Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Kembali


__ADS_3

...happy reading ...


Cristyal keluar dari mobil, setelah mobil yang di bawah Bian terparkir di halaman rumah sakit, ia melangkah menuju rumah UGD yang pasti nya suaminya ada di sana.


Dengan mengunakan sweater, topi dan masker, Cristyal berjalan layaknya seorang gadis yang belum memiliki anak sekali pun.


Sampai di depan UGD ia melihat ruang itu sangat sepi, dan ia pun kembali ke resepsionis rumah sakit untuk bertanya.


"Maaf sus, apa ada pasien atas nama Kevin Aprilio Sharon?" Tanya Cristyal.


Suster pun langsung mengecek pasien yang masuk ke rumah sakit itu.


"Ada buk, pasien ada di ruang operasi" kata suster.


"Ruang operasi?" Tanya Cristyal.


"Iya, pasien harus segera di operasi" kata suster.


"Apa separah itu?" Tanya Cristyal lagi.


"Ada pembekuan darah di kepala nya buk, dan itu harus segera diatasi" ujur suster.


"Terima kasih sus" kata Cristyal.


Cristyal berjalan ke ruang operasi, dari kejauhan ia melihat banyak sekali orang disana, dan ia sangat mengenal siapa saja yang ada di sana.


Cristyal duduk di kursi tunggu, ia tidak mendekati keluarga besar nya, tapi Anya menyadari jika kakak ipar nya ada di rumah sakit yang sama dengan mereka.


"Apa itu kak Cristyal ya" ujur Anya menatap orang yang mengunakan sweater, topi dan masker itu itu.


Tapi Anya tidak juga beranjak dari tempat duduknya. Bian pun datang dengan mengunakan sweater topi dan masker yang sama dengan Cristyal.


"Mbak Jamal ada di pulau" kata Bian.


"Kok bisa?" Tanya Cristyal pada Bian.


"Aku juga tidak tau mbak" sahut Bian.


"Tapi kak Siska?" Tanya Cristyal.


"Kak Siska berhasil keluar dari rumah mbak, dan membawa Alwi, mudah mudahan Jamal tidak mengetahui keberadaan kak Siska" kata Bian.


"Iya, tolong usir Jamal dari pulau, aku tidak ingin kak Siska kembali sedih" kata Cristyal yang tidak bisa memaksa Siska untuk memberi tahu jika ia masih hidup.


"Sudah mbak" sahut Bian.


Operasi pun berjalan, namun Cristyal merasa aneh, sudah setengah jam ia di sana, kenapa operasi nya belum juga selesai.


"Kenapa lama ya bia?" Tanya Cristyal.


"Mungkin baru masuk tadi mbak" sahut Bian.

__ADS_1


"Mungkin" ujur Cristyal.


Cristyal beranjak dari tempat duduknya, dan saat ini ingin membalikan badannya, tiba saja ia di tabrak oleh orang yang mengunakan kursi roda.


"Cristyal" ujur Digo yang sedang di dorong suster dengan kursi roda.


"Digo" kata Cristyal


"Akhirnya kamu kembali Cristyal, dan begitu cepat" ujur Digo.


"Iya, aku kembali bukan untuk selamanya, tapi sementara" sahut Cristyal pada Digo.


"Kevin menunggu mu, dan aku tidak peduli kamu lama atau tidak, tapi aku pasti kan kamu tidak akan kembali lagi ke pulau kecil itu" ujur Digo.


"Aku punya kaki untuk berjalan Digo" sahut Cristyal.


"Jamal disana untuk menjemput anak mu" kata Digo.


"Anak?" Tanya Cristyal berpura-pura.


"Jangan pura pura tidak tahu Cristyal, kamu pasti mempertahankan janin kamu waktu itu" kata Digo.


"Oh ya, maaf aku tidak bisa lama, aku harus pergi" ujur Cristyal menarik tangan Bian.


"Tunggu" teriak orang yang sangat Cristyal kenal suaranya.


"Terima kasih sudah kembali" kata Alona dari belakang Cristyal.


"Cristyal, Kevin itu suami kamu" kata Alona.


"Lalu kamu siapa nya dia?" Tanya Cristyal tanpa membalikkan tubuhnya.


"Jangan bertanya seperti itu Cristyal, kamu akan tau apa yang akan terjadi nanti" sahut Alona.


"Jangan tinggalkan dia, karena aku tidak akan bisa bersamanya" ujur Cristyal dingin.


