevin dan Cristyal yang akan mempererat tali persaudaraan mereka.
...****************...
Di kamar nya Kevin menangis sejadi nya, dan ia memantapkan hati nya untuk melupakan Alona, dan menjadi kan Cristyal sebagai orang yang nanti nya akan menyembuhkan luka yang Alona berikan pada nya.
Dia dia juga berusaha untuk bisa mencintai Cristyal karena mau tidak mau, diri nya telah menerima perjodohan yang di berikan orang tua nya pada.
Dan siap menerima resiko nya jika suatu saat nanti hubungan dia dan Alona berakhir. Dia juga akan tetap menerima perjodohan itu dengan Cristyal jika sampai itu terjadi.
Dan ternyata benar ia harus menerima semua nya dan bersedia bertunangan dengan Cristyal dengan hubungan antara Alona dan dirinya berakhir saat malam yang akan di jadikan pertunangan nya.
Kevin pun tertidur pulas setelah lelah menangis bukan berarti ia cengeng tapi ia tidak bisa menerima semua nya itu, dan ia juga memikirkan Cristyal yang akan di jadikan penganti, apakah Cristyal mau dan apakah ia bisa mencintai wanita itu seperti ia mencintai Alona.
Kevin pun bangun dari tidur nya, dan berusaha menetralkan tubuh nya yang pusing akibat mengonsumsi alkohol tadi.
Dan malam itu mereka pun pergi ke rumah keluarga Wijaya, dan Kevin pun harus menerima permintaan orang tua nya untuk bertunangan malam ini juga.
Padahal ia sudah meminta waktu tapi tidak apa menurut nya, semoga Cristyal bisa menjadi penghibur bukan orang yang membuat nya naik darah.
Walaupun mereka masih menempuh pendidikan, namun tidak membuat keluarga besar itu untuk menunda pertunangan Kevin dan Cristyal.
"Senyum dong Vin" ujur Alfa pada adiknya.
"Diam kamu" kata Kevin.
"Udah jangan ribut, lupakan Alona kev, dia itu adik ipar kakak mu, bukan berarti kalian tidak bisa bersatu, tapi itu sudah jadi keputusan Alona, mungkin dia takut untuk berterus terang, makanya ia menyembunyikan semua ini dari kamu" kata Agatha.
"Rasanya sakit Bun, kenapa dia harus melakukan itu pada ku, yang seharusnya ini hari bahagia aku Bun, tapi dia memberikan luka di hati ini" ujur Kevin.
"Jangan sakiti Cristyal nanti nya, dan jangan kamu menjadi kan dia pelampiasan, ingat itu" pesan James.
Mobil mewah itu pun memasuki halaman rumah keluarga Wijaya bersama dengan keluarga Damara yang akan menyaksikan pertunangan antara Kevin dan Cristyal.
__ADS_1