"Tidak Cristyal, kamu harus tahu, mas Kevin tidak pernah berhenti mencari mu" kata Alona.


"Bilang jangan cari aku lagi" ujur Cristyal.


"Cristyal, kamu pulang nak" ujur Imel membalikkan tubuh Cristyal.


"Bunda" sahut Cristyal sambil mencium tangan bundanya.


"Kamu kemana saja nak?, Mana Anak kamu?" Tanya Imel.


"Aku ada di kota Jakarta Bun, tidak da kemana mana" sahut Cristyal.


"Syukur kamu baik-baik saja, bunda khawatir sama kamu, jangan pergi lagi, kasihan Kevin nak, dia sangat bertanggung jawab atas kamu, bahkan ia tidak tidur sekalipun hanya untuk kedua istrinya" kata Imel menetes kan air mata, melihat perjuangan Kevin mencari Cristyal dan mewujudkan keinginan Alona yang lagi ngidam dan bahkan sekarang ia memberikan sedikit waktu nya untuk menjaga putra nya.


"Maaf Bun, tapi aku tidak bisa tinggal di sini" sahut Cristyal yang memang belum ada niat untuk kembali lagi ke kehidupan nya bersama Alona dan Kevin.

__ADS_1


"Dimana cucu bunda?" Tanya Imel menatap putri nya.


Cristyal hanya diam dan tak menjawab, ia takut jika keluarga nya menyuruh orang untuk menjemput Alwi, bukan ia tidak suka Alwi di perkenalkan pada keluarga nya.


Tapi sekarang Alwi ada bersama Siska, dan Siska sendiri tidak mau keluarga nya tau jika orang yang selalu mereka cari sampai sekarang masih hidup.


"Jawab nak" kata Imel.


"Maaf Bun, Cristyal harus pergi" kata Cristyal hendak meninggalkan Imel.


Namun langkahnya berhenti saat melihat seorang wanita membawa bayi laki-laki, menuju ke arah nya.


"Ini Alwi, aku tidak bisa lama menjaganya, baju kalian sudah ada di rumah Kevin" ujur Siska dengan penyamarannya.


"Terima kasih kak, tapi sama siapa kakak kesini?" Tanya Cristyal dengan berbisik.


"Jamal ada di pulau, dan aku terpaksa membawa Alwi ke sini, dan tadi ada orang yang mengantar aku, aku pamit" kata Siska.


"Hati-hati kak, besok aku ke sana" kata Cristyal.


"Iya, jaga Alwi dengan benar, kabari aku jika ingin ke pulau" ujur Siska menunduk, ia tidak mau menunjukkan wajah nya walaupun dalam penyamaran.


Siska pun langsung meninggalkan Cristyal dan yang lainnya sebelum ada orang yang mengenali nya.


"Ini anak mu nak?" Tanya Imel mengambil baik laki-laki tampan itu.


"Iya, itu anak ku" sahut Cristyal pasrah, dan ia akan pulang ke rumah nya.


Imel membawa cucu nya itu pada keluarga nya yang lagi menunggu Kevin selesai di operasi, Alona pun berjalan mengikuti bunda Imel wanita yang sudah ia anggap ibunya itu.


"Doakan papi ya nak, supaya papi cepat sembuh, papi pasti senang melihat kamu" ujur Imel saat tiba di depan ruang operasi


"Cristyal" kata Agatha berdiri dari duduknya, saat melihat orang yang mereka cari datang dengan membawa cucu nya.


"Kamu kenapa pergi nak, bunda kangen sama kamu, jangan pergi lagi" ujur Agatha memeluk menantunya.


"Mungkin Cristyal tidak akan pergi lagi Bun" sahut Cristyal pada Agatha.


"Terima kasih telah menjaga cucu bunda" kata Agatha menatap wajah tampan Alwi.


"Siapa namanya tal?" Tanya Alona penasaran.


"Alwi Naraya Sharon" sahut Cristyal.


"Nama yang bagus" ujur semua orang yang ada di situ.


Ruang operasi pun terbuka, Kevin pun keluar dari ruangan itu dan di bawa ke ruang rawat nya, Alwi sudah dibawa pulang ke rumah oleh kedua nenek nya, dan tinggal lah Cristyal, Alona, dan Galang yang ada di rumah sakit.


Sedangkan Bian wanita itu tidak tahu ada di mana. Cristyal duduk di sofa ruang rawat Kevin, begitu juga dengan Alona, kedua nya sama duduk di sofa, membuat Galang menggeleng melihat nya.


Like vote dan komen

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2